Rabu, 23 September 2026
18:43 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kiya

Kiya

Kiya
Permaisuri Mesir
Istri Agung Terkasih
250px-FaceOfAYoungAmarnaWoman-ThutmoseWorkshop_MetropolitanMuseum.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah studi plester tentang seorang wanita muda yang mengenakan anting-anting besar, biasanya diidentifikasikan sebagai Kiya, yang saat ini dipamerkan di Metropolitan Museum of Art, Kota New York
Pemakaman
PasanganFiraun Akhenaten
Keturunanputri tdk diketahui namanya
nama MesirDua variasi:
V31
Z4
iAB1

k
i
Z4
A
B7
DinastiDinasti ke-18
Agamaagama Mesir Kuno menyembah cakram matahari Aten

Kiya merupakan salah satu dari istri Firaun Akhenaten dari Mesir. Tidak banyak yang diketahui tentang dirinya, tindakan dan perannya kurang terdokumentasi di dalam catatan sejarah, berbeda dengan istri pertama kerajaan Akhenaten (dan kepala), Nefertiti. Namanya yang tidak biasa menunjukkan bahwa ia mungkin awalnya adalah seorang putri Mitanni.[1] Dari bukti yang bertahan menunjukkan bahwa Kiya adalah tokoh penting di istana Akhenaten selama tahun-tahun pertengahan pemerintahannya, saat ia melahirkan seorang putri.[2][3] Ia menghilang dari sejarah beberapa tahun sebelum kematian suaminya. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia dianggap sebagai ibunda Tutankhamun, tetapi bukti DNA baru-baru ini menunjukkan bahwa ini tidak mungkin terjadi.

Galeria

  • Guci Unguent yang menampilkan nama Kiya - dipajang di Metropolitan Museum of Art
    Guci Unguent yang menampilkan nama Kiya - dipajang di Metropolitan Museum of Art
  • Talatat dengan gambar Kiya dan seorang anak, sebuah sinar Aten menuju ke arah mereka
    Talatat dengan gambar Kiya dan seorang anak, sebuah sinar Aten menuju ke arah mereka
  • Gambar dekat alabaster Mesir guci kanopik yang diperkirakan menggambarkan rupa Kiya, dari makam KV55 - dipajang di Metropolitan Museum of Art
    Gambar dekat alabaster Mesir guci kanopik yang diperkirakan menggambarkan rupa Kiya, dari makam KV55 - dipajang di Metropolitan Museum of Art
  • Sebuah relief Amarna yang menggambarkan seorang wanita yang sedang menjalani ritual penyucian, sementara sosok itu sebagian telah diukir kembali, anting-anting dan gaya wig yang besar dianggap mewakili Ratu Kiya - dipajang di Metropolitan Museum of Art
    Sebuah relief Amarna yang menggambarkan seorang wanita yang sedang menjalani ritual penyucian, sementara sosok itu sebagian telah diukir kembali, anting-anting dan gaya wig yang besar dianggap mewakili Ratu Kiya - dipajang di Metropolitan Museum of Art

Referensi

  1. Reeves, C. Nicholas. New Light on Kiya from Texts in the British Museum, p.100 The Journal of Egyptian Archaeology, Vol. 74 (1988)
  2. William J. Murnane. Texts from the Amarna Period in Egypt. Edited by E.S. Meltzer. Atlanta: Society of Biblical Literature, 1995. (ISBN1-55540-966-0) Page 9, pp 90–93, pp 210–211.
  3. Aidan Dodson. Amarna Sunset: Nefertiti, Tutankhamun, Ay, Horemheb, and the Egyptian Counter Reformation. The American University in Cairo Press, 2009. (ISBN978-977-416-304-3) Page 17.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kiya.
  • Egypt, 2000–1000 B.C. - Canopic Jar Lid, New Kingdom, Dynasty 18, late reign of Akhenaten, ca. 1340–1336 B.C. Egyptian; From KV55, Valley of the Kings, western Thebes. Egyptian alabaster with glass and stone inlays; H. 20½ in. (52.1 cm); Theodore M. Davis Collection, Bequest of Theodore M. Davis, 1915 (30.8.54) | Object P.
  • Kiya The Favorite - Includes a few photos of reliefs which may depict her.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan