Jumat, 16 Oktober 2026
22:19 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Mayoritas bisu

Mayoritas bisu

Bagikan:
Untuk lagu Keyakizaka46, lihat Silent Majority (lagu).
250px-This_majority_will_not_be_silent_%2833259924943%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mayoritas ini tidak akan tinggal diam

Mayoritas bisu atau mayoritas senyap (bahasa Inggris:silent majority) adalah sekelompok besar orang yang tak spesifik di sebuah negara atau kelompok yang tak mengekspresikan opini mereka secara terbuka.[1] Istilah tersebut dipopulerisasikan oleh Presiden Amerika Serikat Richard Nixon dalam sebuah pidato televisi pada 3 November 1969, dimana ia berkata, "Dan sehingga malam ini—untukmu, mayoritas bisu besar dari rekan-rekan Amerika saya—Aku mendorong dukunganmu."[2][3] Dalam pemakaian ini, istilah tersebut merujuk kepada orang-orang Amerika yang tak ikut serta dalam unjuk rasa menentang Perang Vietnam pada masa itu, yang tak ikut serta dalam kontra-budaya, dan yang tak ikut serta dalam pertemuan publik. Nixon, bersama dengan beberapa orang lainnya, memandang kelompok Amerika Tengah sebagai orang-orang yang dibayangi dalam media oleh minoritas yang lebih vokal.

Istilah ini telah digunakan setengah abad sebelum masa Nixon, tepatnya dalam kampanye Calvin Coolidge untuk pencalonan presiden tahun 1920. Sebelumnya, pada abad ke-19, frasa tersebut digunakan sebagai eufemisme untuk merujuk pada semua orang yang telah meninggal dunia; selain itu, istilah ini juga digunakan—baik sebelum maupun sesudah era Nixon—untuk menyebut kelompok pemilih di berbagai negara di dunia.

Makna awal

Eufemisme untuk orang yang telah meninggal

Istilah "mayoritas" atau "mayoritas yang diam" (*silent majority*) dapat ditelusuri kembali ke penulis Romawi, Petronius, yang menulis *abiit ad plures* (ia telah pergi bergabung dengan mayoritas) untuk menggambarkan orang yang telah meninggal, karena jumlah orang mati lebih banyak daripada orang yang masih hidup. (Pada tahun 2023, terdapat sekitar 14,6 orang mati untuk setiap orang yang masih hidup.) Frasa tersebut digunakan sepanjang sebagian besar abad ke-19 untuk merujuk pada orang yang telah meninggal. Ungkapan-ungkapan seperti "pergi ke dunia yang lebih baik", "pergi mendahului", dan "bergabung dengan mayoritas yang diam" berfungsi sebagai eufemisme untuk "meninggal dunia". Pada tahun 1902, Hakim Mahkamah Agung John Marshall Harlan menggunakan frasa dalam pengertian ini; dalam sebuah pidato, ia menyatakan bahwa "para panglima besar dari kedua belah pihak dalam Perang Saudara kita telah lama berpulang bergabung dengan mayoritas yang diam, meninggalkan kenangan akan keberanian mereka yang luar biasa."

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Silent majority" Cambridge Advanced Learner's Dictionary (1995), accessed 22/2/2011.
  2. ↑ "Nixon's "Silent Majority" speech".
  3. ↑ "Address to the Nation on the War in Vietnam". Miller Center of Public Affairs. November 3, 1969.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan