Kepulauan Falkland Kepulauan Malvinas | |
|---|---|
| Semboyan: Desire the right (Inggris: Keinginan berbuat baik) | |
| Lagu kebangsaan: God Save the King Lagu nasional: Song of the Falklands | |
| Ibu kota [[Daftar kota di Kepulauan Falkland Kepulauan Malvinas|(dan kota terbesar)]] | Stanley 51°41′43″S 57°50′58″W / 51.69528°S 57.84944°W / -51.69528; -57.84944 |
| Bahasa resmi | Inggris |
| Pemerintahan | Dependensi parlementer |
• Raja | Charles III |
• Gubernur | Alison Blake |
| Andy Keeling | |
| Legislatif | Legislative Assembly |
| Pembentukan | |
| 1833 | |
| 1841 | |
| 1981 | |
| 2002 | |
| Luas | |
• Total | 12.200 km2 (4.700 sq mi)(162) |
• Perairan (%) | 0 |
| Populasi | |
• Perkiraan 2015 | 3.000[1](244) |
• Sensus 2016 | 3.398[2](0) |
• Kepadatan | 0,28/km2 (0,7/sq mi)(0) |
| PDB (KKB) | 2013 |
• Total | $228,5 juta[3] |
• Per kapita | $96.962(4) |
| PDB (nominal) | 2007 |
• Total | $164,5 juta[4] |
• Per kapita | $55.400[4] |
| Gini (2015) | ▲ 36.0[5] ketimpangan sedang |
| IPM (2010) | 0.874[6] sangat tinggi (20) |
| Mata uang | Pound Kepulauan Falkland (FK£) (FKP) |
| Zona waktu | UTC-4 (Waktu Standar Kepulauan Falkland (FKST)) |
| Kode telepon | +500 |
| Kode ISO 3166 | FK |
| Ranah Internet | .fk |
Kepulauan Falkland adalah sebuah kepulauan seberang laut milik Britania Raya yang terletak di Samudra Atlantik Selatan. Kepulauan Falkland (bahasa Spanyol: *Islas Malvinas* di Argentina) adalah gugusan kepulauan sub-Antartika yang terdiri dari 776 pulau yang terletak di Laut Argentina, di bagian barat daya Samudra Atlantik. Kepulauan ini—dengan luas total sedikit lebih dari 12.000 kilometer persegi dan populasi sekitar 3.541 jiwa (yang sebagian besar terkonsentrasi di ibu kotanya, Stanley)—merupakan wilayah seberang laut milik Britania Raya di Samudra Atlantik Selatan yang berada di Benua Amerika Selatan, tetapi letaknya terpisah dari daratan Benua Amerika Selatan di lepas pantai timur Patagonia, Argentina sejauh 300 mi (480 km). Gugusan kepulauan ini terbagi menjadi dua pulau utama, Falkland Timur dan Falkland Barat, serta beberapa pulau kecil lainnya. Ibu kotanya adalah Stanley yang terletak di Pulau Falkland Timur.
Kedaulatan atas kepulauan ini dipersengketakan oleh Argentina yang menamainya sebagai "Kepulauan Malvinas" (bahasa Spanyol:Islas Malvinas). Nama itu diambil dari bahasa Prancis Iles Malouines yang berasal dari saat nelayan St Malo menduduki Falkland dalam waktu singkat. Kepulauan Falkland digolongkan oleh Komite Dekolonisasi PBB sebagai salah satu dari 16 Wilayah Jajahan di dunia. Warga Kepulauan Falkland atau Malvinas memutuskan untuk tetap menjadi bagian dari Inggris Raya dalam sebuah referendum yang dilaksanakan pada 11 Maret 2013.[7]
Referendum itu ilegal karena Resolusi A/RES/2065 (XX)[8] Majelis Umum PBB tidak mengakui hak menentukan nasib sendiri dalam Kasus Kepulauan Falkland (Malvinas). Alasan utama warga Falkland (Malvinas) tidak mendapatkan hak untuk menentukan nasib sendiri adalah karena warga tersebut digolongkan sebagai keturunan pemukim Inggris bukan sebagai masyarakat adat yang ditundukkan oleh kolonial. Karena alasan ini, referendum tidak diselenggarakan oleh PBB.[9][10][11]
Etimologi
Nama "Kepulauan Falkland" berasal dari Falkland Sound yang merupakan sebuah selat yang memisahkan dua pulau utama.[12] Nama "Falkland" diterapkan pada channel oleh John Strong, kapten ekspedisi Inggris yang mendarat di pulau-pulau tersebut pada tahun 1690. Strong menamai selat itu untuk menghormati Anthony Cary, Viscount Falkland ke-5 yang merupakan seorang Bendahara Angkatan Laut yang mensponsori perjalanannya.[13] Judul Viscount tersebut berasal dari kota Falkland, Skotlandia. Nama kota itu mungkin berasal dari istilah Gaelik yang mengacu pada "kandang" (lann),[A] tetapi mungkin kurang masuk akal jika dari istilah Anglo-Saxon "tanah rakyat " (tanah yang dipegang oleh folk-right).[15] Nama "Falklands" tidak diterapkan ke pulau tersebut sampai dengan tahun 1765, ketika kapten John Byron dari Britania Raya mengklaimnya untuk Raja George III sebagai "Kepulauan Falkland".[16]
Nama umum kepulauan ini dalam bahasa Spanyol adalah Islas Malvinas yang berasal dari bahasa Prancis Îles Malouines—nama yang diberikan ke pulau-pulau tersebut oleh penjelajah Prancis Louis-Antoine de Bougainville pada tahun 1764.[17] Bougainville, yang mendirikan pemukiman pertama pulau tersebut, menamai area tersebut dengan nama pelabuhan Saint-Malo (titik keberangkatan kapalnya dan penjajah).[18] Pelabuhan yang terletak di wilayah Brittany Prancis barat, dinamai menurut St. Malo (atau Maclou), orang Kristen penginjil yang mendirikan kota itu.[19]
Pada tahun 1965, pada sesi ke-20[20] Komite Keempat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan bahwa, dalam semua bahasa selain bahasa Spanyol, semua dokumentasi PBB akan menetapkan wilayah tersebut sebagai Kepulauan Falkland (Malvinas) . Dalam bahasa Spanyol, wilayah itu ditetapkan sebagai Islas Malvinas (Kepulauan Falkland).[21] Nomenklatur yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk keperluan pemrosesan statistik adalah Kepulauan Falkland (Malvinas).[22]
Sejarah

Kedatangan Bangsa Eropa Kepulauan Falkland kemungkinan ditemukan oleh para penjelajah Eropa pada abad ke-16. Pada tahun 1690, sebuah kapal Inggris berlayar melintasi selat yang memisahkan kedua pulau utama tersebut, dan sang kapten menamainya "Kepulauan Falkland" untuk menghormati *First Lord of the Admiralty* (kepala angkatan laut Inggris) yang menjabat saat itu. Inggris tertarik pada kepulauan ini karena nilai strategisnya sebagai titik singgah untuk mengitari Tanjung Horn, namun pihak Prancis-lah yang pertama kali mendirikan permukiman di sana.
Ada beberapa klaim mengenai para pelaut yang pertama kali melihat Kepulauan Falkland. Namun pelaut asal Portugis Esteban Gómez dipercayai sebagai penemu kepulauan tersebut pada 1520. Sejumlah peta lama, terutama milik Spanyol, menggunakan nama "Kepulauan Sanson". Nama "Sanson" adalah versi salah eja dari nama "S. Anton", nama kapal yang dikomandoi oleh Esteban Gómez.[23][24]
Berikut ialah sejarah penjelajahan Kepulauan Falkland:[butuh rujukan]
- 1504: Amerigo Vespucci (Italia)
- 1520: Esteban Gómez (Portugis)
- 1540: Ferdinand Camargo (Spanyol)
- 1600: Sebald de Weert (Belanda)
- 1690: John Strong (Britania)
- 1701: Gouin de Beauchesne (Prancis)
Pada tahun 1764, seorang bangsawan Prancis bernama Antoine Louis de Bougainville mendirikan permukiman Port Saint Louis di Pulau Falkland Timur. Para pemukim tersebut berasal dari kota Saint-Malo di Prancis dan dikenal sebagai "Malouins" (atau *Malvinas* dalam bahasa Spanyol, yang menjadi asal-usul nama Spanyol bagi kepulauan tersebut).[5] Pada tahun yang sama, yakni 1764, klaim kedaulatan *de facto* atas kepulauan itu untuk pertama kalinya dinyatakan. Pada tahun 1765—setahun setelah permukiman Prancis didirikan—sebuah ekspedisi Inggris melakukan survei terhadap wilayah pesisir dan menyatakan bahwa kepulauan tersebut merupakan milik Mahkota Inggris. Setahun kemudian, Inggris mendirikan permukiman bernama Port Egmont di Pulau Saunders, di sebelah barat Falkland Barat.[6] Awalnya, pihak Inggris dan Prancis tidak menyadari keberadaan satu sama lain; namun, begitu masing-masing pihak mengetahui keberadaan pihak lain di kepulauan tersebut, sengketa kedaulatan yang pertama pun bermula. Namun, pada tahun 1774, pihak Inggris mengevakuasi permukiman tersebut sebagai bagian dari kebijakan pengurangan skala operasi; mereka meninggalkan sebuah bendera dan plakat yang menegaskan klaim mereka atas kepulauan tersebut. Evakuasi oleh Inggris rampung pada tahun 1776, dan Spanyol mengambil alih kendali atas kepulauan itu. Pada tahun 1777, Spanyol menghancurkan sisa-sisa Port Egmont; plakat Inggris tersebut dicopot dan dikirim ke Buenos Aires. Pada tahun 1811, Spanyol menarik garnisun militer yang ditempatkan di Port Louis akibat adanya pemberontakan melawan kekuasaan kolonial Spanyol. Mereka meninggalkan sebuah plakat yang menegaskan kedaulatan mereka atas kepulauan tersebut.
Pada tahun 1829, seorang pedagang bernama Luis Vernet mendirikan kembali permukiman di Port St. Louis—yang dikenal oleh pihak Spanyol sebagai Puerto Soledad. Vernet meminta izin untuk langkah ini dari pemerintah di Buenos Aires, yang kemudian mengangkatnya sebagai gubernur kepulauan tersebut atas nama pemerintah. Namun, Vernet juga mengoordinasikan tindakannya dengan pihak berwenang Inggris, yang memberikan persetujuan secara prinsip. Inggris kemudian menarik kembali persetujuan mereka terhadap koloni Vernet setelah terlihat jelas bahwa tindakannya mengarah pada penegasan kedaulatan oleh United Provinces of the Río de la Plata. Pihak Inggris memprotes klaim Vernet atas hak eksklusif penangkapan ikan dan perburuan anjing laut di sekitar kepulauan tersebut, namun otoritas Amerika Selatan mengabaikan protes Inggris itu. Pada tanggal 2 Januari 1833, sebuah kapal Inggris tiba di kepulauan tersebut dan menuntut penurunan bendera Argentina. Komandan setempat memenuhi tuntutan itu karena kekuatan Inggris yang lebih unggul serta fakta bahwa sebagian besar kontingen Argentina terdiri dari tentara bayaran Inggris yang menolak untuk bertempur melawan rekan senegara mereka sendiri. Setelah penarikan pasukan Argentina, Inggris mengambil alih kendali atas kepulauan tersebut.
Pada tanggal 5 April 1764, setelah penyelesaian benteng, Louis Antoine de Bougainville secara resmi mengambil alih Kepulauan Falkland (Malvinas) atas nama Raja Louis XV dari Prancis.[25]
Bersamaan dengan dilakukannya permukiman oleh pihak Inggris di kepulauan tersebut, Prancis mengalihkan kedaulatan atas wilayah itu kepada Spanyol pada tahun 1766—sebagai bagian dari kewajibannya berdasarkan Perjanjian Utrecht dan mengingat klaim Spanyol untuk menguasai sebagian wilayah Amerika Selatan menurut Perjanjian Tordesillas. Pada tahun 1770, pihak Spanyol mengusir Inggris dari Port Egmont. Kedua belah pihak nyaris terlibat konflik, namun pada akhirnya tercapai kesepakatan yang mengizinkan Inggris untuk kembali ke Port Egmont pada tahun 1771. Deklarasi Masserano[26] secara tegas menyatakan bahwa pemulihan ini dilakukan semata-mata untuk memperbaiki pelanggaran yang dilakukan terhadap Raja George III sebagai akibat dari pengusiran paksa warga Britania. Deklarasi tersebut selanjutnya menyatakan bahwa pemulihan ini tidak dapat diartikan sebagai pelepasan kedaulatan oleh Spanyol. Britania Raya menerima deklarasi tersebut tanpa protes meskipun Spanyol reservasi. Penerimaan Britania tersebut merupakan pengakuan atas kedaulatan Spanyol atas kepulauan tersebut. Perwakilan Prancis di London, Francès, dalam nota diplomatiknya tertanggal 22 Januari 1771, yang ditujukan kepada La Vrilliere, menyatakan bahwa: “Dengan menerima reservasi ini dan tidak membalasnya, Inggris secara diam-diam mengakui hak-hak Spanyol, yang [...] dengan demikian memperoleh kekuatan baru melalui keheningan Inggris” (L'Angleterre en recevant cette reserve et en n'y répondant point reconnoit tacitement les droits de l'Espagne [...] qui acquierent une nouvelle force par le silence de l'Angleterre sur cet article de la déclaration).[27][28] Dan William Pitt, Earl Pertama Chatham, menyatakan di Parlemen Britania pada tanggal 25 Januari 1771, bahwa Deklarasi Masserano “adalah kompromi yang memalukan. Itu bukanlah kepuasan; tidak ada ganti rugi. Hak tidak dijamin, dan bahkan restitusi pun tidak lengkap; bahwa hanya Port Egmont yang dikembalikan, bukan Pulau Falkland” (it appeared to be an ignominious compromise. It was no satisfaction; no neparation. The right was not secured, and even the restitution was incomplete; that Port Egmont alone is restored, not Falkland's Island).[29]
Pada 1766, Prancis mengakui kedaulatan Spanyol atas Kepulauan Falkland setelah Spanyol memprotes pendirian Port Louis. Pada tanggal 1 April 1767, koloni tersebut secara resmi dipindahkan ke Kerajaan Spanyol dan nama Port Louis diubah menjadi Puerto de la Soledad.[30]
Pada tanggal 25 Mei 1810, Argentina secara de facto merdeka dari Spanyol dan mulai mengatur dirinya sendiri dengan otoritasnya sendiri dan mendikte hukumnya sendiri. Sejak tanggal itu, Argentina mewarisi hak Spanyol atas Kepulauan Falkland (Malvinas) berdasarkan prinsip "Uti possidetis iuris".[31]
Pada tanggal 6 November 1820, David Jewett secara resmi menguasai Kepulauan Falkland atas nama Provinsi Bersatu Río de la Plata (nama lama Argentina). Upacara pengambilalihan dilakukan di hadapan James Weddell dan kapten kapal Amerika dan Inggris lainnya yang hadir. Inggris Raya tidak membuat reservasi atau protes atas pengambilalihan ini.[32]
Pada 1825, Inggris dan Provinsi Bersatu Río de la Plata menandatangani Traktat Persahabatan, Perdagangan, dan Navigasi. Inggris Raya tidak membuat reservasi atau protes tetang kedaulatan atas Kepulauan Falkland dalam Traktat.[33]
Pada tanggal 15 Juni 1826, Luis Vernet menetap di Puerto de la Soledad. Pada 1829, Argentina menunjuk Luis Vernet Gubernur Kepulauan Malvinas.[34]
Pada tanggal 3 Januari 1833, Inggris merebut Kepulauan Falkland itu dengan paksa dari kekuasaan Argentina, tetapi Argentina tidak melepaskan klaimnya.
Perang Dunia I
Pada tahun pertama Perang Dunia I, tepatnya tanggal 8 Desember 1914, Pertempuran Kepulauan Falkland terjadi di dekat Stanley—sebuah pertempuran laut antara satu skuadron Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan satu skuadron Angkatan Laut Kekaisaran Jerman yang dipimpin oleh Laksamana Graf Maximilian von Spee. Pertempuran tersebut berakhir dengan kemenangan Inggris: skuadron Jerman dihancurkan, sementara Spee beserta kedua putranya tewas.
Sisa Abad ke-20
Selama masa kedaulatan Inggris yang dimulai pada tahun 1833, Argentina tidak pernah melepaskan klaimnya atas kepulauan tersebut[7] dan bersikeras mencantumkan hal ini dalam berbagai perjanjian diplomatik dari waktu ke waktu[8]. Pada masa Perang Dunia II, kepulauan ini berfungsi sebagai pangkalan angkatan laut Inggris yang vital; harapan pihak Poros bahwa sengketa kepulauan tersebut akan mendorong Argentina untuk mendukung mereka ternyata tidak terbukti[9], meskipun Argentina tetap bersikap netral hampir sepanjang perang dan baru menyatakan perang terhadap Jerman menjelang akhir konflik—akibat tekanan Amerika—hanya beberapa minggu sebelum perang berakhir.
Pada awal tahun 1948, Argentina mengirim kapal perang untuk melakukan manuver di sekitar kepulauan tersebut, sementara Inggris juga mengerahkan kapal patrolinya sendiri ke wilayah itu[10]. Argentina meminta bantuan Amerika Serikat untuk mempertahankan kepulauan tersebut dari kemungkinan invasi Inggris, namun permintaan itu ditolak[11]. Inggris mengusulkan agar masalah kedaulatan atas kepulauan tersebut diserahkan kepada Mahkamah Internasional[12], tetapi Argentina menolaknya[13]. Pada akhir tahun 1952, sengketa mengenai Kepulauan Falkland memicu ketegangan diplomatik antara Uruguay dan Argentina; hal ini bermula dari keputusan Uruguay untuk menunjuk seorang konsul bagi wilayah Falkland serta pemberian izin bagi pesawat Inggris untuk terbang dari Uruguay menuju kepulauan tersebut[14].
Pada bulan September 1966, di tengah kunjungan Pangeran Philip ke Argentina, kelompok nasionalis Argentina membajak sebuah pesawat menuju Kepulauan Falkland dan menyatakan aneksasi wilayah tersebut ke dalam wilayah Argentina; namun, tindakan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah Argentina[15].
Agresi militer Inggris terhadap Argentina inilah yang menjadi awal sengketa wilayah kedua negara sampai sekarang. Pada 1982, Argentina sempat menginvasi Kepulauan Falkland (Malvinas), tetapi Inggris berhasil merebut kembali kepuluan tersebut setelah berhasil memenangkan perang Falkland (Malvinas).[35]

Lihat juga: Perang Falkland.
Perang Falkland
Pada tanggal 2 April 1982, perang meletus antara Inggris dan Argentina. Argentina sempat menguasai kepulauan tersebut dengan dasar klaim kepemilikan historis. Perang berakhir pada tanggal 14 Juni dengan kemenangan bagi Inggris, dan kepulauan tersebut kembali berada di bawah kedaulatan Inggris. Argentina masih menganggap kepulauan tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan mengklaim kedaulatan atas wilayah itu. Meskipun hubungan antara Argentina dan Inggris telah kembali normal, pemerintah Argentina secara konsisten menegaskan kembali klaim kedaulatannya dalam setiap pertemuan resmi antara perwakilan Argentina dan Inggris. Pemerintah daerah Kepulauan Falkland telah melarang warga negara Argentina untuk mengunjungi kepulauan tersebut sejak berakhirnya perang.
Pada awal tahun 2010, menyusul pengumuman oleh sebuah perusahaan minyak Inggris mengenai dimulainya operasi pengeboran di daerah tersebut, hubungan antara Argentina dan Inggris memburuk; Argentina bahkan mengancam akan mengerahkan angkatan laut untuk mencegah kapal-kapal Inggris mencapai wilayah tersebut[16]. Pada Juni 2012, pemerintah Kepulauan Falkland mengumumkan bahwa penduduk akan mengadakan referendum pada paruh pertama tahun 2013 untuk memutuskan apakah akan tetap menjadi wilayah Inggris. Dalam referendum yang diadakan pada tanggal 10–11 Maret 2013, penduduk Kepulauan Falkland memilih dengan mayoritas besar untuk tetap berada di bawah kedaulatan Inggris. Dari 1.517 pemilih, hanya tiga yang memberikan suara menentang langkah tersebut[17].
Selama diskusi dan pemungutan suara komite PBB pada Maret 2016 mengenai batas landas kontinen Argentina, diputuskan untuk memperluas wilayah maritim negara tersebut sekitar 35%, sehingga mencakup perairan di sekitar Kepulauan Falkland[18].
Tidak ada orang pribumi yang tinggal di Falkland ketika bangsa Eropa datang, walaupun ada beberapa bukti yang diperdebatkan mengenai kedatangan manusia sebelumnya. Argumen yang paling kuat ialah rubah Warrah (Canis antarcticus/Dusicyon australis) yang kemungkinan keturunan culpeo (digunakan sebagai anjing pemburu oleh suku Yaghan di Tierra del Fuego) Amerika Selatan. Rubah warrah yang kini sudah punah sering mengganggu hewan ternak pada saat itu. Kecil kemungkinan bagi rubah warrah untuk mencapai pulau itu dengan sendirinya.[butuh rujukan]
Geografi

Kepulauan Falkland terletak 480 kilometer dari pantai tenggara Argentina, 1.080 km dari Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, sekitar 12.500 km dari Inggris, dan 940 km dari Wilayah Antartika Inggris (yang mencakup wilayah di Antartika yang diklaim oleh Argentina dan Chili). Luas total kepulauan ini adalah sekitar 12.000 kilometer persegi. Dua pulau utamanya adalah Falkland Timur, dengan luas 6.680 km², dan Falkland Barat, dengan luas 5.280 km². Kedua pulau tersebut dipisahkan oleh Selat Falkland. Kepulauan ini umumnya memiliki karakteristik berupa medan berbukit, vegetasi yang tumbuh rendah, dan iklim samudra yang banyak curah hujannya.
Kepulauan Falkland memiliki luas daratan 4,700 sq mi (12,17 km2) dan garis pantai diperkirakan 800 mi (1.300 km).[36] Kepulauan ini terdiri dari dua pulau utama, Falkland Barat dan Falkland Timur, serta 776 pulau kecil lainnya.[37] Pulau-pulau tersebut sebagian besar bergunung-gunung dan berbukit-bukit,[38] kecuali di daratan Lafonia (sebuah semenanjung yang membentuk bagian selatan Falkland Timur).[39] Falklands terdiri dari fragmen kerak benua yang dihasilkan dari pecahnya Gondwana dan pembukaan Atlantik Selatan yang dimulai 130 juta tahun yang lalu. Pulau-pulau tersebut terletak di Samudra Atlantik Selatan, sekitar 300 mi (480 km) timur Patagonia di selatan Argentina.[40]
Perkiraan lokasi Kepulauan Falkland adalah berada di lintang 51°40′ – 53°00′ S dan bujur 57°40′ – 62°00′ W.[41] Dua pulau utama kepulauan ini dipisahkan oleh Falkland Sound,[42] dan lekukan pesisirnya yang dalam membentuk pelabuhan alami.[43] Falkland Timur terdapat kota Stanley (ibu kota dan pemukiman terbesar),[41] pangkalan militer Inggris di RAF Mount Pleasant, dan titik tertinggi kepulauan ini: Gunung Usborne dengan ketinggian 2.313 ft (705 m).[42] Di luar permukiman penting ini terdapat area yang dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai "Kamp", yang berasal dari istilah bahasa Spanyol untuk pedesaan (Campo).[44]
Iklim Kepulauan Falkland bervariasi mulai dingin, berangin, lembab, hingga iklim kutub.[40] Variabilitas cuaca harian bertipikal di seluruh kepulauan.[45] Curah hujan biasa terjadi selama setengah tahun, rata-rata 610 mm (24 in) di Stanley, dan hujan salju ringan sporadis terjadi hampir sepanjang tahun.[38] Secara historis, suhu tetap antara 211 dan −111 °C (412 dan −168 °F) di Stanley, dengan suhu rata-rata bulanan bervariasi dari 9 °C (48 °F) di awal tahun hingga −1 °C (30 °F) pada bulan Juli.[45] Angin baratan yang Kuat dan langit mendung biasa terjadi di kepulauan ini.[38]
Pemerintah

Kepulauan Falkland adalah koloni yang berpemerintahan sendiri di Wilayah Seberang Laut Britania Raya.[46] Di bawah konstitusi tahun 2009, pulau-pulau tersebut memiliki pemerintahan internal penuh; Inggris bertanggung jawab atas urusan luar negeri, mempertahankan kekuasaan "untuk melindungi kepentingan Inggris dan memastikan tata kelola wilayah yang baik secara keseluruhan".[47] Raja Britania Raya berperan sebagai kepala negara, dan otoritas eksekutif yang dijalankan atas nama raja oleh gubernur, yang mengangkat Kepala Eksekutif Kerajaan Inggris Kepulauan Falkland|kepala eksekutif atas saran anggota Majelis Legislatif.[48]
Gubernur Alison Blake diangkat pada Juli 2022[49] dan Pejabat tertinggi Eksklusif Andy Keeling diangkat pada April 2021.[50] Menteri Britania Raya yang bertanggung jawab atas Kepulauan Falkland sejak 2022, Zac Goldsmith, mengelola kebijakan luar negeri Britania Raya terkait kepulauan tersebut.[51]
Gubernur bertindak atas saran Dewan Eksekutif kepulauan, yang terdiri dari kepala eksekutif, Direktur Keuangan dan tiga anggota terpilih Dewan Perwakilan Rakyat (dengan gubernur sebagai ketua). Majelis Legislatif, sebuah unicameral legislature, terdiri dari kepala eksekutif, direktur keuangan dan delapan anggota (lima dari Stanley dan tiga dari Camp) yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun oleh hak pilih universal. Semua politikus di Kepulauan Falkland adalah independen; tidak ada partai politik di pulau-pulau itu.[52] Sejak Pemilihan umum 2013, anggota Dewan Legislatif telah menerima gaji dan diharapkan untuk bekerja penuh waktu dan melepaskan semua pekerjaan atau kepentingan bisnis yang dipegang sebelumnya.[53]
Politik

Otoritas eksekutif berada di bawah wewenang Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara dan gubernur mendapat mandat sebagai kepala pemerintahan. Pertahanan dan keamanan merupakan tanggung jawab Britania Raya. Sebuah konstitusi disusun pada 1985. Delapan orang Dewan Legislatif dipilih setiap empat tahun.[butuh rujukan]
Dewan Eksekutif yang menasihati Gubernur terdiri dari Kepala Eksekutif, Sekretaris Finansial dan tiga Dewan Legislatif. Dewan Eksekutif dipimpin oleh Gubernur. Dewan Legislatif terdiri dari Kepala Eksekutif, Sekretaris Finansial dan delapan Dewan Legislatif.[butuh rujukan]
Kekalahan Argentina dalam perebutan Falkland mengakibatkan runtuhnya kekuasaan diktator militer Argentina pada 1983. Pertentangan mengenai kontrol kepulauan tersebut masih berlangsung hingga kini. Pada 2001, Perdana Menteri Britania Tony Blair menjadi tokoh Britania pertama yang berkunjung ke Argentina sejak perang terjadi. Pada peringatan perang ke-22, Presiden Argentina Nestor Kirchner berpidato dengan salah satu topiknya mengenai keyakinan bahwa Kepulauan Falkland suatu saat akan menjadi milik Argentina. Selama menjabat sebagai presiden pada 2003, Kirchner menjadikan kepulauan tersebut sebagai prioritas utamanya. Pada Juni 2003, isu tersebut menjadi pembicaraan sebuah komite PBB, dan berbagai langkah telah ditempuh untuk membuka pembicaraan dengan Britania untuk menyelesaikan masalah ini. Penduduk Falkland tetap melihat diri mereka sebagai warga negara Britania.[butuh rujukan]
Pertahanan
Pertahanan pulau ini menjadi tanggung jawab Britania Raya.[54] Sebuah garnisun militer Inggris yang ditempatkan di pulau-pulau tersebut, dan pemerintah Kepulauan Falkland mendanai tambahan peleton untuk kompi berukuran infanteri ringan untuk Pasukan Pertahanan Kepulauan Falkland.[55] Kepulauan Falkland mengklaim sebuah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang membentang sejauh 200 nmi (370 km) dari garis dasar pesisirnya, berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut; zona ini tumpang tindih dengan ZEE Argentina.[56]
Sengketa kedaulatan
Inggris dan Argentina sama-sama menegaskan kedaulatan mereka atas Kepulauan Falkland. Inggris mendasarkan posisinya pada administrasi pulau-pulau yang berkelanjutan sejak 1833 dan "hak penduduk pulau untuk menentukan nasib mereka sendiri sebagaimana diatur dalam Piagam PBB".[57][58][59] Argentina mengklaim bahwa, ketika Argentina mencapai kemerdekaan pada tahun 1816, ia memperoleh Falklands dari Spanyol.[60][61][62] Insiden tahun 1833 sangat diperdebatkan, ketika Argentina menganggapnya sebagai bukti "perampasan Inggris" sedangkan Inggris mengabaikannya hanya sebagai penegasan kembali klaimnya.[63][B]
Pada tahun 2009, perdana menteri Inggris Gordon Brown, mengadakan pertemuan dengan presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner, dan mengatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kedaulatan Falklands.[66] Pada bulan Maret 2013, Kepulauan Falkland mengadakan referendum tentang status politiknya: 99,8% suara yang diberikan memilih untuk tetap menjadi wilayah luar negeri Inggris.[67][68] Sementara Argentina tidak mengakui Kepulauan Falkland sebagai mitra dalam negosiasi.[60][69][70]
Flora dan Fauna

Kepulauan Falkland merupakan bagian dari wilayah Antartika, dengan keterkaitan erat terhadap flora dan fauna Patagonia di daratan Amerika Selatan. Burung darat mendominasi kehidupan burung di Falkland. Satu-satunya spesies burung endemik di Kepulauan Falkland adalah bebek *steamer* Falkland (yang tidak bisa terbang) dan burung *wren* Cobb. Sebanyak enam puluh tiga spesies berkembang biak di kepulauan ini, termasuk 14 subspesies endemik. Satu-satunya mamalia darat endemik di kepulauan ini, yaitu *warrah*, telah diburu hingga punah oleh para pemukim Eropa.
Kepulauan ini juga dikunjungi oleh mamalia laut, seperti anjing laut gajah selatan dan anjing laut berbulu Amerika Selatan, serta berbagai jenis paus.
Penguin dan anjing laut menghuni wilayah daratan, sementara berbagai jenis paus dapat ditemukan di perairan sekitarnya. Kepulauan ini menjadi rumah bagi beberapa koloni albatros terbesar di dunia.
[71] Burung darat mengisi sebagian besar avifauna di Falkland. Satu-satunya spesies burung endemik di Kepulauan Falkland adalah Falkland steamer duck dan Cobb's wren yang tidak bisa terbang.[72][73][74] 63 spesies berkembang biak di pulau-pulau tersebut, termasuk 14 subspesies endemik.[butuh rujukan]
Terdapat juga keanekaragaman Artropoda yang melimpah di pulau-pulau tersebut.[75] Flora Falkland sendiri terdiri dari 163 spesies vaskular asli.[76] Lebih dari 400 spesies lumut dan jamur penghuni lumut yang telah berhasil tercatat.[77]
Pulau-pulau ini tidak memiliki pepohonan dan didominasi oleh vegetasi tahan angin yang sebagian besar terdiri dari berbagai jenis semak kerdil. Lebih dari 400 spesies lumut kerak dan jamur telah tercatat di sana. Hampir seluruh wilayah daratan pulau-pulau tersebut dimanfaatkan sebagai lahan penggembalaan domba. Spesies yang didatangkan oleh manusia meliputi rusa kutub, kelinci, tikus got, dan kucing. Beberapa spesies ini telah berdampak buruk terhadap flora dan fauna setempat; akibatnya, pemerintah berupaya mengendalikan—atau dalam beberapa kasus membasmi—populasi rubah, kelinci, dan tikus. Spesies burung tertentu telah punah dari pulau-pulau yang lebih besar. Sejauh mana dampak aktivitas manusia terhadap Kepulauan Falkland masih belum jelas, mengingat minimnya data jangka panjang mengenai perubahan habitat.
Pulau-pulau tersebut sering dikunjungi oleh mamalia laut seperti Anjing laut gajah selatan dan Anjing laut berbulu Amerika Selatan, dan berbagai jenis Cetacea; pulau-pulau lepas pantai menampung acara lurik yang langka. Ada juga lima spesies penguin yang berbeda dan beberapa koloni albatros terbesar di planet ini.[78] Ikan endemik di sekitar pulau terutama dari genus Galaxias. Kepulauan Falkland merupakan daratan yang tidak berpohon dan memiliki vegetasi tahan angin yang sebagian besar terdiri dari berbagai semak kerdil.[79]
Hampir seluruh daratan pulau yang memiliki padang rumput digunakan untuk beternak domba.[4] Spesies introduksi termasuk rusa kutub, terwelu, kelinci, rubah Patagonia, tikus coklat, dan kucing.[80] Beberapa dari spesies tersebut telah merusak flora dan fauna asli, sehingga pemerintah berusaha untuk menahan, menghilangkan, atau memusnahkan rubah, kelinci dan tikus. Hewan darat endemik paling terpengaruh oleh spesies pendatang, dan beberapa spesies burung telah punah dari pulau-pulau besar.[81] Tingkat dampak manusia di Falkland tidak jelas, karena hanya ada sedikit data jangka panjang tentang perubahan habitat.[butuh rujukan]
Ekonomi

Perekonomian Kepulauan Falkland menduduki peringkat ke-222 dari 229 negara di dunia menurut PDB (PPP), tetapi Kepulauan Falkland hanya menempati peringkat ke-5 di seluruh dunia menurut PDB (PPP) per kapita.[83] Tingkat pengangguran sebesar 1% pada tahun 2016, dan inflasi dihitung sebesar 1,4% pada tahun 2014. Berdasarkan data tahun 2010, kepulauan tersebut memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi yaitu 0,874[6] dan Koefisien Gini untuk ketimpangan pendapatan sebesar 34,17.[84] Mata uang lokal Falkland yaitu Pound Kepulauan Falkland, yang dipatok ke Pound sterling Inggris.[85]
Pembangunan ekonomi dimajukan oleh penyediaan kapal dan peternakan domba untuk wol berkualitas tinggi.[86] Pengembang biakan ras domba utama di Kepulauan Falkland adalah Polwarth dan Corriedale.[87] Selama tahun 1980-an, meskipun investasi peternakan yang rendah dan penggunaan serat sintetis merusak sektor peternakan domba, pemerintah mengamankan aliran pendapatan utama mereka dengan pembentukan zona ekonomi eksklusif dan penjualan lisensi penangkapan ikan untuk "siapa saja yang ingin menangkap ikan di dalam zona ini".[88] Sejak berakhirnya Perang Falkland pada tahun 1982, kegiatan ekonomi pulau-pulau tersebut semakin terfokus pada eksplorasi ladang minyak dan pariwisata.[89] Semua pemukiman besar sekarang terhubung melalui jalan darat dan sejak 2008, sebuah feri menghubungkan Falkland Barat dan Timur.[butuh rujukan]
Pemukiman pelabuhan di Stanley telah mendapatkan kembali fokus ekonomi di pulau-pulau tersebut, dengan peningkatan populasi karena para pekerja bermigrasi dari Camp.[90] Ketakutan akan ketergantungan pada izin penangkapan ikan dan ancaman dari penangkapan ikan berlebihan, penangkapan ikan secara ilegal dan fluktuasi harga pasar ikan, meningkatkan minat terhadap pengeboran minyak sebagai sumber pendapatan alternatif; pada tahun 2001 upaya eksplorasi belum dapat menemukan "cadangan yang dapat dieksploitasi".[82] Proyek pembangunan di bidang pendidikan dan olahraga telah didanai oleh pemerintah Falkland, tanpa bantuan dari Inggris Raya.[88]
Sektor utama ekonomi menyumbang sebagian besar produk domestik bruto Kepulauan Falkland, dengan industri perikanan menyumbang antara 50% dan 60% dari PDB tahunan; pertanian juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan mempekerjakan sekitar sepersepuluh dari populasi.[91] Sedikit lebih dari seperempat tenaga kerja melayani pemerintah Kepulauan Falkland, menjadikannya pemberi kerja terbesar di kepulauan itu.[92] Pariwisata, bagian dari ekonomi jasa, telah didorong oleh meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajahan Antartika dan penciptaan jalur udara langsung dengan Britania Raya dan Amerika Selatan.[93] Turis, kebanyakan penumpang kapal pesiar, tertarik dengan satwa liar dan lingkungan kepulauan, serta aktivitas seperti memancing dan penyelaman bangkai kapal; dan akomodasi untuk melakukan hal tersebut hanya berada di Stanley.[94] Bandara internasional utama di Kepulauan Falkland adalah Bandar Udara RAF Mount Pleasant di Falkland Timur, dan menyediakan penerbangan ke RAF Brize Norton di Inggris Raya dan daratan Amerika Selatan,[95] sedangkan Bandar Udara Port Stanley menyediakan penerbangan secara internal.[96] Meskipun pembatasan akibat Pandemi COVID-19 yang menyebabkan penangguhan penerbangan dari Santiago de Chile dan São Paulo dan melarang pariwisata kapal pesiar, ekonomi di pulau tetap stabil dan sehat.[97]
Demografi

Populasi Kepulauan Falkland homogen, dan sebagian besar berasal dari imigran Skotlandia dan Wales yang menetap di wilayah tersebut setelah tahun 1833.[98] Penduduk kelahiran Falkland juga merupakan keturunan dari Inggris dan orang Prancis, Gibraltarian, Skandinavia, dan Amerika Selatan. Sensus 2016 menunjukkan bahwa 43% penduduk lahir di kepulauan itu, dengan penduduk kelahiran asing berasimilasi dengan budaya lokal. Istilah hukum untuk hak tinggal adalah "milik pulau-pulau".[99][100]
Populasi Sensus tahun 2021 mencatat jumlah penduduk sebanyak 3.541 jiwa, dibandingkan dengan 2.478 jiwa pada sensus tahun 2006. Selain itu, terdapat lebih dari 1.700 personel militer Inggris yang ditempatkan di pangkalan di pulau tersebut. Sebagian besar penduduk (2.974 jiwa menurut sensus 2021) tinggal di ibu kota, Stanley, yang merupakan satu-satunya permukiman perkotaan[19]. Penduduk lainnya tinggal di kawasan pertanian dan desa-desa kecil. Populasi di wilayah ini tergolong relatif muda: 79% penduduknya berusia di bawah 55 tahun. Terdapat beberapa lapangan terbang kecil di kepulauan ini yang melayani penerbangan lokal, serta satu bandara internasional (RAF Mount Pleasant) di East Falkland. Kegiatan ekonomi utama meliputi perikanan, pariwisata, dan peternakan domba, dengan fokus pada ekspor wol berkualitas tinggi.
Penurunan populasi yang signifikan memengaruhi kepulauan ini pada abad ke-20, dengan banyak penduduk muda pindah ke luar negeri untuk pendidikan, gaya hidup modern, dan kesempatan kerja yang lebih baik,[101] khususnya ke Southampton, Inggris, yang kemudian dikenal di pulau-pulau sebagai "Stanley North".[102] Dalam beberapa tahun terakhir, penurunan populasi pulau telah berkurang, berkat imigran dari Britania Raya, Saint Helena, dan Cile.[103] Dalam sensus tahun 2012, mayoritas penduduk mendaftarkan kewarganegaraan mereka sebagai Falkland Islander (59 persen), diikuti oleh Inggris (29 persen), Saint Helenian (9,8 persen), dan Cile (5,4 persen).[1]
Kepulauan Falkland memiliki kepadatan populasi rendah.[104] Menurut sensus 2012, rata-rata populasi harian Falklands adalah 2.932, tidak termasuk personel militer yang bertugas di Kepulauan ini dan tanggungannya.[C] Sebuah laporan tahun 2012 menghitung 1.300 personel berseragam dan 50 pegawai Kementerian Pertahanan Inggris hadir di Falkland. Stanley (dengan 2.121 penduduk) adalah lokasi terpadat di kepulauan ini, kemudian diikuti oleh Mount Pleasant (369 penduduk, terutama kontraktor pangkalan udara) dan Camp (351 penduduk). Distribusi usia di kepulauan ini condong ke arah usia kerja (20–60). Laki-laki melebihi jumlah perempuan (53 hingga 47 persen), dan perbedaan ini paling menonjol pada kelompok usia 20–60.
Dalam sensus tahun 2012, sebagian besar penduduk pulau mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen (66 persen), diikuti oleh mereka yang tidak beragama (32 persen). 2 persen sisanya diidentifikasi sebagai penganut agama lain, termasuk Baháʼí,[105] Buddhism,[106] dan Islam.[1][107] Denominasi Kristen utama adalah Anglikan dan Protestan, lainnya adalah Katolik Roma.[108]
Pendidikan di Kepulauan Falkland, yang mengikuti Sistem Inggris, menggratiskan pendidikan dan wajib bagi penduduk berusia antara 5 dan 16 tahun.[109] Pendidikan dasar tersedia di Stanley, RAF Mount Pleasant (untuk anak-anak personel layanan) dan sejumlah pemukiman pedesaan. Pendidikan menengah hanya tersedia di Stanley, yang menawarkan fasilitas asrama dan 12 mata pelajaran untuk tingkat Sertifikat Umum Pendidikan Menengah (GCSE). Siswa berusia 16 tahun ke atas dapat belajar di perguruan tinggi di Inggris untuk GCE Advanced Level atau kualifikasi kejuruan. Pemerintah Kepulauan Falkland membayar siswa yang lebih tua untuk menghadiri institusi pendidikan tinggi, biasanya di Inggris Raya.[butuh rujukan]
Catatan
- ↑ According to researcher Simon Taylor, the exact Gaelic etymology is unclear as the "falk" in the name could have stood for "hidden" (falach), "wash" (failc), or "heavy rain" (falc).[14]
- ↑ Argentina considers that, in 1833, the UK established an "illegal occupation" of the Falklands after expelling Argentine authorities and settlers from the islands with a threat of "greater force" and, afterwards, barring Argentines from resettling the islands.[60][61][62] Pemerintah Kepulauan Falkland menganggap bahwa hanya personel militer Argentina yang diusir pada tahun 1833, tetapi pemukim sipilnya "diundang untuk tinggal" dan melakukannya kecuali 2 orang dan istri mereka.[64] International affairs scholar Lowell Gustafson considers that "[t]he use of force by the British on the Falkland Islands in 1833 was less dramatic than later Argentine rhetoric has suggested".[65]
- ↑ At the time of the 2012 census, 91 Falklands residents were overseas.[1]
Referensi
- 1 2 3 4 UN projection "World Population Prospects: The 2015 Revision, Key Findings and Advance Tables". United Nations, Department of Economic and Social Affairs, Population Division. 2015. Diakses tanggal 5 Agustus 2015.
{{cite web}}: Periksa nilai|url= - ↑ "2016 Census Report". Policy and Economic Development Unit, Falkland Islands Government. 2017. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Januari 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "State of the Falkland Islands Economy" (PDF). Maret 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 April 2016. Diakses tanggal 8 Januari 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "Falkland Islands (Islas Malvinas)". Central Intelligence Agency. Diakses tanggal 10 Juli 2013.
- ↑ "Gini Index coefficient". CIA World Factbook. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juli 2021. Diakses tanggal 16 Juli 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Avakov 2013, hlm. 47.
- ↑ "Artikel:"Warga Falkland Pilih tetap bersama Inggris" di Kompas.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-03-15. Diakses tanggal 2013-03-14.
- ↑ "A/RES/2065 (XX). Question of the Falkland Islands (Malvinas)". United Nations Digital Library. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2015). "The Malvinas/Falklands Between History and Law. Refutation of the British Pamphlet "Getting it Right: The Real History of the Falklands/Malvinas"" (PDF). Buenos Aires: Eudeba. hlm. 203–219. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ "A/67/832. Letter dated 9 April 2013 from the Permanent Representative of Argentina to the United Nations addressed to the Secretary-General". United Nations Digital Library. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "A/60/71/Add.1. Second International Decade for the Eradication of Colonialism. Report of the Secretary-General. Annex. Replies received from Member States. Argentina". United Nations Digital Library. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jones 2009, hlm. 73.
- ↑ See:
- Dotan 2010, hlm. 165,
- Room 2006, hlm. 129.
- ↑ Taylor & Márkus 2005, hlm. 158.
- ↑ Room 2006, hlm. 129.
- ↑ See:
- Paine 2000, hlm. 45,
- Room 2006, hlm. 129.
- ↑ Hince 2001, hlm. 121.
- ↑ See:
- Hince 2001, hlm. 121,
- Room 2006, hlm. 129.
- ↑ Balmaceda 2011, Chapter 36.
- ↑ "United Nations General Assembly Twentieth Session". United Nations Digital Library. 1967. Diakses tanggal 24 Januari 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Foreign Office 1961, hlm. 80.
- ↑ "Standard Country and Area Codes Classifications". United Nations Statistics Division. 13 Februari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Juni 2014. Diakses tanggal 3 Juli 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Torre Revello, José. "«Historia del archipiélago malvinero» en Humanitas. Anuario del Centro de Estudios Humanísticos, N° 3 (1962)". Humanitas Digital (dalam bahasa Spanyol). Monterrey (Meksiko): Universidad Autónoma de Nuevo León. hlm. 515–517. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Arnaud, Vicente Guillermo. "«Las Islas Malvinas. Descubrimiento, primeros mapas y ocupación. Siglo XVI. Boletín del Centro Naval, N° 841 (2015)»" (PDF). Centro Naval (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 33. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Almon, John A. "A Collection of all the Treaties of Peace, Alliance and Commerce, between Great-Britain and other Powers: From the Revolution in 1688 to the Present Time. Volume II. From 1727 to 1771". Internet Archive (dalam bahasa Inggris). London. hlm. 328–330. Diakses tanggal 2026-08-22.
- ↑ "Archives des Affaires Étrangères, Correspondance Politique, Angleterre, Vol. 495". Ministère de l'Europe et des Affaires Étrangères. Archives diplomatiques. Inventaires et archives en ligne (dalam bahasa Prancis). hlm. 79 dan 79 (balik). Diakses tanggal 2026-08-22.
- ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. "The Malvinas/Falklands between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 45. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 2026-08-22.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ "The Parliamentary History of England from the Earliest Period to the Year 1803. Vol. XVI (A.D. 1765–1771)". Internet Archive (dalam bahasa Inggris). London: T. C. Hansard. 1813. hlm. 1339. Diakses tanggal 2026-08-22.
- ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 34–38. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 71–84. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 1 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 90–100. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 9 April 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 107–110. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 110, 113–114. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. (2017). "The Malvinas/Falklands Between History and Law" (PDF). Portal oficial del Estado argentino (dalam bahasa Inggris). CreateSpace Independent Publishing Platform. hlm. 135–137. ISBN 978-1973746478. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ See:
- Guo 2007, hlm. 112,
- Sainato 2010, hlm. 157.
- ↑ Sainato 2010, hlm. 157.
- 1 2 3 Central Intelligence Agency 2011, "Falkland Islands (Malvinas) – Geography".
- ↑ Trewby 2002, hlm. 79.
- 1 2 Klügel 2009, hlm. 66.
- 1 2 Guo 2007, hlm. 112.
- 1 2 Hemmerle 2005, hlm. 318.
- ↑ See:
- Blouet & Blouet 2009, hlm. 100,
- Central Intelligence Agency 2011, "Falkland Islands (Malvinas) – Geography"
- ↑ Hince 2001, "Camp".
- 1 2 Gibran 1998, hlm. 16.
- ↑ Cahill 2010, "Falkland Islands".
- ↑ "New Year begins with a new Constitution for the Falklands". MercoPress. 1 Januari 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Oktober 2013. Diakses tanggal 9 Juli 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Falkland Islands Constitution Order 2008" (PDF). The Queen in Council. 5 November 2008. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Juli 2014. Diakses tanggal 9 Juli 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "As of Saturday, Falklands have the first woman Governor, Ms Alison Blake CMG". MercoPress. 23 Juli 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Andy Keeling: New Chief Executive to arrive in the Falklands next week". MercoPress. 23 Maret 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Minister of State (Overseas Territories, Commonwealth, Energy, Climate and Environment)". GOV.UK.
- ↑ Central Intelligence Agency 2011, "Falkland Islands (Malvinas) – Government".
- ↑ "Falklands lawmakers: "The full time problem"". MercoPress. 28 Oktober 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Oktober 2013. Diakses tanggal 1 Juli 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Central Intelligence Agency 2011, "Falkland Islands (Malvinas) – Transportation".
- ↑ Martin Fletcher (6 Maret 2010). "Falklands Defence Force better equipped than ever, says commanding officer". The Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Mei 2020. Diakses tanggal 18 Maret 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ International Boundaries Research Unit. "Argentina and UK claims to maritime jurisdiction in the South Atlantic and Southern Oceans". Durham University. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2019. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Lansford 2012, hlm. 1528.
- ↑ Watt, Nicholas (27 Maret 2009). "Falkland Islands sovereignty talks out of the question, says Gordon Brown". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Januari 2012. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Supporting the Falkland Islanders' right to self-determination". Policy. United Kingdom Foreign & Commonwealth Office and Ministry of Defence. 12 Maret 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Maret 2014. Diakses tanggal 29 Mei 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Secretaría de Relaciones Exteriores. "La Cuestión de las Islas Malvinas" (dalam bahasa Spanyol). Ministerio de Relaciones Exteriores y Culto (República Argentina). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juli 2014. Diakses tanggal 10 Oktober 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Michael Reisman (Januari 1983). "The Struggle for The Falklands". Yale Law Journal. 93 (287). Faculty Scholarship Series: 306. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2020. Diakses tanggal 23 Oktober 2013.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Decolonization Committee Says Argentina, United Kingdom Should Renew Efforts on Falkland Islands (Malvinas) Question". Press Release. United Nations. 18 Juni 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2021. Diakses tanggal 5 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gustafson 1988, hlm. 26–27.
- ↑ "Relationship with Argentina". Self-Governance. Falkland Island Government. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Oktober 2018. Diakses tanggal 5 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gustafson 1988, hlm. 26.
- ↑ "No talks on Falklands, says Brown". BBC News. 28 Maret 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Juli 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Falklands referendum: Islanders vote on British status". BBC News. 10 Maret 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Brindicci, Marcos; Bustamante, Juan (12 Maret 2013). "Falkland Islanders vote overwhelmingly to keep British rule". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 24 Agustus 2013.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Timerman rejects meeting Falklands representatives; only interested in 'bilateral round' with Hague". MercoPress. 31 Januari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2014. Diakses tanggal 26 Januari 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Laura Smith-Spark (11 Maret 2013). "Falkland Islands hold referendum on disputed status". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2018. Diakses tanggal 26 Januari 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Helen Otley; Grant Munro; Andrea Clausen; Becky Ingham (Mei 2008). "Falkland Islands State of the Environment Report 2008" (PDF). Environmental Planning Department Falkland Islands Government. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Juli 2011. Diakses tanggal 25 Maret 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kramer, Gary (15 Juli 2020). "Exploring The Falkland Islands". All About Birds (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Falkland Islands State of the Environment Report 2008" (PDF). gov.fk. Mei 2008. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Juli 2011. Diakses tanggal 25 Maret 2011.
- ↑ "Falkland Islands (Malvinas)". BirdLife International (dalam bahasa Inggris). 2023. Diakses tanggal 22 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Clark & Dingwall 1985, hlm. 132.
- ↑ Clark & Dingwall 1985, hlm. 129.
- ↑ Fryday, lan M.; Orange, Alan; Ahti, Teuvo; Øvstedal, Dag O.; Crabtree, Dafydd E. (2019). "An annotated checklist of lichen-forming and lichenicolous fungi reported from the Falkland Islands (Islas Malvinas)" (PDF). Glalia. 8 (1): 1–100.
- ↑ Chura, Lindsay R. (30 Juni 2015). "Pan-American Scientific Delegation Visit to the Falkland Islands". Science and Diplomacy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2015. Diakses tanggal 6 Juli 2015. The ocean's fecundity also draws globally important seabird populations to the archipelago; the Falkland Islands host some of the world's largest albatross colonies and five penguin species.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jónsdóttir 2007, hlm. 85.
- ↑ Bell 2007, hlm. 544.
- ↑ Bell 2007, hlm. 542–545.
- 1 2 Royle 2001, hlm. 171.
- ↑ The World Factbook — Central Intelligence Agency Diarsipkan 25 June 2014 di Wayback Machine.. Cia.gov. Retrieved on 20 September 2017.
- ↑ Avakov 2013, hlm. 54.
- ↑ "Regions and territories: Falkland Islands". BBC News. 12 Juni 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2018. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ See:
- Calvert 2004, hlm. 134,
- Royle 2001, hlm. 170.
- ↑ "Agriculture". Falkland Islands Government. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Februari 2016. Diakses tanggal 13 Februari 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Royle 2001, hlm. 170.
- ↑ Hemmerle 2005, hlm. 319.
- ↑ Royle 2001, hlm. 170–171.
- ↑ "The Economy". Falkland Islands Government. Diarsipkan dari asli tanggal 7 April 2014. Diakses tanggal 26 Juni 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Falkland Islands: Everything You Ever Wanted to Know in Data and Charts". The Guardian. 3 Januari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juli 2018. Diakses tanggal 12 Juni 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ See:
- Bertram, Muir & Stonehouse 2007, hlm. 144,
- Prideaux 2008, hlm. 171.
- ↑ See:
- Prideaux 2008, hlm. 171,
- Royle 2006, hlm. 183.
- ↑ "Encyclopedia Britannica – Falkland Islands". Diakses tanggal 18 September 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Internal Flights (FIGAS)". Getting Around the Falkland Islands. Falkland Islands Tourist Board. Diakses tanggal 2010-07-23.
- ↑ Hugo Alconada Mon (28 Maret 2022). "Las Islas Malvinas, hoy: más diversas y cosmopolitas, miran a Londres y apuntan a la autodeterminación como país" [Falkland Islands, today: more diverse and cosmopolite, they look to London and aim to self-determination] (dalam bahasa Spanish). La Nación. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Maret 2022. Diakses tanggal 28 Maret 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Laver 2001, hlm. 9.
- ↑ "Falkland Islands Census Statistics, 2006" (PDF). Falkland Islands Government. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Desember 2010. Diakses tanggal 4 Juni 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Falkland Islands Government. "Falkland Islands Census 2016" (PDF). Falkland Islands Government. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 Maret 2018. Diakses tanggal 6 Mei 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ See:
- Gibran 1998, hlm. 18,
- Laver 2001, hlm. 173.
- ↑ Falklands still home to optimists as invasion anniversary nears Diarsipkan 5 March 2017 di Wayback Machine., The Guardian, Andy Beckett, 19 March 2012
- ↑ Minahan 2013, hlm. 139.
- ↑ Royle 2006, hlm. 181.
- ↑ "The Largest Baha'i (sic) Communities (mid-2000)". Adherents.com. September 2001. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Oktober 2001. Diakses tanggal 11 Oktober 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Falkland Islands Census Statistics 2006" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Desember 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The world in muslim populations, every country listed". The Guardian. 8 Oktober 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2018. Diakses tanggal 2 Maret 2019.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Religions of the World: A Comprehensive Encyclopedia of Beliefs and Practices, 2nd Edition [6 volumes] by J. Gordon Melton, Martin Baumann, ABC-CLIO, p. 1093.
- ↑ "Education". Falkland Islands Government. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2018. Diakses tanggal 29 Mei 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Lihat pula
- Origins of Falkland Islanders (inggris)
Pranala luar
- (Inggris) Portal resmi
- (Inggris) Situs resmi
- (Inggris) Situs resmi pariwisata Diarsipkan 2006-10-10 di Wayback Machine.
- (Inggris) Falklands.info
- (Inggris) Falkland Islands News Network
- (Inggris) Falklands Conservation Diarsipkan 2006-01-06 di Wayback Machine.
- (Inggris) Mata uang kertas Kepulauan Jason Diarsipkan 2007-02-28 di Wayback Machine.
Bibliografia
- Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. The Malvinas/Falklands Between History and Law. CreateSpace Independent Publishing Platform, 2017. ISBN 978-1973746478.
- Kohen, Marcelo G.; Rodríguez, Facundo D. Las Malvinas entre el derecho y la historia. Buenos Aires, Eudeba, 2015. ISBN 978-950-23-2528-6.
- Arnaud, Vicente Guillermo. «Las Islas Malvinas. Descubrimiento, primeros mapas y ocupación. Siglo XVI». Boletín del Centro Naval, N° 841 (2015) (Dalam bahasa Spanyol).
- Hope, Adrián F. J. «Sovereignty and Decolonization of the Malvinas (Falkland) Islands». Boston College International and Comparative Law Review, Vol. 6, N° 2, 1983.
- L.L. Ivanov et al. The Future of the Falkland Islands and Its People. Sofia: Manfred Wörner Foundation, 2003. 96 pp. ISBN 954-91503-1-3 (Capítulo principal en español)
- Carlos Escudé y Andrés Cisneros, dir. Historia general de las relaciones exteriores de la República Argentina. Diarsipkan 2007-05-28 di Archive.is Obra desarrollada y publicada bajo los auspicios del Consejo Argentino para las Relaciones Internacionales (CARI). Buenos Aires: GEL/Nuevohacer, 2000. (in Spanish) ISBN 950-694-546-2
- D.W. Greig, Sovereignty and the Falkland Islands Crisis. Austrialian Year Book of International Law. Vol. 8 (1983). pp. 20–70. ISSN: 0084-7658
| Negara berdaulat | |
|---|---|
| Dependensi dan wilayah lain | |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Geografis | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |