Rabu, 28 Oktober 2026
23:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

De Kroonduif

perusahaan asal Hindia Belanda

Bagikan:
De Kroonduif
Didirikan1955
Berhenti beroperasi1963
PenghubungBandar Udara Biak-Mokmer
ArmadaDC-3 dan Twin Pioneer
Tujuan19 (per 1958)
Perusahaan indukKLM
Kantor pusatBiak, Nugini Belanda

De Kroonduif, sebuah bekas anak maskapai Belanda KLM, merupakan maskapai nasional Nugini Belanda (sekarang provinsi Papua, Indonesia), antara 1955 dan 1963. Nama 'kroonduif' merupakan bahasa Belanda yang berarti 'merpati bermahkota', merujuk kepada Mambruk Victoria di Nugini, yang mana ditetapkan sebagai logo perusahaan.

Sejarah

250px-JZPAA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat De Kroonduif dengan kode registrasi JZ-PAA

Pada 14 Juli 1955, perusahaan Nederlands Nieuw Guinea Luchtvaart Maatschappij (NNGLM) didirikan sebagai subsidiari maskapai Belanda KLM, untuk menyediakan penerbangan di Nugini Belanda. Maskapai baru ini, beroperasi di bawah nama De Kroonduif, berbasis di Biak, dan mengoperasikan beberapa rute di teritori Belanda tersebut menggunakan 2 pesawat De Havilland Canada Beaver.

Kemudian, armadanya ditambah dengan Douglas DC-3 Dakota dan Twin Pioneer.

Setelah Papua dimasukkan dalam teritori Indonesia, pada 1 Januari 1963, operasi De Kroonduif digantikan oleh Garuda Indonesia.

Kota Tujuan

Menurut jadwal penerbangan De Kroonduif tanggal 1 Desember 1958, pada waktu itu kota-kota yang dilayani adalah:

Referensi

Purnalayan
Campuran/menengah
Tarif rendah
Regional
Sewaan
Kargo
Direncanakan
Tidak beroperasi
1 Utama dan regional.   2 Maskapai penerbangan nasional.
Ikon rintisan

Artikel bertopik maskapai penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan