Sabtu, 17 Oktober 2026
15:11 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Madi injap

Madi injap

spesies burung

Bagikan:
Madi injap
250px-Psarisomus_dalhousiae_-_Kaeng_Krachan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Psarisomus

Swainson, 1837
Spesies:
P. dalhousiae
Nama binomial
Psarisomus dalhousiae
Jameson, 1835
Artikel takson sembarang

Madi injap (Psarisomus dalhousiae) adalah spesies burung madi dalam famili Eurylaimidae.

Penyebaran dan subspesies

Madi injap terdiri dari lima subspesies, dengan daerah persebaran:[2]

  1. P. d. dalhousiae (Jameson, 1835), tersebar di kaki gunung Himalaya di India utara dan Nepal, mungkin juga di Bangladesh tenggara, dan dari Myanmar utara dan China (Yunnan barat dan selatan, Guizhou barat-daya, Guangxi barat-daya) ke selatan sampai Thailand utara, Laos dan Vietnam (Annam tengah); juga tercatat di Tibet tenggara.
  2. P. d. cyanicauda (Riley, 1935), tersebar di Thailand tenggara dan Kamboja.
  3. P. d. divinus (Deignan, 1947), tersebar di Vietnam selatan (Annam selatan).
  4. P. d. psittacinus (S. Müller, 1836), tersebar di Semenanjung Malaysia dan Sumatra.
  5. P. d. borneensis (Hartert, 1904), tersebar di Kalimantan bagian utara.

Tempat hidup dan kebiasaan

Burung penetap di Sumatra, biasa terdapat di hutan primer dan hutan sekunder dewasa, di pegunungan antara ketinggian 700–1500 m dpl, tetapi bisa juga di ketinggian 2000 m dpl (seperti di Gunung Kerinci). Di Kalimantan, terbatas di daerah pegunungan, dari Gunung Kinabalu dan Trus Madi sampai Tama Abo, dan yang terluar di Gunung Dulit dan Gunung Mulu. Makanan utamanya serangga yang ditangkap sambil terbang atau menyisir dedaunan.[2]
Di luar musim berbiak biasanya berkumpul dalam kelompok sampai 15 individu atau lebih yang berisik, kadang bergabung dengan kelompok burung campuran. Musim berbiak pada bulan Februari-Mei. Sarang berbentuk seperti buah pir yang berekor panjang, tersusun dari tendril dan kulit kayu, akar, seresah, serat palem dan material lainnya. Sarang menggantung pada percabangan sampai setinggi 30 m dari tanah, tetapi biasanya lebih rendah. Jumlah telur 4-8 butir yang dierami dan dibesarkan oleh kedua induknya.[2]

Morfologi

Psarisomus dalhousiae berukuran sekitar 26 cm. P. d. dalhousiae dewasa memiliki warna dominan hijau. Ekor panjang berwarna biru. Kepala berwarna hitam, kuning atau kehijauan. Bagian ubun-ubun dan tengkuk berwarna biru. Madi injap remaja dibedakan dengan bagian tengkuk dan ubun-ubun berwarna hijau tua.[3]

Galeri

  • membuat sarang
    membuat sarang

Referensi

  1. ↑ "Psarisomus dalhousiae". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Madi Injap". Kutilang Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-07. Diakses tanggal 4 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 160.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan