Sabtu, 17 Oktober 2026
16:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Mawiyya

Bagikan:
Ratu pejuang Arab Suriah dari konfederasi Tanukhid (meninggal 425)Templat:SHORTDESC:Ratu pejuang Arab Suriah dari konfederasi Tanukhid (meninggal 425)
Mawiyya
Ratu Tanukh
(Ratu Suriah)
Memerintah375–425
Pendahulual-Hawari (suaminya)
Meninggal425
Pemakaman
Anasartha (saat ini Suriah)
Nama lengkap
Mawiyya
WangsaBani Tanukh

Mawiyya (Arab: ماوية, alih aksara: Māwiyya; juga ditransliterasikan Mawia, Mawai, atau Mawaiy, dan terkadang disebut sebagai Mavia atau Mavia dari Tanukh) adalah seorang ratu Arab, yang memerintah Tanukh, sebuah konfederasi Arab seminomadik, di Suriah selatan, pada paruh kedua abad keempat.[1][2] Dia memimpin pasukannya dalam pemberontakan melawan Valens, menunggangi kuda di depan pasukannya menuju Fenisia dan Palestina. Setelah dia mencapai perbatasan Mesir dan berulang kali mengalahkan tentara Romawi, Romawi akhirnya membuat gencatan senjata dengannya dengan syarat yang dia tetapkan.[3] Setelah kemenangannya, Mawiyya dalam posisi yang cukup kuat untuk mendikte syarat-syarat perundingan. Dia menuntut agar seorang rahib Kristen ortodoks tertentu, Musa, diangkat menjadi uskup bagi kaumnya.[4] Romawi kemudian meminta bantuannya saat diserang oleh suku Goth, dan dia menanggapinya dengan mengirimkan satu pasukan kavaleri.

Dianggap sebagai "wanita paling berkuasa di akhir zaman Arabia kuno setelah Zenobia"[1] sebagian besar dari apa yang diketahui tentang Mawiyya berasal dari catatan-catatan awal yang hampir sezaman, seperti tulisan-tulisan Rufinus, yang diperkirakan berasal dari catatan yang sekarang hilang oleh Gelasius dari Caeserea. Penulis-penulis selanjutnya mengubahnya menjadi seorang Kristen keturunan Romawi, meskipun dia jelas-jelas orang Arab, dan mungkin awalnya penganut pagan.[1]

Biografi

Leluhur Mawiyya adalah Bani Tanukh, suatu afiliasi labil suku-suku Arab yang bermigrasi ke utara dari Jazirah Arab seabad sebelum Mawiyya lahir, karena pengaruh Sasaniyah yang semakin besar di Arabia Timur.[1] Suami Mawiyya adalah al-Hawari, raja terakhir konfederasi Tanukh seminomadik di Suriah selatan pada paruh kedua abad keempat.[5] Ketika dia meninggal pada tahun 375 M tanpa meninggalkan ahli waris,[5] Mawiyya bangkit untuk memimpin konfederasi dalam pemberontakan melawan kekuasaan Romawi yang meluas ke seluruh Levant.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Bowersock et al., 1999, p. 569.
  2. ↑ Shahid, Byzantium and the Arabs, p. 141.
  3. ↑ Jensen, 1996, pp. 73-75.
  4. ↑ Mark, Joshua J. "Mavia". World History Encyclopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-31.
  5. 1 2 Ball, 2001, p. 98-102.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan