Jumat, 16 Oktober 2026
12:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Malam Yalda

Bagikan:
Malam terpanjang tahun dalam tradisi PersiaTemplat:SHORTDESC:Malam terpanjang tahun dalam tradisi Persia
Malam Yalda
Nama lainShab-e Yaldā, Shab-e Chelle
Dirayakan olehIran, Kurdistan, Azerbaijan, serta diaspora Persia di seluruh dunia
MaknaMalam solstis musim dingin; kemenangan cahaya atas kegelapan
PerayaanBerkumpul keluarga, membaca puisi, makan buah musim dingin (terutama delima dan semangka), fal-e Hafez
TanggalMalam 30 Azar / 1 Dey (biasanya 21 Desember)
FrekuensiTahunan
Terkait denganNowruz, Mehregan, Sadeh, Tirgan

Malam Yalda atau Shab-e Yaldā (bahasa Persia: شب یلدا) adalah perayaan malam terpanjang sepanjang tahun yang jatuh pada malam menjelang 1 Dey menurut kalender matahari Persia, bertepatan dengan 21 Desember dalam kalender Masehi. Tradisi ini sudah berusia ribuan tahun, berakar dari kepercayaan Zoroastrianisme kuno bahwa pada malam solstis musim dingin, kegelapan mencapai puncaknya, tetapi mulai mundur setelah itu, dan cahaya kembali menang.[1]

Kata “Yalda” sendiri berasal dari bahasa Siria yang berarti “kelahiran”. Di masa pra-Islam, malam ini dianggap sebagai malam kelahiran kembali Mithra, dewa matahari. Setelah masuknya Zoroastrianisme, maknanya bergeser menjadi kemenangan Ahura Mazda atas Ahriman. Meski agama mayoritas Iran kini Islam, Yalda tetap dirayakan secara luas sebagai warisan budaya nasional, bukan ritual keagamaan semata.[2]

Yang paling khas dari Yalda adalah kebiasaan berkumpul sepanjang malam. Keluarga besar duduk melingkar di ruang hangat, menyalakan lilin atau tungku kecil, dan menyantap buah-buahan merah: delima yang bijinya berkilau seperti permata, semangka yang sengaja disimpan sejak musim panas, anggur, jeruk, serta aneka kacang dan manisan kering. Meja Yalda (disebut mehr) selalu penuh warna merah yang menjadi simbol matahari dan kehidupan yang akan kembali.[3]

Di tengah meja biasanya ada Divan-e Hafez. Tradisi fal-e Hafez masih hidup: seseorang memejamkan mata, membuka buku puisi Hafez Shirazi secara acak, lalu bait yang terbuka dibaca keras-keras sebagai ramalan atau nasihat untuk tahun baru. Orang tua bercerita tentang masa kecil mereka, anak-anak mendengarkan dongeng tentang Arash si pemanah atau Mithra yang menunggangi kereta matahari, dan suasana penuh tawa serta harapan.[4]

Di desa-desa Yazd, Kerman, atau Kurdistan, orang masih menyalakan api unggun di halaman. Di Tehran, Shiraz, atau Isfahan, banyak keluarga menggelar acara kecil dengan musik tradisional atau pembacaan puisi. Bahkan di diaspora seperti Los Angeles, Toronto, London, Sydney, keluarga keturunan Iran tetap menyiapkan delima dan semangka impor, menyalakan lilin, dan membaca Hafez lewat panggilan video.[2][4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Apa Itu Yalda dan Bagaimana Sejarahnya?". Pars Today. Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Shabe Yalda: A Persian Celebration". Persian Mama. Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Shab-e Yalda: The Longest Night of the Year". Mehr Chain Hotels. Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Yalda Night: A Night of Joy and Rebirth". Surfiran. Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan