Kamis, 08 Oktober 2026
18:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Mariana Amiruddin

Bagikan:

Mariana Amiruddin (lahir 14 Maret 1976) adalah seorang penulis dan aktivis gerakan perempuan. Pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan periode 2008-2012.[1] Ia lulus sebagai Magister Humaniora paskasarjana di Universitas Indonesia (UI) program Kajian Wanita (Kajian Gender). Ia kemudian menjadi komisioner di Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) periode 2015-2024 .[2] Ia aktif sebagai penulis baik karya fiksi, esai, maupun artikel dan terbit di berbagai surat kabar dan majalah. Pemikirannya tentang feminisme, sastra, politik dan hak asasi manusia selalu menjadi bagian dari tulisan-tulisannya.

Karya cipta

  1. Kesehatan Hak Reproduksi Perempuan: Panduan untuk Jurnalis, Yayasan Jurnal (2003).
  2. Perempuan Menolak Tabu; Hermeneutika, Feminisme, Sastra, dan Seks .Penerbit Melibas (2005).
  3. Tuan dan Nona Kosong (2006), novel, karya bersama Hudan Hidayat
  4. Cerita Pendek "September yang Aneh" (Media Indonesia, Minggu, 20 Oktober 2006), "Manusia Setengah Tiang" (Republika, Minggu, 14 Agustus 2005), "Kami ingat Markiyem", "Angsa" (Minggu 10 April 2005), "Cantik itu Mati Berdiri" (Jawa Post 2011), "Celana Dalam" (Minggu, 9 April 2006), "Kota Kelamin" (Jawa Pos, 2005).

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan