Senin, 19 Oktober 2026
17:07 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lullubi

Lullubi

Bagikan:
250px-Elam1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah kekuasaan Lullubi

Lullubi atau Lulubi (Akkadia: 𒇻𒇻𒉈𒆠, alih aksara: Lu-lu-biki, har. 'Negeri Lullubi'), yang lebih umum dikenal sebagai Lullu,[1][2][3][4] adalah sekelompok suku Zaman Perunggu yang muncul dan kemudian menghilang pada milenium ke-3 SM. Mereka berasal dari wilayah yang dikenal sebagai Lulubum, yang kini merupakan Dataran Sharazor di Pegunungan Zagros, di wilayah modern Kegubernuran Sulaymaniyah, Region Kurdistan, Irak. Lullubi merupakan tetangga dan terkadang sekutu dari kerajaan Hurri Simurrum, serta terlibat konflik dengan Kekaisaran Akkadia yang berbahasa Semit dan Asyur.[5] Menurut Frayne (1990), kota mereka yang bernama Lulubuna atau Luluban diidentifikasi dengan kota modern Halabja di wilayah tersebut.

Penggambaran

Dalam penggambaran mereka, Lullubi digambarkan sebagai masyarakat pegunungan yang bersifat militan.[6] Mereka sering ditampilkan bertelanjang dada dan mengenakan kulit hewan. Mereka memiliki janggut pendek, dan rambut mereka panjang serta dikenakan dalam kepang tebal, sebagaimana terlihat pada Prasasti Kemenangan Naram-Sin.[7]

Relief batu

Berbagai relief Lullubi dapat dilihat di kawasan Sar-e Pol-e Zohab, yang paling terawat di antaranya adalah relief batu Anubanini. Semua relief tersebut menampilkan seorang penguasa yang menginjak musuh, dan sebagian besar juga memperlihatkan sosok dewa yang menghadap penguasa tersebut. Relief lainnya dapat ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi itu, dengan gaya yang mirip dengan relief Anubanini, namun kali ini menggambarkan seorang penguasa tanpa janggut. Penisbatannya kepada penguasa tertentu masih belum pasti.[8][9]

Bahasa

Bahasa Lullubi dianggap sebagai bahasa yang belum terklasifikasi karena tidak memiliki bukti dalam catatan tertulis.[10] Namun, istilah Lullubi tampaknya berasal dari bahasa Hurri, bukan dari rumpun Semit atau Indo-Eropa yang saat itu belum hadir di wilayah tersebut. Selain itu, nama-nama penguasa yang diketahui menunjukkan pengaruh Hurri, atau lebih jarang pengaruh Semit, tanpa adanya jejak pengaruh Indo-Eropa seperti Iranik atau Indo-Arya.[11]

Penguasa

Berikut ini adalah daftar penguasa kerajaan Lullubi yang dikenal:[12][13]

  1. Immashkush (sekitar 2400 SM)[14]
  2. Anubanini (sekitar 2350 SM), memerintahkan pembuatan prasasti pada batu di dekat Sar-e Pol-e Zahab[15]
  3. Satuni (sekitar 2270 SM), sezaman dengan Naram-Sin, raja Akkad, dan Khita, raja Awan
  4. Irib (sekitar 2037 SM)
  5. Darianam (sekitar 2000 SM)
  6. Ikki (tanggal pasti tidak diketahui)[15]
  7. Tar ... duni (tanggal pasti tidak diketahui), putra Ikki; prasastinya ditemukan tidak jauh dari prasasti Anubanini[15]
  8. Nur-Adad (sekitar 881–880 SM)
  9. Zabini (sekitar 881 SM)
  10. Hubaia (sekitar 830 SM), vasal Asyur
  11. Dada (sekitar 715 SM)
  12. Larkutla (sekitar 675 SM)

Referensi

  1. ↑ Eidem, Jesper; Læssøe, Jørgen (1992). The Shemshāra Archives 2: The Administrative Texts (dalam bahasa Inggris). Kongelige Danske Videnskabernes Selskab. hlm. 22, 51–54. ISBN 978-87-7304-227-4.
  2. ↑ Speiser, Ephraim Avigdor (2017-01-30). Mesopotamian Origins: The Basic Population of the Near East (dalam bahasa Inggris). University of Pennsylvania Press. hlm. 90. ISBN 978-1-5128-1881-9.
  3. ↑ Campbell, Lyle (2017-10-03). Language Isolates (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 37. ISBN 978-1-317-61091-5.
  4. ↑ Potts, Daniel T. (2014). Nomadism in Iran: From Antiquity to the Modern Era (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 36. ISBN 978-0-19-933079-9.
  5. ↑ Hamblin, William J. (2006). Warfare in the Ancient Near East to 1600 BC. Routledge. hlm. 115–116. ISBN 9781134520626.
  6. ↑ Bury, John Bagnell; Cook, Stanley Arthur; Adcock, Frank Ezra (1975). The Cambridge Ancient History: The Egyptian and Hittite empires to c. 1000 B.C. University Press. hlm. 505. ISBN 9780521086912.
  7. ↑ "The hair of the Lullubi is long and worn in a thick braid. They wear animal skins, while the Akkadian soldiers wear the proper attire for battle, helmets and military tunics." in Bahrani, Zainab (2008). Rituals of War: The Body and Violence in Mesopotamia. Zone Books. hlm. 109. ISBN 9781890951849.
  8. ↑ Osborne, James F. (2014). Approaching Monumentality in Archaeology. SUNY Press. hlm. 123. ISBN 9781438453255.
  9. ↑ Vanden Berghe, Louis. Relief Sculptures de Iran Ancien. hlm. 19–21.
  10. ↑ Rubio, Gonzalo (13 Januari 2025). "The Languages of the Ancient Near East (in A Companion to the Ancient Near East, 2nd ed., 2007)".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Tischler 1977–2001: vol. 5/6: 70–71. On the Lullubeans in general, see Klengel 1987–1990; Eidem 1992: 50–4.
  12. ↑ Qashqai, 2011.
  13. ↑ Legrain, 1922; Cameron, 1936; D’yakonov, 1956; The Cambridge History of Iran; Hinz, 1972; The Cambridge Ancient History; Majidzadeh, 1991; Majidzadeh, 1997.
  14. ↑ Cameron, George G. (1936). History of Early Iran (PDF). The University of Chicago Press. hlm. 35.
  15. 1 2 3 Cameron, George G. (1936). History of Early Iran (PDF). The University of Chicago Press. hlm. 41.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan