Senin, 21 September 2026
19:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Luteolin

Luteolin

senyawa kimia

Luteolin
The chemical structure of luteolin
Ball-and-stick model of Luteolin
Nama
Nama IUPAC
3′,4′,5,7-Tetrahidroksiflavona
Nama IUPAC (sistematis)
2-(3,4-Dihidroksifenil)-5,7-dihidroksi-4H-1-benzopiran-4-ona
Nama lain
Luteolol
Digitoflavona
Flasitran
Luteolina
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C15H10O6/c16-8-4-11(19)15-12(20)6-13(21-14(15)5-8)7-1-2-9(17)10(18)3-7/h1-6,16-19H checkY
    Key: IQPNAANSBPBGFQ-UHFFFAOYSA-N checkY
  • C1=CC(=C(C=C1C2=CC(=O)C3=C(C=C(C=C3O2)O)O)O)O
Sifat
C15H10O6
Massa molar 286,24 g·mol−1
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Luteolin merupakan salah satu senyawa kimia yang termasuk golongan flavonoid. Luteolin adalah tetrahidroksiflavon dengan keempat gugus hidroksi berada di posisi 3 ', 4' 5 dan 7. Senyawa ini memiliki potensi aktivitas anti-oksidan, anti-inflamasi, penginduksi apoptosis, dan kemopreventif. Luteolin mampu menghambat proliferasi sel tumor dan menekan metastasis dengan cara mengambil radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif (ROS) dan menginduksi penangkapan siklus sel langsung serta apoptosis pada sel tumor.[1]


Luteolin sering ditemukan di berbagai tanaman obat yang tersedia secara komersial dan olahannya yang mengandung luteolin sering digunakan dalam pengobatan hipertensi, penyakit radang, dan bahkan kanker. Penentuan kuantitatif luteolin dan turunannya dengan metode analitik saat ini telah dikembangkan dan divalidasi. Beberapa diantaranya, yatu dengan teknik analitik kromatografi termasuk kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi lapis tipis kinerja tinggi (HPTLC), kromatografi cair (LC), kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), kromatografi cair (GC), dan kromatografi arus-berlawanan (CCC).[2]


Adapun beberapa tanaman yang mengandung salah satu flavon penting ini (luteolin) adalah seledri, bayam, lada, dan teh hijau.[3] Senyawa ini juga dapat ditemukan dalam tanaman jinten,[4] apel,[5] dan tempuyung.[6] Pada herbal tempuyung, senyawa luteolin-7-glukosida dapat melarutkan kalsium oksalat, kolesterol, dan asam urat batu ginjal.[7]

Referensi

  1. PubChem. "Luteolin". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-29.
  2. Juszczak; Zovko-Končić; Tomczyk (2019-11-12). "Recent Trends in the Application of Chromatographic Techniques in the Analysis of Luteolin and Its Derivatives". Biomolecules. 9 (11): 731. doi:10.3390/biom9110731. ISSN 2218-273X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. Soekarti,Sunita, Moesijanti (2013-08-23). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-7581-0.
  4. Rollando,S.Farm.,M.Sc.,Apt (2019-10-01). Senyawa Antibakteri dari Fungi Endofit. Seribu Bintang. ISBN 9786237000075.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)[pranala nonaktif permanen]
  5. Ramayulis, Rita (2016-01-21). 230 Jus Pengendali Penyakit Plus Kebugaran & Kecantikan ala Rita. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-602-03-2178-3.
  6. FAIDA, LIES RAHAYU WIJAYANTI; MARHAENTO, HERO (2019-06-20). "Extinction risk analysis of Anthocephalus macrophyllus in Gunungsewu Karst Area, Southern Java, Indonesia". Biodiversitas Journal of Biological Diversity. 20 (7). doi:10.13057/biodiv/d200715. ISSN 2085-4722.
  7. Suryo, Joko (2010-02-01). Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernapasan: Pneumonia – Kanker Paru-Paru-TB-Bronkitis-Pleurisi. Bentang Pustaka. ISBN 978-979-24-3877-2.

Pranala luar

  • Media terkait Luteolin di Wikimedia Commons

Templat:Flavones

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan