Senin, 12 Oktober 2026
06:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Mahmud Al Rasyid

Mahmud Al Rasyid

Sultan Kesultanan Deli yang ke-8

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Mahmud Al Rasyid" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Mahmud Al Rasyid" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Mahmud I dari Deli
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Studioportret_van_de_sultan_van_Deli_TMnr_60037996.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Mahmud I oleh Tropenmuseum
Sultan Deli VIII
Berkuasa22 Oktober 1858 – 25 Oktober 1873
Penobatan22 Oktober 1858
PendahuluOtteman I
PenerusMa’mun Al Rasyid
Lahir1829
Labuhan Deli
Meninggal22 Oktober 1858
Istana Kota Batu, Labuhan Deli
Pemakaman22 Oktober 1858
AyahOtteman I
IbuRaja Siti Asmah
PasanganTengku Zaliha
Encik Mariam
Keturunan
Detail
Nama lengkap
Sultan Amaluddin Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah

Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah (bertahta 1858-1873) adalah Sultan Kesultanan Deli yang ke-8. Ia adalah putra sulung Sultan Osman Perkasa Alam Shah. Ia diangkat menjadi sultan untuk menggantikan ayahandanya. Sultan Mahmud diangkat menjadi Sultan pada tahun 1858 atau pada 4 Rabiul Awal 1275 H.

Keluarga

Sultan Mahmud Pekasa Alam memiliki tiga orang putra dan puteri. Putranya bernama Tengku Ma’mun Al-Rasyid, dan putri-puterinya bernama Tengku Fatimah dan Tengku Zubaidah. Mamun puteri-puteri tersebut meninggal dalam usia muda.

Saat Sultan Mahmud diangkat sebagai sultan, adindanya yaitu Tengku Sulaiman dilantik menjadi raja muda dengan gelar Raja Muda Negeri Deli, dan Tengku Sulung Laut diberi gelar Tengku Pangeran Negeri Bedagai Wajir Negeri Deli. Sedangkan adindanya Tengku Abdul Rahman pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Al-Rasyid berkuasa dianugerahi gelar Tengku Temenggung Negeri Deli, dan Tengku Ja’far Al Haj dikaruniai gelar Pangeran Bendahara Negeri Deli.

Pemerintahan

Sultan Mahmud Perkasa Alam inilah yang membuat perjanjian dengan pemerintah Belanda yang dinamai Acte van Verband, yang ditandatangani dan dipatri cap mohornya pada 22 Agustus 1862. Selama lima belas tahun memerintah, Sultan Mahmud menjalin kerja sama dengan pihak asing (Belanda, Belgia, Polandia, Inggris, dll.) yang ditandai dengan kerja sama pembukaan lahan perkebunan tembakau di kerajaan Deli.

Diawali oleh seorang pengusaha tembakau bernama Jakobus Nienhuys, kerja sama dalam usaha-usaha perkebunan tembakau ia tanda-tangani. Salah satu kontrak terbesar diberikannya kepada Deli Maatschapij pada tanggal 22 Agustus 1862, yang wilayahnya terletak di daerah Mabar sampai Deli Tua dan dikenal dengan nama Mabar Deli Tua kontrak. Daerah Deli kemudian menjadi makmur dan ramai dikunjungi oleh berbagai bangsa.

Sultan Mahmud dapat dianggap sebagai perintis perkebunan tembakau di wilayah Hindia Belanda. Saat ini, sebagian areal dari perusahan Perkebunan Nusantara II adalah bekas perkebunan yang dirintis pada masa Sultan Mahmud Perkasa Alam.

Pada masa pemerintahannya, Sultan Mahmud membangun sebuah istana yang dinamakan Istana Kota Batu, tepatnya di depan Mesjid Raya Al-Osmani Labuhan Deli.

Wafat

Sultan Mahmud mangkat pada tahun 1873 dalam usia 44 tahun, dan dimakamkan di lingkungan Mesjid Raya Al-Osmani di Labuhan Deli, dan diberi gelar Marhum Kota Batu.

Didahului oleh
Osman Perkasa Alam
'Sultan Deli'
1858-1873
Dilanjutkan oleh
Ma'moen Al Rasyid


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan