Jumat, 02 Oktober 2026
08:17 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Mansa Musa

Mansa Musa

Bagikan:
Musa Keita I dari Mali
250px-Catalan_Atlas_BNF_Sheet_6_Mansa_Musa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Mansa Musa sedang memegang koin emas, dari Atlas Katalan 1375 (Paris, BnF, Espagnol 30, lembar 6). Labelnya berbunyi: Penguasa Hitam ini disebut Musse Melly dan merupakan penguasa tanah orang kulit hitam Gineva (Ghana). Raja ini adalah yang terkaya dan termulia di antara semua tanah ini karena banyaknya emas yang ditambang dari tanahnya.
Mansa Mali
Berkuasaca1312–1337 (25 tahun)
PendahuluAbubakari II
PenerusMaghan Musa
Lahir1280-an
Mali
Meninggalca 1337
Tidak diketahui
AyahFaga Laye[1]
PasanganInari Kunate
KeturunanMaghan Musa
WangsaDinasti Keita
AgamaIslam

Musa Keita I (lahir sekitar tahun 1280 - meninggal tahun 1337) adalah mansa kesepuluh Kekaisaran Mali (yang dapat diterjemahkan menjadi "sultan", "penakluk",[2] atau kaisar[3][4][5][6][7]). Ia berkuasa selama 25 tahun dari tahun 1312 sampai tahun 1337. Pada saat Mansa Musa naik tahta, wilayah Kekaisaran Mali mencakup bekas wilayah Kekaisaran Ghana di Mauritania selatan dan di Melle (Mali) serta wilayah-wilayah sekitarnya. Musa memiliki banyak gelar, seperti "Amir Melle", Penguasa Tambang-Tambang Wangara", dan "Penakluk Ghanata".[8] Mansa Musa konon telah menaklukkan 24 kota.[9]

Pada masanya, negara Mali merupakan penghasil emas terbesar di dunia, dan Mansa Musa merupakan salah satu orang terkaya dalam sejarah. Konon jumlah kekayaannya terlalu besar sehingga tidak dapat diperkirakan secara pasti.[10] Salah satu kisahnya yang paling dikenal adalah saat ia pergi untuk menunaikan ibadah haji di Mekkah.[11] Dalam perjalanannya, ia sangat dermawan dan membagi-bagi emasnya, tetapi tindakannya ini konon malah merusak ekonomi di Kairo, Medina, Mekkah dan kota-kota lain yang dilintasinya, karena nilai emas langsung jatuh dan harga-harga pun naik. Untuk memperbaiki keadaan ini, dalam perjalanan pulangnya, ia mencoba meminjam semua emas yang dapat ia bawa dari peminjam uang di Kairo dengan bunga yang tinggi, tetapi upaya ini kurang berhasil. Ini merupakan satu-satunya peristiwa dalam sejarah ketika satu orang mampu mengendalikan harga emas secara langsung di kawasan Laut Tengah.[11]

Mansa Musa meninggal pada tahun 1337 dan diteruskan oleh anaknya, Maghan I. Mansa Maghan adalah salah satu penguasa destruktif yang memulai kemunduran pelan kekaisaran Mali sampai disintegrasi penuh pada awal abad ke-17.

Catatan kaki

  1. ↑ Niane, D. T.: "Recherches sur l'Empire du Mali au Moyen âge". Presence Africaine. Paris, 1975.
  2. ↑ Lapidus, Ira M. A History of Islamic Societies. 3rd edn. New York, NY: Cambridge University Press, 2014, hlm 455.
  3. ↑ Knoblock, Kathleen, "An Interview with Ibn Battuta", Primary Source Fluency Activities: World Cultures (In Sub-Saharan Africa), Shell Education, 2007. ISBN978-1-4258-0102-1.
  4. ↑ Travels in Asia and Africa, 1325-1354, by Ibn Battuta, London 2005, hlm. 324, ISBN0-415-34473-5.
  5. ↑ Jansen, Jan (1998). "Hot Issues: The 1997 Kamabolon Ceremony in Kangaba (Mali)". The International Journal of African Historical Studies. 31 (2): 253–278. JSTOR 221083.{{cite journal}}: |url-access= memerlukan |url= On page 256, Jan Jansen writes: "Mansa is generally translated as 'king,' 'ruler' or 'ancestor.' The Griaulians, however, often translate mansa as 'God,' 'the divine principle' or 'priest king,' although they never argue the choice for this translation, which has an enormous impact on their analysis of the Kamabolon ceremony."
  6. ↑ Macbrair, Robert Maxwell, A Grammar of the Mandingo Language: With Vocabularies, London, 1873, hlm. 5.
  7. ↑ Berkin, Carol, Christopher Miller, Robert Cherny, James Gormly & Douglas Egerton, Making America – A History of the United States, 5th edition, Boston, 2011, hlm. 13. ISBN978-0-618-47139-3.
  8. ↑ Goodwin 1957, hlm. 109 harvnb error: tanpa target: CITEREFGoodwin1957 (bantuan).
  9. ↑ C. Conrad, David (1 Januari 2009). Empires of Medieval West Africa: Ghana, Mali, and Songhay. Infobase Publishing. hlm. 36-36. ISBN 1438103190. Diakses tanggal 1 November 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Jacob Davidson. "The 10 Richest People of All Time". CNNMoney. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-24. Diakses tanggal 2018-01-20..
  11. 1 2 Goodwin 1957, hlm. 110 harvnb error: tanpa target: CITEREFGoodwin1957 (bantuan).
Mansa Musa
Didahului oleh:
Abubakari II
Mansa Kekaisaran Mali
1312–1337
Diteruskan oleh:
Maghan


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan