Sabtu, 17 Oktober 2026
15:07 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Monyet gorontalo

Monyet gorontalo

Bagikan:
Monyet gorontalo[1]
250px-Macaca_nigrescens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
M. nigrescens
Nama binomial
Macaca nigrescens
(Temminck, 1849)
250px-Gorontalo_Macaque_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Artikel takson sembarang

Monyet gorontalo, monyet-hitam gorontalo,[3] dihe,[4] atau monyet dumoga (Macaca nigrescens) adalah spesies primata dari keluarga Cercopithecidae. Monyet Dumoga merupakan hewan endemik dari Pulau Sulawesi, dengan penyebaran di Gorontalo, Indonesia.[1]

Ciri fisik

Nama ilmiah untuk monyet dumoga adalah Macaca nigrescens.[5] Fisiknya ditandai denga ciri rambut berwarna hitam yang tidak begitu legam dengan warna pirang kemerahan.[6] Monyet dumoga masuk dalam famili Cercopithecidae dalam ordo Primata.[7]

Habitat

Monyet dumoga merupakan salah satu satwa endemik sulawesi.[8] Habitatnya di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.[9] Tempat tinggalnya ditemukan hingga di ketinggian 1.400 mdpl.[10] di Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, monyet dumoga berbagi kawasan hutan dengan yaki. Batas-batas habitatnya ditandai dengan jelas.[11] Persebaran habitat Monyet dumoga sampai ke Gunung Padang dan batasnya hingga di bagian Timur Sungai Ongkag Dumoga di semenanjung bagian utara Pulau Sulawesi.[12] Sungai Ongkag Dumoga mnejadi pembatas yang jelas bagi habitat Monyet dumoga dengan habitat yaki.[13]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 163. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ "Macaca nigrescens". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 4 Januari 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "MONYET-HITAM GORONTALO". boganinaniwartabone.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-27.
  4. ↑ redaksi (2021-05-11). "Jarang Diteliti, Kelompok Macaca hecki Terlihat di Tibawa". Dari Laut. Diakses tanggal 2025-05-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  5. ↑ Hidayat, Herman, ed. (2011). Politik Ekologi: Pengelolaan Taman Nasional Era OTDA. Jakarta: LIPI Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 250. ISBN 978-979-461-792-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Solihin, dkk. 2019, hlm. 62.
  7. ↑ Kai, Ais (2020). Bentang Alami dari Utara Indonesia. Manado: Yayasan Benua Manado. hlm. 52. ISBN 978-623-94579-4-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Kawuwung, Femmy Roosje (2010). "Potensi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Permasalahan dan Konservasi pada Tingkat Pengembangan dan Pengawasan". El-Hayah. 1 (2): 16.
  9. ↑ Soeparno, Lia (2020). Taman Nasional Sulawesi: 9 Pesona di Pulau Celebs. Jakarta: Penerbit Bhuana Ilmu Populer. hlm. 12. ISBN 978-623-04-0122-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Mustari, Abdul Haris (2020). Kurniawan, Iwan (ed.). Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi (PDF). Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 78. ISBN 978-623-256-169-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Solihin, dkk. 2019, hlm. 24.
  12. ↑ Nailufar, Balqis (2015). Manajemen Lanskap untuk Penanggulangan Konflik dengan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) di Sulawesi Utara (PDF). Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. hlm. 5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Supriatna, Jatna (2021). Otobiografi Jatna Supriatna: Jejak Selusur Seorang Petualang, Pendidik, dan Wiraswasta Perikehidupan Alam. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 150. ISBN 978-623-321-099-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan