Selasa, 06 Oktober 2026
07:04 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Masa Planck

Masa Planck

Bagikan:
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dalam kosmologi fisik, masa Planck adalah periode paling awal dalam sejarah alam semesta yang berlangsung dari nol hingga sekitar 10−43 detik (waktu Planck). Karena alam semesta masih sangat kecil pada saat itu, efek gravitasi kuantum mendominasi interaksi fisik. Selama periode yang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun lalu ini, gravitasi diyakini sekuat gaya-gaya dasar lainnya, dan semua gaya tersebut mungkin masih menyatu. Keadaan alam semesta saat masa Planck sangat panas dan padat, masih belum stabil, serta sedang berevolusi hingga munculnya gaya-gaya dasar melalui proses perusakan simetri.

Masa Planck diduga membuka periode penyatuan yang disebut masa penyatuan agung, dan pemecahan simetri menyebabkan inflasi kosmis, ketika alam semesta mengembang dengan sangat cepat.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ Edward W. Kolb; Michael S. Turner (1994). The Early Universe. Basic Books. hlm. 447. ISBN 978-0-201-62674-2. Diakses tanggal 10 April 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Rujukan


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan