Sabtu, 17 Oktober 2026
13:40 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Maurice Denis

Maurice Denis

Bagikan:
250px-Maurice_Denis_par_Odlilon_Redon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Maurice Denis oleh Odilon Redon (1903)

Maurice Denis adalah seorang pelukis, pemahat, sekaligus kritikus seni asal Prancis.[1] Dia lahir pada tanggal 25 November tahun 1870 di Granville dan meninggal di Sant-Germain el-Laye saat November 1943.[1] Maurice melanjutkan studi di Académie Julian tahun 1888 di bawah bimbingan Jules Lefebvre dan pernah juga di École des Beaux-Arts.[2]

Dia pernah menjadi pemimpin teoretikus dan juru bicara kelompok pelukis yang tergabung dengan nama Nabis bersama Serusier .[1] Setelah mengunjungi Itali, Maurice menjadi sangat dipengaruhi oleh karya-karya para pelukis Italia abad 14 dan 15.[2] Dia banyak menciptakan lukisan fresko untuk dinding gedung Theathre Champs Elysees, meskipun pada faktanya dia menyukai lukisan-lukisan yang bertemakan religius untuk gereja yang dibuatnya dengan semangat keyakinan seorang kristiani yang taat pada agama.[1] Dia banyak menulis tentang teori seni lukis dalam surat-surat yang ditujukannya pada Gaugin, Van Gogh, serta Cezanne, menggambarkan segerombolan pelukis terkenal yang mengelilingi lukisan Alam Benda Cezanne.[1] Tahun 1919, Maurice bersama dengan Georges Devallières mendirikan Studios of Sacred Art.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Brau van Hoeve.Hal 787
  2. 1 2 3 "Maurice Denis". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan