Kamis, 22 Oktober 2026
04:05 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Mambruk selatan

Mambruk selatan

spesies burung pengicau

Bagikan:
Mambruk Selatan
250px-Vogelpark_Olching_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Goura scheepmakeri
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. scheepmakeri
Nama binomial
Goura scheepmakeri
Finsch, 1876
250px-Scheepmaker%27s_Crowned_Pigeon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah penyebaran Mambruk Mahkota Selatan
Artikel takson sembarang

Mambruk selatan (Goura scheepmakeri) adalah sejenis Mambruk (Dara Mahkota) atau merpati darat besar yang menghuni dataran rendah bagian selatan Pulau Papua. Burung ini memiliki bulu berwarna biru-keabu-abuan dengan jambul rumit seperti renda biru, iris mata berwarna merah, dan bulu dada berwarna merah marun gelap. Baik jantan maupun betina memiliki penampilan yang sama. Burung ini berukuran rata-rata panjang 70 cm (28 in) dan berat 2,250 grams (5 lbs).[2]

Terdapat dua subspesies dari Mambruk selatan, dibedakan berdasarkan warna bulu bahu dan perut. Goura scheepmakeri sclateri di wilayah barat daya pulau Papua dengan bahu merah marun dan perut biru-abu-abu, dan ras Goura scheepmakeri scheepmakeri di pulau Papua tenggara dengan bahu biru-abu-abu dan bagian bawah merah marun. Burung ini juga terlihat mirip dengan kerabatnya Mambruk victoria, dan Mambruk ubiaat.

250px-GouraScheepmakeriFinsch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi karyaOtto Finsch (1875)

Spesies ini pertama kali ditemukan dunia ilmiah oleh Otto Finsch yang menemukan dua burung hidup dari pedagang satwa langka C. Scheepmaker di kebun binatang Amsterdam Zoo dan dinamakan berdasarkan dia.[3]

Karena burung ini jinak dan sering kali diburu untuk daging dan bulunya yang indah, burung ini dikategorikan ke dalam rentan dalam daftar spesies terancam IUCN Red List. Burung ini dimasukan dalam daftar Appendix II CITES.

250px-Mambruk_selatan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Goura scheepmakeri". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "A Guide to the Pigeons and Doves of the World" by David Gibbs, Eustace Barnes & John Cox. Yale University Press (2001), ISBN 0-300-07886-2.
  3. ↑ Finsch, Otto (1875). "On a new species of crown-pigeon". Proceedings of the Zoological Society of London: 631–633.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan