Sabtu, 07 November 2026
17:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Luteolin

Luteolin

senyawa kimia

Bagikan:
Luteolin
The chemical structure of luteolin
Ball-and-stick model of Luteolin
Nama
Nama IUPAC
3′,4′,5,7-Tetrahidroksiflavona
Nama IUPAC (sistematis)
2-(3,4-Dihidroksifenil)-5,7-dihidroksi-4H-1-benzopiran-4-ona
Nama lain
Luteolol
Digitoflavona
Flasitran
Luteolina
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C15H10O6/c16-8-4-11(19)15-12(20)6-13(21-14(15)5-8)7-1-2-9(17)10(18)3-7/h1-6,16-19H checkY
    Key: IQPNAANSBPBGFQ-UHFFFAOYSA-N checkY
  • C1=CC(=C(C=C1C2=CC(=O)C3=C(C=C(C=C3O2)O)O)O)O
Sifat
C15H10O6
Massa molar 286,24 g·mol−1
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Luteolin merupakan salah satu senyawa kimia yang termasuk golongan flavonoid. Luteolin adalah tetrahidroksiflavon dengan keempat gugus hidroksi berada di posisi 3 ', 4' 5 dan 7. Senyawa ini memiliki potensi aktivitas anti-oksidan, anti-inflamasi, penginduksi apoptosis, dan kemopreventif. Luteolin mampu menghambat proliferasi sel tumor dan menekan metastasis dengan cara mengambil radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif (ROS) dan menginduksi penangkapan siklus sel langsung serta apoptosis pada sel tumor.[1]


Luteolin sering ditemukan di berbagai tanaman obat yang tersedia secara komersial dan olahannya yang mengandung luteolin sering digunakan dalam pengobatan hipertensi, penyakit radang, dan bahkan kanker. Penentuan kuantitatif luteolin dan turunannya dengan metode analitik saat ini telah dikembangkan dan divalidasi. Beberapa diantaranya, yatu dengan teknik analitik kromatografi termasuk kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi lapis tipis kinerja tinggi (HPTLC), kromatografi cair (LC), kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), kromatografi cair (GC), dan kromatografi arus-berlawanan (CCC).[2]


Adapun beberapa tanaman yang mengandung salah satu flavon penting ini (luteolin) adalah seledri, bayam, lada, dan teh hijau.[3] Senyawa ini juga dapat ditemukan dalam tanaman jinten,[4] apel,[5] dan tempuyung.[6] Pada herbal tempuyung, senyawa luteolin-7-glukosida dapat melarutkan kalsium oksalat, kolesterol, dan asam urat batu ginjal.[7]

Referensi

  1. ↑ PubChem. "Luteolin". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-29.
  2. ↑ Juszczak; Zovko-Končić; Tomczyk (2019-11-12). "Recent Trends in the Application of Chromatographic Techniques in the Analysis of Luteolin and Its Derivatives". Biomolecules. 9 (11): 731. doi:10.3390/biom9110731. ISSN 2218-273X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ↑ Soekarti,Sunita, Moesijanti (2013-08-23). Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-7581-0.
  4. ↑ Rollando,S.Farm.,M.Sc.,Apt (2019-10-01). Senyawa Antibakteri dari Fungi Endofit. Seribu Bintang. ISBN 9786237000075.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Ramayulis, Rita (2016-01-21). 230 Jus Pengendali Penyakit Plus Kebugaran & Kecantikan ala Rita. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-602-03-2178-3.
  6. ↑ FAIDA, LIES RAHAYU WIJAYANTI; MARHAENTO, HERO (2019-06-20). "Extinction risk analysis of Anthocephalus macrophyllus in Gunungsewu Karst Area, Southern Java, Indonesia". Biodiversitas Journal of Biological Diversity. 20 (7). doi:10.13057/biodiv/d200715. ISSN 2085-4722.
  7. ↑ Suryo, Joko (2010-02-01). Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernapasan: Pneumonia – Kanker Paru-Paru-TB-Bronkitis-Pleurisi. Bentang Pustaka. ISBN 978-979-24-3877-2.

Pranala luar

  • Media terkait Luteolin di Wikimedia Commons

Templat:Flavones

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan