Rabu, 21 Oktober 2026
03:04 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Lukisan Barat

Lukisan Barat

Bagikan:
250px-Meisje_met_de_parel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gadis dengan Anting-Anting Mutiara karya Johannes Vermeer (1665–1667)
250px-Edouard_Manet_-_The_Balcony_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Balkon karya Édouard Manet

Sejarah seni lukis Barat merupakan tradisi yang berkesinambungan, meskipun terputus-putus, dari zaman kuno hingga saat ini.[1] Hingga pertengahan abad ke-19, seni lukis Barat terutama berfokus pada cara produksi representasional dan tradisional, setelah itu bentuk-bentuk yang lebih modern, abstrak, dan konseptual mulai diminati.[2]

Awalnya, seni lukis Barat melayani patronase kekaisaran, pribadi, sipil, dan agama, kemudian menemukan audiens di kalangan bangsawan dan kelas menengah. Dari Abad Pertengahan hingga Renaisans, para pelukis bekerja untuk gereja dan bangsawan kaya.[3] Dimulai dengan era Barok, para seniman menerima pesanan pribadi dari kelas menengah yang lebih terdidik dan makmur.[4] Gagasan "seni demi seni"[5] mulai menemukan ekspresi dalam karya para pelukis Romantisme seperti Francisco de Goya, John Constable, dan J. M. W. Turner.[6] Selama abad ke-19, galeri komersial mulai berdiri dan terus menyediakan patronase pada abad ke-20.[7][8]

Seni lukis Barat mencapai puncaknya di Eropa selama Renaisans, bersamaan dengan penyempurnaan gambar, penggunaan perspektif, arsitektur ambisius, permadani, kaca patri, patung, dan periode sebelum dan sesudah munculnya mesin cetak.[9] Mengikuti kedalaman penemuan dan kompleksitas inovasi Renaisans, warisan seni lukis Barat yang kaya berlanjut dari periode Barok hingga seni kontemporer.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Cole, Bruce Art of the Western World: From Ancient Greece to Post Modernism. Simon and Schuster, 1981, Simonsays.com Diarsipkan 7 April 2020 di Wayback Machine accessed 27 October 2007
  2. ↑ "Explaining Modernism W. Stephen Croddy, retrieved 11 November 2008". Bu.edu. 1962-10-25. Diakses tanggal 2014-08-08.
  3. ↑ Discussion of the role of patrons in the Renaissance, retrieved 11 November 2008
  4. ↑ History 1450–1789: Artistic Patronage Diarsipkan 1 April 2019 di Wayback Machine, retrieved 11 November 2008
  5. ↑ Britannica.com Diarsipkan 7 Agustus 2008 di Wayback Machine, retrieved 11 November 2008
  6. ↑ Victorianweb.org Diarsipkan 3 Desember 2008 di Wayback Machine, Aesthetes, Decadents, and the Idea of Art for Art's Sake; George P. Landow, Professor of English and the History of Art, Brown University, retrieved 11 November 2008
  7. ↑ National Gallery of Art, retrieved 11 November 2008 Diarsipkan 6 November 2007 di Wayback Machine
  8. ↑ "Cézanne to Picasso: Ambroise Vollard, Patron of the Avant-Garde, Chicago Art Institute, retrieved 11 November 2008". Artic.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Oktober 2008. Diakses tanggal 2014-08-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Meggs, Philip B. A History of Graphic Design. John Wiley & Sons, Inc. 1998; (pp. 58–69) ISBN0-471-29198-6
  10. ↑ Cole, Bruce & Gealt, Adelheid M. Art of the Western World: from Ancient Greece to Post-Modernism Diarsipkan 22 November 2022 di Wayback Machine, retrieved 11 November 2008

Sumber

Tentang pengaruh pencetakan Gutenberg

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan