Selasa, 27 Oktober 2026
12:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Manajemen pendidikan

Bagikan:

Manajemen pendidikan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan serta sumber untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin. Dalam dunia pendidikan, respons terhadap harapan tidak akan lepas dari pihak sekolah sehingga pihak sekolah diharuskan untuk memperbaiki kinerjanya khususnya dalam menyusun dan melaksanakan manajemen organisasi kependidikan yang tentunya memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan pendidikan. Hal ini terjadi karena dengan bermutunya kualitas penyusunan dan pelaksanaan pendidikan dapat mengantarkan setiap instansi menuju kesuksesan. Dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu tentu harus mengacu pada fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengawasan (controlling), serta evaluasi (evaluation). Fungsi-fungsi tersebut harus dilakukan secara terencana, sistematis, berkesinambungan sehingga tujuan yang hendak dicapai yaitu mutu pendidikan yang baik terlaksana.[1] Manajemen pendidikan diterapkan pada dasarnya untuk pembentukan karakter peserta didik. Karakter gotong royong menjadi salah satu karakter penting yang perlu dirumuskan dalam membentuk peserta didik untuk peduli satu sama lain.[2] Penerapan Manajemen pendidikan diperlukan organisasi yang melaksanakannya. Organisasi tersebut harus memiliki beberapa unsur-unsur seperi entitas sosial; bertujuan atau diarahkan oleh tujuan; memiliki sistem kegiatan terstruktur yang disengaja; dan ada batas waktu yang jelas.

Teori manajemen pendidikan

Inti dari manajemen pendidikan yaitu memadukan seluruh sumber daya yang ada, baik dari personel, materiel, dan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu baik. Tujuan pendidikan biasanya telah ditentukan oleh sebagian orang berdasarkan kesepakatan. Sumber daya yang produktif dapat mengahasilkan suasana kondusif. Perkembangan manajemen pendidikan di Indonesia telah berproses dengan cukup panjang. Manajemen pendidikan semakin beragam dengan perpaduan ilmu dari masa lampau dan ilmu teknologi yang semakin berkembang. Cara belajar siswa yang aktif dengan Kurikulum Merdeka telah digunakan. Dengan kata lain e-book, klasikal, buku, dan sebagainya telah digunakan. Semuanya dikembangkan dengan tujuan yang sama yaitu mengembangkan pola pikir dan pengembangan transfer ilmu agar dapat menjadikan logika anak manusia lebih memahami makna yang ada di dunia.[3]

Referensi

  1. ↑ Wakila, Yasya Fauzan (2021). "Konsep dan Fungsi Manajemen Pendidikan". Jurnal Ilmiah Sosial Teknik. 3 (2): 49–62. doi:10.46799/jequi.v3i1.33.
  2. ↑ Maulana, Irwan (2020-06-30). "MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER GOTONG ROYONG". Jurnal Isema: Islamic Educational Management. 5 (1): 127–138. doi:10.15575/isema.v5i1.5393. ISSN 2541-7088.
  3. ↑ Fitriandari, Mahayanti; Winata, Hendra (2021-04-16). "Manajemen Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia". Competence: Journal of Management Studies. 15 (1): 1–13. doi:10.21107/kompetensi.v15i1.10424. ISSN 2541-2655.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan