Rabu, 14 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Loris ramping

Loris ramping

genus mamalia

Bagikan:
Loris ramping
250px-Sri_Lankan_Slender_Loris_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Loris ramping merah (Loris tardigradus)
CITES Apendiks II (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Strepsirrhini
Famili: Lorisidae
Subfamili: Lorinae
Genus: Loris
É. Geoffroy, 1796[2]
Spesies tipe
Loris tardigradus
Spesies
Sinonim
  • Stenops Illiger, 1811
  • Tardigradus Boddaert, 1785
Artikel takson sembarang

Loris ramping (Loris) adalah sebuah genus loris yang berasal dari India dan Sri Lanka. Genus ini mencakup dua spesies, yaitu loris ramping merah dari Sri Lanka dan loris ramping kelabu dari Sri Lanka dan India. Loris ramping menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di pepohonan, bergerak di antara dahan-dahan dengan lambat. Genus ini ditemukan di hutan hujan tropis, hutan belukar, hutan semi-peluruh dan rawa. Primata ini memiliki masa hidup kurang lebih 15 tahun dan merupakan hewan nokturnal. Umumnya genus ini memakan serangga, reptil, tunas dan buah.

Spesies

Genus Loris – É Geoffroy, 1796 – dua spesies
Nama umum Nama ilmiah dan subspesies Sebaran Ukuran dan ekologi Status IUCN dan estimasi jumlah populasi
Loris ramping kelabu

Gray loris

L. lydekkerianus
A. Cabrera, 1908

Empat subspesies
  • L. l. grandis (Loris ramping dataran tinggi)
  • L. l. lydekkerianus (Loris ramping mysore)
  • L. l. malabaricus (Loris ramping malabar)
  • L. l. nordicus (Loris ramping ceylon utara)
India selatan dan Sri Lanka
Map of range
Ukuran: 18–22 cm (7–9 in), tanpa ekor[3]

Habitat: Hutan[4]

Makanan: Serangga[5]
 NT 


Tak diketahui Population declining[4]

Loris ramping merah

Brown loris

L. tardigradus
(Linnaeus, 1758)
Sri Lanka
Map of range
Ukuran: 18–26 cm (7–10 in), tanpa ekor[6]

Habitat: Hutan[7]

Makanan: Serangga, katak pohon, cecak, burung kecil, telur dan buah[6]
 EN 


2000–2300 Population declining[7]

Referensi

  1. ↑ "Checklist of CITES Species". CITES. UNEP-WCMC. Diakses tanggal 18 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 122. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  3. ↑ Menon, ch. Grey Slender Loris
  4. 1 2 Dittus, W.; Singh, M.; Gamage, S. N.; Kumara, H. N.; Kumar, A.; Nekaris, K. A. I. (2022) [amended version of 2020 assessment]. "Loris lydekkerianus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2022 e.T44722A217741551. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-1.RLTS.T44722A217741551.en.
  5. ↑ Nishimura, Abi (2012). "Loris lydekkerianus". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diakses tanggal Juni 25, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 McGuinness, Rory (2011). "Loris tardigradus". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diakses tanggal Juni 25, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Gamage, S. N.; Nekaris, K. A. I.; Rudran, R. (2022) [amended version of 2020 assessment]. "Loris tardigradus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2022 e.T12375A217756381. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-1.RLTS.T12375A217756381.en.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan