Sabtu, 03 Oktober 2026
14:45 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Mardaitai

Bagikan:

Mardaitai (bahasa Yunani:Μαρδαΐται) atau al-Jarajima (bahasa Suryani:ܡܪ̈ܕܝܐ; bahasa Arab:الجراجمة / ALA-LC: al-Jarājimah), adalah etnis Marda yang mendiami wilayah dataran tinggi Pegunungan Nur (sekarang masuk wilayah Turki). Orang-orang Marda adalah penganut Kristen mula-mula yang mengikuti Miafisitisme atau Monotelitisme dan mungkin memiliki hubungan, tetapi belum terkonfirmasi, dengan Maronite.[1] Tidak banyak yang diketahui tentang etnis mereka, berkembang spekulasi bahwa mereka mungkin orang Persia atau Armenia, tetapi sumber lain mengklaim bahwa mereka adalah penduduk asli Levant atau bahkan mungkin dari semenanjung Arab.[1] Nama Arab mereka yang lain adalah al-Jarājimah, menunjukkan bahwa beberapa adalah penduduk asli kota Jurjum di Kilikia, tetapi nama itu juga ada dalam bahasa Arab dan diterjemahkan menjadi "Sakit" atau "Gila" seperti halnya kata "Mareed", karena gaya bertarungnya yang sengit dan pembalasan terhadap serangan. Mereka kemudian bergabung dengan berbagai budak dan petani yang melarikan diri selama terjadi pemberontakan dan dikatakan telah mengklaim wilayah dari "Kota Suci" ke "Gunung Hitam".[2]

Catatan

  1. 1 2 Kazhdan, Alexander (Ed.) (1991), Oxford Dictionary of Byzantium, Oxford University Press, hlm. 1297, ISBN 978-0-19-504652-6
  2. ↑ Canard, M. "Djaradjima". Dalam P. Bearman; Th. Bianquis; C.E. Bosworth; E. van Donzel; W.P. Heinrichs (ed.). Encyclopaedia of Islam. Vol. 2 (Edisi 2). BRILL. hlm. 457.

Referensi

  • Makrypoulias, Christos G. (2005), "Mardaites in Asia Minor", Encyclopedia of the Hellenic World - Asia Minor[pranala nonaktif permanen]
  • Phares, Walid. Lebanese Christian Nationalism: The Rise and Fall of an Ethnic Resistance. Boulder and London: Lynne Rienner Publishers, 1995.
  • Salibi, Kamal. A House of Many Mansions: The History of Lebanon Reconsidered, London: I B Tauris, 1988.
  • Salibi, Kamal. Maronite Historians of Medieval Lebanon, Beirut: American University of Beirut, 1959.
  • Salibi, Kamal. The Modern History of Lebanon, Delmar: Caravan Books, 1977.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan