Kamis, 08 Oktober 2026
18:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Marie NDiaye

Marie NDiaye

Bagikan:
Marie NDiaye
250px-France-Culture_Marie-NDiaye_D-Chaume_10_%28cropped%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir04 Juni 1967 (umur 59)
Pithiviers, Loiret, Prancis
PekerjaanNovelis, esais, dramawan
Pasangan menikahJean-Yves Cendrey
KerabatPap Ndiaye (brother)
Karier kepenulisan
Periode1984–sekarang
Penghargaan terkenalNelly Sachs Prize (2015)

Marie NDiaye (lahir 4 Juni 1967) adalah seorang novelis, dramawan, dan penulis skenario asal Prancis. Salah satu karyanya yang menonjol adalah saat ia ikut menulis skenario film Saint Omer bersama sang sutradara Alice Diop dan Amrita David. Pada bulan September 2022, film mereka terpilih sebagai perwakilan resmi Prancis untuk Film Internasional Terbaik di ajang Academy Awards ke-95.

Ia menerbitkan novel pertamanya yang berjudul Quant au riche avenir, saat usianya baru menginjak 17 tahun. Pada tahun 2009, ia memenangkan penghargaan bergengsi Prix Goncourt. Karya dramanya yang berjudul Papa doit manger menjadi satu-satunya naskah teater dari penulis perempuan yang masih hidup yang masuk ke dalam repertoar tetap Comédie-Française.[1]

Kehidupan awal

NDiaye lahir pada tahun 1967 di Pithiviers, Prancis, dari ibu berkebangsaan Prancis dan ayah asal Senegal. Ia tumbuh besar bersama ibunya dan sang kakak, Pap Ndiaye di pinggiran kota Paris. Kedua orang tuanya bertemu sewaktu sama-sama berkuliah di pertengahan tahun 60-an, tapi ayahnya pulang ke Senegal pas ia masih berusia satu tahun.[2]

Karier

Ia mulai nulis sejak umur 12. Ketika SMA, bakatnya ditemukan oleh Jerome Lindon, pendiri dari Éditions de Minuit, yang juga menerbitkan novel pertama NDiaye, Quant au riche avenir, pada tahun 1985.[3]

Sejak itu, dia terus produktif. Dia nulis enam novel lagi, semuanya diterbitkan oleh Minuit, terdapat pula satu kumpulan cerita pendek. Salah satu karya uniknya adalah Comédie classique, sebuah novel sepanjang 200 halaman yang ditulis dalam satu kalimat panjang tanpa henti, diterbitkan oleh Éditions P.O.L pada tahun 1988, saat itu usianya baru 21 tahun. Selain menulis novel, NDiaye juga aktif di dunia teater dan pernah kerja bersama sutradara Claire Denis untuk menulis naskah film White Material. Drama panggungnya Papa doit manger yang rilis tahun 2003 jadi istimewa karena merupakan drama kedua karya penulis perempuan yang masuk ke dalam repertoar tetap Comédie-Française.

Pada tahun 1998, NDiaye pernah menulis surat terbuka ke media. Dalam surat itu, ia menyatakan kalau novel La Sorcière, karyanya yang terbit dua tahun sebelumnya, sangat memengaruhi isi novel Naissance des fantômes, karya Marie Darrieussecq yang saat itu sedang naik daun.[4]

Puncaknya saat Trois femmes puissantes berhasil memenangkan Prix Goncourt tahun 2009—salah satu penghargaan paling prestisius di dunia sastra Prancis.[5][6][7]

Pengasingan di Berlin

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Les Inrockuptibles pada tanggal 30 Agustus 2009, NDiaye menyatakan tentang Presiden Sarkozy,

"Aku merasa Prancis itu menyeramkan," katanya terus terang. “Fakta bahwa kami—aku, Jean-Yves Cendrey, dan ketiga anak kami—memilih tinggal di Berlin selama dua tahun, itu bukan tanpa alasan. Kami pergi tak lama setelah pemilu, sebagian besar karena Sarkozy, Meskipun aku sadar berkata begitu kedengarannya berlebihan. Tapi jujur aja, aku benci suasana yang penuh vulgaritas dan pengawasan ketat... Besson, Hortefeux, semua orang-orang itu, menurutku mereka mengerikan".[8]

Referensi

  1. ↑ Roxborough, Scott (23 September 2022). "Oscars: France Picks 'Saint Omer' as International Feature Submission". The Hollywood Reporter (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Cappelle, Laura (2023-10-18). "Marie NDiaye Raises Questions She Has No Intention of Answering". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-06-16.
  3. ↑ Rérolle, Raphaëlle (3 November 2009). "Libre d'écrire". Le Monde. Diakses tanggal 6 Juni 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ de Gaudemar, Antoine (3 Maret 1998). "Marie NDiaye polémique avec Marie Darrieussecq". Libération. Diakses tanggal 6 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Rousseau, Ingrid (2 November 2009). "Novelist NDiaye wins France's top literary prize". Seattle Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Asibong, Andrew (2013), Marie NDiaye: Blankness and Recognition, Liverpool University Press, p. 9.
  7. ↑ Asibong, Marie NDiaye (2013), p. 13.
  8. ↑ "L'écrivain Marie Ndiaye aux prises avec le monde" Diarsipkan 15 September 2010 di Wayback Machine, wawancara oleh Nelly Kaprièlian [fr], Les Inrockuptibles, 30 Agustus 2009.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Marie NDiaye.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan