Selasa, 13 Oktober 2026
03:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Massa udara

Massa udara

Bagikan:

Massa udara adalah volume udara yang ditentukan oleh suhu dan kandungan uap air. Massa udara menyebar sepanjang ratusan atau ribuan kilometer dan beradaptasi dengan permukaan di bawahnya. Massa udara diklasifikasikan menurut garis lintang dan wilayah daratan atau lautan. Massa udara yang dingin disebut kutub atau artik, sedangkan massa udara yang lebih hangat disebut tropis.

250px-Air_masses.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Massa udara

Klasifikasi

Klasifikasi Bergeron adalah bentuk klasifikasi massa udara yang paling diterima secara luas.[1] Klasifikasi massa udara menggunakan tiga huruf. Huruf pertama menggambarkan sifat kelembapannya, dengan "c" digunakan untuk massa udara kontinental (kering) dan "m" untuk massa udara maritim (lembap). Huruf kedua melambangkan wilayah sumber massa udara: "T" untuk Tropis, "P" untuk Polar, "A" untuk Arktik atau Antartika, "M" untuk Monsun, "E" untuk Ekuator, dan "S" untuk udara superior (udara yang mengeringkan dan menghangat secara adiabatik yang dihasilkan oleh gerakan ke bawah yang signifikan di atmosfer). Huruf ketiga melambangkan kestabilan massa udara, "k" untuk massa udara lebih dingin daripada permukaan di bawahnya dan "w" untuk massa udara yang lebih hangat daripada permukaan di bawahnya.[2] Sebagai contoh, massa udara kutub yang bertiup di atas Arus teluk, dilambangkan sebagai "cPk".[3]

Rujukan

  1. ↑ H. C. Willett (Juni 1933). "American Air Mass Properties" (PDF). Papers in Physical Oceanography and Meteorology. 2 (2). Massachusetts Institute of Technology: 5. Diakses tanggal 31 Desember 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ American Meteorological Society. "airmass classification". glossary.ametsoc.org. Diakses tanggal 31 Desember 2020.
  3. ↑ Saha, Pijushkanti (2012-06-05). Modern Climatology (dalam bahasa Inggris). Allied Publishers. hlm. 121. ISBN 978-81-8424-756-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan