Selasa, 13 Oktober 2026
03:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Mare clausum

Mare clausum

Bagikan:
250px-IberianMareClausum.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mare Clausum pada Zaman Penjelajahan.

Mare clausum (dalam latin berarti "laut tertutup") adalah sebuah istilah yang digunakan dalam hukum internasional untuk menyebut daerah laut, samudra atau perairan yang dapat dilewati kapal air dibawah yurisdiksi negara berdaulat yang di mana tertutup atau tak dapat diakses negara lain. Mare clausum adalah kebalikan dari mare liberum (bahasa latin untuk "laut bebas"), yang berarti sebuah laut yang terbuka untuk dilewati kapal-kapal dari negara lain.[1][2] Secara umum menerima asas laut internasional. Samudera, laut, dan perairan di luar yurisdiksi nasional yang terbuka untuk dilewati dan dan dianggap sebagai "lautan dalam" atau mare liberum. Portugal dan Spanyol mempertahankan kebijakan Mare clausum selama zaman penjelajahan.[3] Istilah ini kemudian segera ditentang oleh bangsa Eropa.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Robert McKenna, "The Dictionary of Nautical Literacy", p.225 McGraw-Hill Professional, 2003, ISBN 0-07-141950-0
  2. ↑ Gabriel Adeleye, Kofi Acquah-Dadzie, Thomas J. Sienkewicz, James T. McDonough, "World dictionary of foreign expressions: a resource for readers and writers", p.240, Bolchazy-Carducci Publishers, 1999, ISBN 0-86516-423-1
  3. ↑ Perijinan kapal-kapal oleh orang Portugis diusulkan dan dilakukan oleh Pangeran Henrique sang Navigator tahun 1443, setelah Pangeran Pedro memerinya hak monopoli navigasi, perang dan perdagangan di daratan selatan Cape Bojador. Kemudian hukum ini akan dilaksanakan oleh Bulla Dum Diversas (1452) dan Romanus Pontifex (1455), lalu semakin banyak bulla dan traktat yang diterapkan kemudian hari, yang paling signifikan adalah Perjanjian Tordesillas.

Daftar pustaka

  • Anand Prakash, "Origin and development of the law of the sea: history of international law revisited," BRILL, 1983, ISBN 90-247-2617-4
  • Tuck, Richard, Natural rights theories: their origin and development, Cambridge University Press, 1981, ISBN 0-521-28509-7
  • Ferreira, Ana Maria Pereira, O Essencial sobre Portugal e a Origem da Liberdade dos Mares, [Lisboa], Imprensa Nacional Casa da Moeda, [sd]. (Basics of Portugal and the Origin of Freedom of the Seas, in Portuguese)
  • Merêa, Paulo, «Os Jurisconsultos Portugueses e a Doutrina do “Mare Clausum”, Revista de História, nº 49, Lisboa, 1924, ("The Jurists and the Doctrine of the Portuguese" Mare clausum ", Journal of History, in Portuguese)
  • Saldanha, António Vasconcelos de, «Mare Clausum» Dicionário de História dos Descobrimentos Portugueses, vol. II, pp. II, pp. 685–686. (Dictionary of the History of Discoveries, in Portuguese)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan