Rabu, 28 Oktober 2026
09:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Hidangan Tibet

Hidangan Tibet

Bagikan:
250px-Tsang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahan-bahan tsampa, makanan pokok orang Tibet

Masakan Tibet adalah jenis masakan dari daerah Tibet, Republik Rakyat Tiongkok.[1] Masakan India dan Masakan Tionghoa memperlihatkan pengaruh yang jelas dalam kuliner Tibet.[2] Kondisi geografis Tibet yang berada di dataran tinggi memengaruhi jenis-jenis makanan yang dikonsumsi rakyat Tibet. Ada beberapa jenis saja bahan-bahan utama yang digunakan. Makanan pokoknya adalah jelai. Rakyat Tibet tidak mengusahakan produk sayur atau buah-buahan. Masakan-masakan tradisional dibuat dengan cara sederhana.[3] Daging hewan dan produk-produk susu serta keju lebih banyak dimanfaatkan untuk menjaga kehangatan.[4] Jelai sebagai makanan pokok dibuat menjadi suatu masakan yang bernama Tsampa. Jelai dihaluskan menjadi tepung lalu dicampurkan dengan air dan mentega di dalam mangkuk. Mentega yang terbuat dari susu yak merupakan salah satu bahan penting masakan tibet.[1]

Bahan-bahan makanan utama

Jelai

Jelai adalah makanan pokok orang Tibet yang dapat dibuat menjadi berbagai macam makanan. Jelai yang dihaluskan dibuat menjadi tsampa, makanan sehari-hari. Jelai juga dibuat menjadi roti yang dinamakan balep. Mie Tibet yang diproses dari jelai dinamakan thukpa.[5]

Daging

Daging hewan yang paling utama dalam masakan orang Tibet adalah daging yak.[6] Mereka tidak mengkonsumsi jenis daging hewan lainnya. Daging yak berguna untuk sumber energi dalam iklim yang dingin. Sebagian dimakan mentah, ada pula yang merebus serta mencampurnya dengan berbagai jenjis rempah-rempah. Daging yak juga dimanfaatkan menjadi daging kering sebagai persediaan atau bekal dalam perjalanan.[6] Daging dibuat untuk bahan-bahan masakan berupa sosis, atau isi pangsit (momo).

Produk susu

Selain daging, susu yak juga dimanfaatkan. Hampir semua produk turunan susu murni yak dimanfaatkan, antara lain mentega, keju, dan yogurt. Sejarah membuat yogurt di Tibet telah dimulai sejak 1000 tahun yang lalu. Yogurt khas Tibet Timur dibuat secara khusus. Pertama-tama susu yak segar direbus dan baru dicampurkan dengan yogurt yang sudah lama.

Minuman

Teh mentega adalah minuman yang paling populer diminum orang Tibet.[6] Teh mentega dibuat dari rebusan teh dan campuran garam dan mentega. Minuman ini dikonsumsi bersama tsampa untuk menjaga kehangatan tubuh.

Referensi

  1. 1 2 Food & Drink in Tibet, travelchinaguide. 2015-11-23
  2. ↑ Cuisine of Tibet, tibettours. 2015-11-23
  3. ↑ My Top 10 Tibetan Food and Drinks, etramping. 2015-11-23
  4. ↑ Butter Tea, Yak Jerky, and Momos Galore: An Introduction to Tibetan Cuisine, seriouseats. 2015-11-23
  5. ↑ Tibetanian Cuisine, Food & Recipes, asian-recipe. 2015-11-23
  6. 1 2 3 What to Eat in Tibet - Tibetan Cuisine Diarsipkan 2014-08-09 di Wayback Machine, tibetdiscovery. 2015-11-27
Daerah-daerah

Anhui · Fujian · Gansu · Guangdong · Guizhou · Hainan · Hebei · Heilongjiang · Hunan · Hubei · Henan · Jiangsu · Jiangxi · Jilin · Liaoning · Ningxia · Qinghai · Shaanxi · Shandong · Shanxi · Sichuan · Tibet · Xinjiang · Yunnan · Zhejiang

Delapan Kuliner Tradisional

Shandong  · Guangdong  · Sichuan  · Hunan  · Jiangsu  · Zhejiang  · Fujian  · Anhui

Daerah-daerah lain
Agama
40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan