Selasa, 27 Oktober 2026
05:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Massa udara

Massa udara

Bagikan:

Massa udara adalah volume udara yang ditentukan oleh suhu dan kandungan uap air. Massa udara menyebar sepanjang ratusan atau ribuan kilometer dan beradaptasi dengan permukaan di bawahnya. Massa udara diklasifikasikan menurut garis lintang dan wilayah daratan atau lautan. Massa udara yang dingin disebut kutub atau artik, sedangkan massa udara yang lebih hangat disebut tropis.

250px-Air_masses.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Massa udara

Klasifikasi

Klasifikasi Bergeron adalah bentuk klasifikasi massa udara yang paling diterima secara luas.[1] Klasifikasi massa udara menggunakan tiga huruf. Huruf pertama menggambarkan sifat kelembapannya, dengan "c" digunakan untuk massa udara kontinental (kering) dan "m" untuk massa udara maritim (lembap). Huruf kedua melambangkan wilayah sumber massa udara: "T" untuk Tropis, "P" untuk Polar, "A" untuk Arktik atau Antartika, "M" untuk Monsun, "E" untuk Ekuator, dan "S" untuk udara superior (udara yang mengeringkan dan menghangat secara adiabatik yang dihasilkan oleh gerakan ke bawah yang signifikan di atmosfer). Huruf ketiga melambangkan kestabilan massa udara, "k" untuk massa udara lebih dingin daripada permukaan di bawahnya dan "w" untuk massa udara yang lebih hangat daripada permukaan di bawahnya.[2] Sebagai contoh, massa udara kutub yang bertiup di atas Arus teluk, dilambangkan sebagai "cPk".[3]

Rujukan

  1. ↑ H. C. Willett (Juni 1933). "American Air Mass Properties" (PDF). Papers in Physical Oceanography and Meteorology. 2 (2). Massachusetts Institute of Technology: 5. Diakses tanggal 31 Desember 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ American Meteorological Society. "airmass classification". glossary.ametsoc.org. Diakses tanggal 31 Desember 2020.
  3. ↑ Saha, Pijushkanti (2012-06-05). Modern Climatology (dalam bahasa Inggris). Allied Publishers. hlm. 121. ISBN 978-81-8424-756-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan