Minggu, 27 September 2026
03:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Ma Ning

Ma Ning

Wasit sepak bola Tiongkok

Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Ma.
Ma Ning
250px-Ma_Ning_November_2022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ma pada 2026
Nama lengkap Ma Ning
Lahir 20 Juni 1979 (umur 47)
Fuxin, Liaoning, Tiongkok
Pekerjaan lain Dosen
Domestik
Tahun Liga Peranan
2010– Liga Super Tiongkok Wasit
Internasional
Tahun Liga Peranan
2011– Lisensi FIFA Wasit
Ma Ning
Hanzi sederhana: 马宁
Hanzi tradisional: 馬寧
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mǎ Níng

Ma Ning (lahir 14 Juni 1979) adalah seorang wasit sepak bola asal Tiongkok. Ia merupakan wasit berlisensi FIFA sejak 2011.[1] Ma juga merupakan salah satu dosen pada Institut Olahraga Nanjing.

Pada 8 Februari 2024, Ma dipilih untuk memimpin pertandingan Final Piala Asia AFC 2023 antara Yordania dan Qatar di Doha pada 10 Februari 2024.[2]

Ma dipilih sebagai salah satu wasit perwakilan AFC yang bertugas pada Piala Dunia FIFA 2022 dan 2026, yang menjadikannya wasit asal Tiongkok kedua yang bertugas pada turnamen tersebut setelah Lu Jun pada 2002.[3][4]

Kontroversi

Performa dan integritas Ma dipertanyakan oleh komunitas sepak bola Indonesia dan para pemain, menyusul beberapa keputusan yang bias dan kontroversial saat memimpin pertandingan sebagai wasit utama pada babak keempat lanjutan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia, antara Irak dan Indonesia pada 11 Oktober 2025, di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Irak 1-0, mengeliminasi Indonesia dari kualifikasi dan mengakhiri perjalanan dua tahun mereka menuju kompetisi sepak bola tertinggi tingkat internasional.

Kontroversi dimulai di babak kedua, pada menit ke-67, ketika pemain Irak Zaid Tahseen diberikan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny, yang sedang menembus lini pertahanan Irak, menggunakan peluang itu untuk mencetak gol. Banyak pihak yang percaya bahwa ini seharusnya diberikan kartu merah karena menghalangi peluang mencetak gol yang jelas (DOGSO). Para pemain Indonesia langsung melakukan protes, meminta Ma untuk memeriksa VAR (Video Assistant Referee), tetapi ia menolak dan melanjutkan permainan setelah memberikan kartu dan memberi hadiah tendangan bebas untuk Indonesia.[5]

Sekitar menit ke-77, pemain Irak Zidane Iqbal mencetak gol ke gawang Indonesia, mengubah skor menjadi 1-0. Beberapa saat kemudian, Kevin Diks terlihat memenangkan bola lebih dulu sementara Merchas Doski gagal melakukan sapuan dan menendang Diks. Namun, Ma memutuskan bahwa Diks yang melakukan pelanggaran, memberikan tendangan bebas untuk Irak.[5] Saat pertandingan memasuki menit ke-85, Romeny melakukan pelanggaran karena gagal melakukan sapuan dan menendang Tahseen. Frustrasi meningkat dan diperparah oleh taktik mengulur waktu yang dilakukan Irak, saat mereka melindungi keunggulan 1-0 mereka. Situasi semakin memanas, memicu insiden di mana suporter Indonesia melempar botol air ke lapangan, dengan kapten Jay Idzes bertindak sebagai penengah, berusaha menenangkan situasi. Romeny diberikan kartu kuning atas tindakannya.[6] Pertandingan sempat terhenti sementara menyusul insiden tersebut, sebelum dilanjutkan kembali.

Pada waktu tambahan menit ke-9 (90+9'), Tahseen melakukan pelanggaran kedua yang melibatkan Diks di dalam kotak penalti, mengakibatkan dirinya harus menelan kartu kuning keduanya dan pengusirannya dari lapangan, mengurangi Irak menjadi sepuluh pemain. Namun, Ma tidak memberikan penalti untuk Indonesia, memutuskan bahwa pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Sekali lagi, Ma menolak untuk berkonsultasi dengan VAR meskipun ada protes keras dari para pemain Indonesia. Permainan berlanjut dan skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.[5][6][7]

Setelah pertandingan berakhir, protes dan konfrontasi dari pihak Indonesia terus meletus. Gelandang Thom Haye, yang sangat keras memprotes Ma atas keputusan-keputusannya yang bias dan kontroversial, dan pemain cadangan Shayne Pattynama, dalam sebuah dialog, diduga terlibat dalam perselisihan dan keributan dengan pelatih kepala Irak, Graham Arnold, diberikan kartu merah atas perilaku mereka. Ofisial tim dan manajer Indonesia, Sumardji, kemudian dengan marah mendorong Ma dari belakang saat memberikan kartu merah kepada Pattynama, juga langsung menerima kartu merah karena melakukan kekerasan terhadap ofisial pertandingan, sehingga total tiga kartu merah diberikan kepada tim Indonesia. Pasca-pertandingan, para ofisial pertandingan, termasuk Ma, dikawal menuju pintu keluar lapangan dengan aman.[6][8][9]

Referensi

  1. ↑ "FIFA – 2023 Refereeing International Lists" (PDF) (dalam bahasa Inggris). FIFA. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 Januari 2024. Diakses tanggal 15 Oktober 2024.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 12 Januari 2023 disarankan
  2. ↑ "AFC Asian Cup Qatar 2023 Match Officials - Final 10 February" (PDF). the-AFC.com (dalam bahasa Inggris). Konfederasi Sepak Bola Asia. Diakses tanggal 8 Februari 2024.
  3. ↑ "FIFA公布世界杯裁判名单:马宁率3名中国裁判入选". Sina Sports (dalam bahasa Tionghoa). 19 Mei 2022. Diakses tanggal 4 September 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "List of appointed FIFA Match Officials" (PDF) (dalam bahasa Inggris). FIFA. 9 April 2026. Diakses tanggal 9 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Kurniawan, Hery (12 Oktober 2025). "Beragam Keputusan Wasit Ma Ning yang Membuat Timnas Indonesia Geram dan Dirugikan saat Melawan Irak". Bola.com. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.
  6. 1 2 3 Luong, Hieu (11 Oktober 2025). "Indonesia receive three red cards as team official pushes referee after losing to Iraq in World Cup qualifiers". VnExpress International. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.
  7. ↑ Rachman, Rivan Nasri (12 Oktober 2025). "Penyebab Wasit Ma Ning Tak Hadiahi Timnas Indonesia Penalti meski Beri Bek Irak Zaid Tahseen Kartu Merah". Okezone: Bola. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Arifin, Asad (12 Oktober 2025). "Kronologi Kekacauan Usai Laga Timnas Indonesia vs Irak: Wasit Ma Ning Beri Kartu Merah untuk Shayne Pattynama, Thom Haye, dan Sumardji". Liputan6. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.
  9. ↑ Nafriana, Angelia (13 Oktober 2025). "Kontroversi Wasit China Ma Ning yang Dianggap Merugikan Timnas Indonesia Sampai Mendunia, Media Vietnam sampai Bilang Begini". TVOne. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.

Pranala luar

AFC
Wasit
Asisten wasit video
CAF
Wasit
Asisten wasit video
CONCACAF
Wasit
Asisten wasit video
CONMEBOL
Wasit
Asisten wasit video
OFC
Wasit
UEFA
Wasit
Asisten wasit video
AFC
Wasit
Asisten wasit video
CAF
Wasit
Asisten wasit video
CONCACAF
Wasit
Asisten wasit video
CONMEBOL
Wasit
Asisten wasit video
OFC
asisten video Wasit
UEFA
Wasit
Asisten wasit video
AFC
Wasit
Asisten wasit video
CAF
Wasit
Asisten wasit video
CONCACAF
Wasit
Asisten wasit video
CONMEBOL
Wasit
Asisten wasit video
OFC
asisten video Wasit
UEFA
Wasit
Asisten wasit video
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan