Senin, 26 Oktober 2026
13:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Monyet gorontalo

Monyet gorontalo

Bagikan:
Monyet gorontalo[1]
250px-Macaca_nigrescens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
M. nigrescens
Nama binomial
Macaca nigrescens
(Temminck, 1849)
250px-Gorontalo_Macaque_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Artikel takson sembarang

Monyet gorontalo, monyet-hitam gorontalo,[3] dihe,[4] atau monyet dumoga (Macaca nigrescens) adalah spesies primata dari keluarga Cercopithecidae. Monyet Dumoga merupakan hewan endemik dari Pulau Sulawesi, dengan penyebaran di Gorontalo, Indonesia.[1]

Ciri fisik

Nama ilmiah untuk monyet dumoga adalah Macaca nigrescens.[5] Fisiknya ditandai denga ciri rambut berwarna hitam yang tidak begitu legam dengan warna pirang kemerahan.[6] Monyet dumoga masuk dalam famili Cercopithecidae dalam ordo Primata.[7]

Habitat

Monyet dumoga merupakan salah satu satwa endemik sulawesi.[8] Habitatnya di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.[9] Tempat tinggalnya ditemukan hingga di ketinggian 1.400 mdpl.[10] di Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, monyet dumoga berbagi kawasan hutan dengan yaki. Batas-batas habitatnya ditandai dengan jelas.[11] Persebaran habitat Monyet dumoga sampai ke Gunung Padang dan batasnya hingga di bagian Timur Sungai Ongkag Dumoga di semenanjung bagian utara Pulau Sulawesi.[12] Sungai Ongkag Dumoga mnejadi pembatas yang jelas bagi habitat Monyet dumoga dengan habitat yaki.[13]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 163. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ "Macaca nigrescens". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 4 Januari 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "MONYET-HITAM GORONTALO". boganinaniwartabone.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-27.
  4. ↑ redaksi (2021-05-11). "Jarang Diteliti, Kelompok Macaca hecki Terlihat di Tibawa". Dari Laut. Diakses tanggal 2025-05-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  5. ↑ Hidayat, Herman, ed. (2011). Politik Ekologi: Pengelolaan Taman Nasional Era OTDA. Jakarta: LIPI Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 250. ISBN 978-979-461-792-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Solihin, dkk. 2019, hlm. 62.
  7. ↑ Kai, Ais (2020). Bentang Alami dari Utara Indonesia. Manado: Yayasan Benua Manado. hlm. 52. ISBN 978-623-94579-4-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Kawuwung, Femmy Roosje (2010). "Potensi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Permasalahan dan Konservasi pada Tingkat Pengembangan dan Pengawasan". El-Hayah. 1 (2): 16.
  9. ↑ Soeparno, Lia (2020). Taman Nasional Sulawesi: 9 Pesona di Pulau Celebs. Jakarta: Penerbit Bhuana Ilmu Populer. hlm. 12. ISBN 978-623-04-0122-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Mustari, Abdul Haris (2020). Kurniawan, Iwan (ed.). Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi (PDF). Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 78. ISBN 978-623-256-169-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Solihin, dkk. 2019, hlm. 24.
  12. ↑ Nailufar, Balqis (2015). Manajemen Lanskap untuk Penanggulangan Konflik dengan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) di Sulawesi Utara (PDF). Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. hlm. 5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Supriatna, Jatna (2021). Otobiografi Jatna Supriatna: Jejak Selusur Seorang Petualang, Pendidik, dan Wiraswasta Perikehidupan Alam. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 150. ISBN 978-623-321-099-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan