Kamis, 29 Oktober 2026
07:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hidangan Xinjiang

Hidangan Xinjiang

Bagikan:
250px-Uyghur_polu_closeup.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polu

Masakan Xinjiang adalah jenis masakan yang berasal dari Daerah Otonomi Xinjiang, Tiongkok.[1] Walau daerah Xinjiang di sebelah barat Tiongkok didiami oleh banyak suku, tetapi suku terbesarnya adalah Uyghur, sehingga masakan Xinjiang sebagian besar merupakan masakan khas Uyghur. Masakan suku Uyghur tidak jauh berbeda dari masakan khas Turkiye dan Asia Tengah. Rumah makan Xinjiang dapat ditemui di berbagai kota di Tiongkok.

Bahan-bahan makanan

250px-Sinkiang_Restaurant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restoran Xinjiang di Shanghai, Tiongkok

Daerah Xinjiang mendapat iklim benua dengan sedikit hujan. Sebagian besar daerahnya merupakan lahan kering berupa gurun dan gunung-gunung, sehingga sedikit produk pertanian yang diusahakan di daerah ini, seperti bawang, wortel, cabai dan tomat. Namun begitu, warga Xinjiang banyak mengusahakan peternakan. Bahan utama masakannya adalah daging domba, sapi, unggas, sayur-sayuran kebun, produk susu dan buah-buahan.[2]

Masakan Xinjiang memanfaatkan campuran beberapa jenis bumbu sebagai pelengkap penting masakan, terutama masakan berbahan daging. Bumbu-bumbu tersebut ialah lada sichuan, lada hitam, cabai merah kering, jintan serta bunga lawang.[3]

Masakan yang terkenal sebagian adalah produk daging, seperti daging domba dan daging kambing. Daging domba yang dipanggang atau direbus adalah masakan yang disukai masyarakat Xinjiang.[4] Masyarakat Xinjiang menanam gandum sebagai bahan makanan pokok. Gandum dibuat menjadi mie dan roti.[1] Beras lebih sedikit dikonsumsi.

Masakan populer

  • Naan, adalah sejenis roti bakar populer untuk sarapan. Terdapat lebih dari 50 jenis naan, antara lain naan tanpa isi atau naan isi bermacam-macam seperti daging dan sayur.[5]
  • Polo atau polu.[6] Polu adalah hidangan pilaf khas Uyghur yang berisi nasi minyak campur daging domba dan sayur-sayuran. Sayur yang dimasukkan biasanya adalah wortel. Orang Xinjiang biasa memakannya dengan tangan.
  • Da Pan Ji atau "ayam dalam piring besar" adalah masakan yang berupa ayam yang dimasak dengan saus cabai, bawang dan kentang. Masakan ini biasanya dimasak dalam porsi besar.[7]
  • Lamian atau laghman, mie buatan tangan dimasak dengan saus kecap, minyak, sayuran dan daging sapi.[5]
  • Kambing guling, kambing utuh yang dipanggang. Biasanya disajikan untuKk tamu kehormatan.[5]
  • Samsa, adalah jenis samosa khas Xinjiang.[8]

Pranala luar

Referensi

Daerah-daerah

Anhui · Fujian · Gansu · Guangdong · Guizhou · Hainan · Hebei · Heilongjiang · Hunan · Hubei · Henan · Jiangsu · Jiangxi · Jilin · Liaoning · Ningxia · Qinghai · Shaanxi · Shandong · Shanxi · Sichuan · Tibet · Xinjiang · Yunnan · Zhejiang

Delapan Kuliner Tradisional

Shandong  · Guangdong  · Sichuan  · Hunan  · Jiangsu  · Zhejiang  · Fujian  · Anhui

Daerah-daerah lain
Agama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan