Rabu, 14 Oktober 2026
15:54 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Lorena Airlines

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:

'PT Eka Sari Lorena Airlines atau Lorena Air adalah proyek maskapai penerbangan Indonesia yang gagal yang akan berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang ada antara tahun 2007 dan 2009, tetapi tidak pernah beroperasional.[1] Maskapai ini direncanakan untuk menggunakan dua pesawat Boeing 737-300[2] untuk penerbangan berjadwal dari Jakarta ke Palembang, Pekanbaru, Surabaya, Makassar, Bali, Jogjakarta dan Solo

Direktur Utama Lorena Air adalah Eka Sari Lorena Surbakti, putri pemilik Lorena Group, sebuah perusahaan operasi bus.

Referensi

  1. ↑ "Lorena Airlines at airlineupdate.com". Diakses tanggal 2011-12-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ Lorena Airlines at airfleets.net

Pranala luar

Purnalayan
Campuran/menengah
Tarif rendah
Regional
Sewaan
Kargo
Direncanakan
Tidak beroperasi
1 Utama dan regional.   2 Maskapai penerbangan nasional.


Ikon rintisan

Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan