Jumat, 30 Oktober 2026
09:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Meketaten

Meketaten

Bagikan:
250px-Meketaten-FragmentaryStatue-BrooklynMuseum.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung kuarsit fragmentaris putri Amarna Meketaten, dari masa pemerintahan Akhenaten, skt. tahun 1352-1336 SM dipajang di Brooklyn Museum. Lengan yang patah menutupi payudara sebelah kanan biasa terjadi pada imej yang menggambarkan gadis-gadis muda, dan kemungkinan pernah memegang bunga atau mainan.
it
n
ra
Aa16
D36
V31
t
B1
Meketaten
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir

Meketaten ("Lihatlah Aten" atau "Dilindungi oleh Aten") merupakan putri kedua dari enam yang lahir dari Firaun Mesir, Akhenaten dan Istri Kerajaan Agungnya Nefertiti. Ia mungkin lahir pada tahun 4 pemerintahan Akhenaten. Meski sedikit yang diketahui tentang dirinya, ia sering digambarkan bersama saudari-saudarinya menemani orangtuanya di dua pertiga pertama pemerintahan Akhenaten.

Ia memiliki kakak perempuan yang bernama Meritaten dan empat orang adinda yang bernama Ankhesenamun, Neferneferuaten Tasherit, Neferneferure dan Setepenre. Tutankhaten adalah saudara tiri.

Meketaten meninggal pada sekitar tahun 14 Akhenaten. Sangat mungkin bahwa wabah menyebar di mesir di antara tahun ke-12 dan ke-15 masa pemerintahan Akhenaten, karena banyak anggota keluarga kerajaan tidak disebutkan lagi; di antaranya Ibu Suri Tiye, Ratu Nefertiti, istri kedua Akhenaten Kiya, Meketaten dan dua putri bungsu, Neferneferure dan Setepenre. Kematian Meketaten dapat berakibat baik dari wabah, atau dari persalinan. Kehadiran seorang bangsawan menyebabkan banyak orang percaya bahwa sang putri muda meninggal saat melahirkan (dalam hal ini ayahanda Akhenaten sendiri, kemungkinan besar menikahi putrinya), tetapi tidak dapat dibuktikan. Interpretasi alternatif yang disarankan oleh van Dijk adalah bahwa anak yang digambarkan di dalam adegan adalah jiwa (ka) Meketaten.

Dibujo_de_tumba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Meketaten di bawah kanopi, di dinding lukisan Kamar γ {\displaystyle \gamma } {\displaystyle \gamma }. Di depannya: Akhenaten, Nefertiti, Meritaten, Ankhesenpaaten dan Neferneferuaten Tasherit.

Fragmen sarkofagus Meketaten ditemukan di makam kerajaan. Prasasti menyebutkan orang tuanya Akhenaten dan Nefertiti, saudarinya Ankhesenamun dan juga kakek dan neneknya Amenhotep III dan Tiye.[1]

Referensi

  1. ↑ Murnane, William J., Texts from the Amarna Period in Egypt, Society of Biblical Literature, 1995 ISBN1-55540-966-0
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan