Minggu, 18 Oktober 2026
17:41 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Mehmed V

Mehmed V

Bagikan:
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Mehmed V" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Mehmed V
Khalifah
Amir ul-Mu'minin
Sultan Utsmaniyah
Penjaga Dua Kota Suci
250px-Sultan_Mehmed_V_of_the_Ottoman_Empire_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sultan Utsmaniyah Ke-35
Berkuasa27 April 1909 – 3 Juli 1918
Sword girding10 Mei 1909
PendahuluAbdülhamid II
PenerusMehmed VI
Wazir AgungAhmed Tevfik Pasha
Hüseyin Hilmi Pasha
İbrahim Hakkı Pasha
Küçük Mehmet Sait Pasha
Veysel Pasha
Kıbrıslı Mehmed Kamil Pasha
Mahmud Shevket Pasha
Said Halim Pasha
Mehmed Talat
Lahir(1844-11-02)2 November 1844
Istana Topkapı, Konstatinopel (kini Istanbul)[1]
Meninggal3 Juli 1918(1918-07-03) (umur 73)
Istana Yıldız, Konstatinopel (kini Istanbul)
AyahAbdülmecid I
IbuGülcemal Kadınefendi
PasanganKamures Kadınefendi
Dürriand Kadınefendi
Mihrengiz Kadınefendi
Nazperver Kadınefendi
Dilfirib Kadınefendi
KeturunanŞehzade Mehmed Ziyaeddin
Şehzade Mehmed Necmeddin
Şehzade Ömer Hilmi
Refia Sultan
DinastiUtsmaniyah
AgamaIslam
TughraTanda tangan Mehmed V

Mehmed V Reshad (Bahasa Turki Utsmaniyah: محمد خامس Meḥmed-i ẖâmis, bahasa Turki:V. Mehmed atau [Mehmed Reşad] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) (2 November 1844 – 3 Juli 1918) adalah sultan ke-35 Kesultanan Utsmaniyah. Dia adalah anak dari sultan Abdülmecid I.[2] Dia dilanjutkan oleh Mehmed VI.

Kelahiran

Ia lahir di Istana Topkapı, Istanbul.[1] Seperti banyak penerus takhta potensial lainnya, ia dikurung selama 30 tahun di Harem istana. Selama sembilan tahun ia berada diisolasi. Selama masa tersebut ia belajar puisi gaya Persia lama dan merupakan penyair terkenal. Pada ulang tahunnya yang kesembilan ia disunat dalam Kamar Sunat Khusus (Sünnet Odası) di Istana Topkapı.

Pemerintahan

250px-Leaders_of_the_Central_Powers_-_Vierbund.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilhelm II dari Kekaisaran Jerman, Franz Joseph dari Austria-Hungaria, Mehmed V dari Kesultanan Utsmaniyah dan Ferdinand I dari Bulgaria bersekutu dalam menghadapi Perang Dunia I. Ini adalah salah satu lukisan Yang menjelaskan persekutuan mereka.

Pemerintahannya dimulai pada 27 April 1909, tetapi dalam kenyataannya dia hanyalah tokoh yang tidak punya kekuasaan secara rill, sebagai hasil dari Revolusi Turk Muda tahun 1908 (di mana Konstitusi dan parlemen Utsmaniyah dikembalikan) dan secara khusus, Kudeta Ustmaniyah 1913, yang membuat tiga serangkai "Tiga Pasha" memiliki kekuatan sebagai diktator.

Kebijakan politiknya yang signifikan yaitu mendeklarasikan jihad melawan kekuatan Entente (Blok Sekutu) pada 11 November 1914, dilanjutkan pilihan pemerintah Utsmaniyah untuk bergabung dalam Perang Dunia I dalam kelompok Blok Sentral.[3]

Proklamasi tersebut menandai deklarasi jihad terakhir oleh seorang khalifah, karena kekhalifahan hanya berlangsung hingga tahun 1924. Meskipun banyak kaum Muslim tinggal di wilayahnya, proklamasi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap perang. Nantinya, Bangsa Arab malah melawan Utsmaniyah (bersama tentara Britania) dalam Pemberontakan Arab tahun 1916.

250px-Wilhelm_istanbul.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mehmed V dan Enver Pasha menyambut Wilhelm II.

Mehmed V menyambut Wilhelm II, sekutu Perang Dunia I-nya, di Konstantinopel pada 15 Oktober 1917. Dia diangkat sebagai Generalfeldmarschall Kerajaan Prusia pada 27 Januari 1916 dan selanjutnya Kekaisaran Jerman pada 1 Februari 1916.

Kematian

Mehmed V meniggal di Istana Yıldız pada 3 Juli 1918 (berumur 73 tahun), hanya 4 bulan sebelum PD I berakhir.[4] Karena itulah, dia tidak melihat saat-saat kejatuhan Kekaisaran Utsmaniyah. Dia banyak menghabiskan masa hidupnya di Istana Dolmabahçe dan Istana Yıldız di Istanbul. Makamnya terletak di distrik Eyüp kota tersebut.

Referensi

  1. 1 2 The Encyclopaedia Britannica, Vol.7, edited Hugh Chisholm, (1911), 3; "Constantinople, the capital of the Turkish Empire..".
  2. ↑ Abdulmecid, Coskun Cakir, Encyclopedia of the Ottoman Empire, ed. Gábor Ágoston, Bruce Alan Masters, (Infobase Publishing, 2009), 9.
  3. ↑ Lawrence Sondhaus, World War One: The Global Revolution, (Cambridge University Press, 2011), 91.
  4. ↑ Mehmed V, Selcuk Aksin Somel, Encyclopedia of the Ottoman Empire, 371.
Mehmed V
Lahir: 2 November 1844 Meninggal: 3 Juli 1918
Gelar
Didahului oleh:
Abdul Hamid II
Sultan Kekaisaran Utsmaniyah
27 April 1909 – 3 Juli 1918
Diteruskan oleh:
Mehmed VI
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Abdul Hamid II
Khalifah
27 April 1909 – 3 Juli 1918
Diteruskan oleh:
Mehmed VI


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Flag of TurkiBiography icon

Artikel bertopik biografi Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan