Sabtu, 26 September 2026
14:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Mardaitai

Mardaitai (bahasa Yunani:Μαρδαΐται) atau al-Jarajima (bahasa Suryani:ܡܪ̈ܕܝܐ; bahasa Arab:الجراجمة / ALA-LC: al-Jarājimah), adalah etnis Marda yang mendiami wilayah dataran tinggi Pegunungan Nur (sekarang masuk wilayah Turki). Orang-orang Marda adalah penganut Kristen mula-mula yang mengikuti Miafisitisme atau Monotelitisme dan mungkin memiliki hubungan, tetapi belum terkonfirmasi, dengan Maronite.[1] Tidak banyak yang diketahui tentang etnis mereka, berkembang spekulasi bahwa mereka mungkin orang Persia atau Armenia, tetapi sumber lain mengklaim bahwa mereka adalah penduduk asli Levant atau bahkan mungkin dari semenanjung Arab.[1] Nama Arab mereka yang lain adalah al-Jarājimah, menunjukkan bahwa beberapa adalah penduduk asli kota Jurjum di Kilikia, tetapi nama itu juga ada dalam bahasa Arab dan diterjemahkan menjadi "Sakit" atau "Gila" seperti halnya kata "Mareed", karena gaya bertarungnya yang sengit dan pembalasan terhadap serangan. Mereka kemudian bergabung dengan berbagai budak dan petani yang melarikan diri selama terjadi pemberontakan dan dikatakan telah mengklaim wilayah dari "Kota Suci" ke "Gunung Hitam".[2]

Catatan

  1. 1 2 Kazhdan, Alexander (Ed.) (1991), Oxford Dictionary of Byzantium, Oxford University Press, hlm. 1297, ISBN 978-0-19-504652-6
  2. ↑ Canard, M. "Djaradjima". Dalam P. Bearman; Th. Bianquis; C.E. Bosworth; E. van Donzel; W.P. Heinrichs (ed.). Encyclopaedia of Islam. Vol. 2 (Edisi 2). BRILL. hlm. 457.

Referensi

  • Makrypoulias, Christos G. (2005), "Mardaites in Asia Minor", Encyclopedia of the Hellenic World - Asia Minor[pranala nonaktif permanen]
  • Phares, Walid. Lebanese Christian Nationalism: The Rise and Fall of an Ethnic Resistance. Boulder and London: Lynne Rienner Publishers, 1995.
  • Salibi, Kamal. A House of Many Mansions: The History of Lebanon Reconsidered, London: I B Tauris, 1988.
  • Salibi, Kamal. Maronite Historians of Medieval Lebanon, Beirut: American University of Beirut, 1959.
  • Salibi, Kamal. The Modern History of Lebanon, Delmar: Caravan Books, 1977.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan