Senin, 28 September 2026
12:31 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Selaput pelangi

Selaput pelangi

"Iris (anatomi)" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Iris (disambiguasi).
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Selaput pelangi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Selaput pelangi
330px-Human_eye_close_up%2C_anterior_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Selaput pelangi yang berwarna coklat muda
330px-Schematic_diagram_of_the_human_eye_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram mata manusia
Rincian
Pengidentifikasi
Bahasa Latiniris
MeSHD007498
TA98A15.2.03.020
TA26753
FMA58235
Daftar istilah anatomi

Selaput pelangi atau iris adalah daerah berbentuk gelang pada mata yang dibatasi oleh pupil dan sklera (bagian putih dari mata). Pada manusia dan umumnya binatang menyusui dan burung, selaput pelangi berperan sebagai pengendali diameter dan ukuran pupil, dan karena itu dapat mengatur jumlah cahaya yang sampai ke retina. Dalam istilah optika, pupil merupakan bukaan, sementara selaput pelangi adalah diafragma.

Selaput pelangi terdiri dari dua lapisan: stroma pada bagian depan dan sel epithelial di belakangnya. Menurut areanya, selaput pelangi terbagi menjadi dua: zona pupil dan zona siliaris.

Pada binatang menyusui dan amfibi, sel ototnya merupakan otot lurik, namun pada reptil (termasuk burung) sel ototnya berupa otot serat melintang. Pada kebanyakan ikan tidak keduanya, maka selaput pelanginya tidak bisa melebar dan mengerut, jadi ukuran pupilnya selalu dalam keadaan tetap.[1]

250px-Human_Iris_JD052007.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada gambar ini, selaput pelangi atau iris adalah bagian biru pada mata

Tekstur visual dari selaput pelangi dibentuk selama perkembangan janin dan menstabilkan diri sepanjang dua tahun pertama dari kehidupan janin. Tekstur selaput pelangi yang kompleks membawa informasi sangat unik dan bermanfaat untuk pengenalan pribadi. Kecepatan dan ketelitian dari sistem pengenalan berbasis Iris sangat menjanjikan dan sangat memungkinkan untuk digunakan pada sistem identifikasi berskala besar. Masing-masing selaput pelangi adalah unik dan seperti sidik jari, tekstur selaput pelangi dari kembar identik adalah berbeda. Tekstur dari selaput pelangi sangat sulit untuk dirusak melalui pembedahan. Kelemahan dari pengenalan dengan selaput pelangi adalah alat untuk akuisisi data relatif mahal, karena alat akuisisi harus menjamin kenyamanan pengguna dalam memakainya.[butuh rujukan]

Etimologi

Kata "iris" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pelangi", yang juga merupakan dewi plus utusan para dewa dalam Iliad,[2] yang mana hal ini juga dikarenakan banyaknya warna pada bagian mata ini.

Warna mata

Selaput pelangi biasanya sangat berpigmen, dengan warna antara cokelat, hazel, hijau, abu-abu, atau biru. Terkadang, warnanya berbeda karena kurangnya pigmentasi, seperti putih merah muda pada penderita albinisme,[3] atau karena pengaburan pigmen oleh pembuluh darah, seperti merah pada selaput pelangi abnormal. Meskipun berbeda-beda warna, satu-satunya pigmen yang berpengaruh penting pada warna selaput pelangi manusia normal adalah pigmen gelap melanin. Banyaknya pigmen melanin dalam selaput pelangi merupakan satu faktor dalam menentukan karakter warna mata seseorang. Secara struktural, molekul besar ini hanya sedikit berbeda dari jumlah yang sama ditemukan pada kulit dan rambut.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ 1894-1973., Romer, Alfred Sherwood, (1978). The vertebrate body (Edisi 5th ed., shorter version). Philadelphia: Saunders. ISBN 9780721676821. OCLC 60007175.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ "Georg Autenrieth, A Homeric Dictionary, ἶρις". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2024-12-10.
  3. ↑ "Eye, Human" Encyclopædia Britannica 2006 Ultimate Reference Suite DVD, 2006


Ikon rintisan

Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan