Senin, 28 September 2026
12:44 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Max Maramis

Max Maramis

Max_Maramis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Max Maramis

Max Maramis adalah seorang diplomat dan politikus Indonesia. Dari 1950 sampai 1956, ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.[1] Dari 1956 sampai 1957, ia menjabat selaku Duta Besar Indonesia untuk Austria.[2][3] Dari 30 Agustus 1957 sampai 11 November 1959, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda.[4] Dari 1965 sampai 1967, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tunisia.[5][6] Dari 1967 sampai 1970, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uni Soviet merangkap Mongolia.[7]

Referensi

  1. ↑ Tim Penyusun Sejarah 1970, hlm. 592-605
  2. ↑ "Ambassadors List". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-26. Diakses tanggal 2019-08-10.
  3. ↑ Sejarah Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 1995. hlm. 333.
  4. ↑ "Daftar Duta Besar". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-11. Diakses tanggal 2019-08-10.
  5. ↑ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 1965 (1965-05-04).
  6. ↑ Who's who in Indonesia. Jakarta: Gunung Agung. 1971. hlm. 214.
  7. ↑ Statistical Pocketbook of Indonesia 1968–1969 [Buku Saku Statistik Indonesia 1968–1969]. Jakarta: Biro Pusat Statistik. 1971. hlm. 424.

Daftar Pustaka

20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan