Kamis, 24 September 2026
10:55 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Maya Harris

Maya Harris

Maya Harris
250px-Maya_Harris_at_Kamala_Harris_inauguration_as_Attorney_General.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Harris pada 2014
Lahir
Maya Lakshmi Harris

30 Januari 1967 (umur 59)
Champaign-Urbana, Illinois, Amerika Serikat
PendidikanUniversity of California, Berkeley (BA)
Stanford University (JD)
Bishop O'Dowd High School
Pasangan menikah
(m. 1998)
AnakMeena Harris
Ayah
KerabatKeluarga Harris

Maya Lakshmi Harris (lahir 30 Januari 1967) adalah seorang pengacara, advokat kebijakan masyarakat dan penulis Amerika Serikat. Harris adalah salah satu dari tiga pensehat kebijakan senior untuk agenda kebijakan kampanye presidensial 2016 Hillary Clinton dan juga menjabat sebagai ketua kampanye presidensial saudarinya, Kamala Harris.[1]

Harris lahir di Champaign–Urbana, Illinois, dan dididik di Bishop O'Dowd High School, University of California, Berkeley, dan Stanford University. Ia terlibat dalam PolicyLink, American Civil Liberties Union, dan Center for American Progress.

Referensi

  1. Nather, David (April 14, 2015). "Hillary Clinton names top three wonks for campaign". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 22, 2015. Diakses tanggal April 15, 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maya Harris.

Templat:Kamala Harris

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan