Sabtu, 17 Oktober 2026
19:38 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Lom Plai

Lom Plai

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)
250px-Tarian_lompli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarian Lom Plai di Kalimantan Timur, Indonesia

Lom Plai adalah upacara ritual yang dilakukan oleh suku Dayak Wehea Kalimantan Timur. Upacara ritual ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat suku Dayak Wehea setelah melakukan panen padi. Kegiatan awal dalam lom plai yaitu pemukulan gong yang dilaksanakan di rumah adat (eweang) dan diakhiri dengan upacara embos epaq plai (membuang hampa padi) pada saat terbenamnya matahari, yang mana hal tersebut bermakna untuk membuang sesuatu yang tidak baik dan mendoakan agar selalu mendapatkan perlindungan serta keberlimpahan di panen selanjutnya kepada Long Diang Yung atau Dewi Padi dalam keyakinan masyarakat suku Dayak Wehea.[1]

Ritual kegiatan

Lom Plai sebagai upacara kesenian yang dilakukan oleh para masyarakat suku Dayak Wehea, diantaranya adalah:

  1. Ngesea Egung yaitu pemukulan gong tanda Lom Plai resmi dimulai.
  2. Melhaq Pangsehmei yaitu upacara penghormatan yang ditujukan untuk Long Diang Yung.
  3. Embob Jengea yaitu ritual memasak lemang dan beang bit.
  4. Embos Min yaitu upacara bersih desa, yang bertujuan membuang segala kesialan dan kejahatan yang ada di kampung.
  5. Tari Hudoq dimulai dengan Mekean Hedoq atau menjamu Hudoq, yang bertujuan agar masyarakat dilindungi dari penyakit, diberi kesuburan, berkah dan kebaikan.
  6. Enluai Hedoq atau doa kepada Hedoq yang dinyanyikan supaya Hedoq membawa semangat padi untuk kesuburan tanaman tahun depan.
  7. Upacara Embos Epaq Plai yaitu membuang hampa padi.[2]

Referensi

  1. ↑ "Warisan Budaya Takbenda | Beranda". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2023-02-12.
  2. ↑ Agency, ANTARA News. "Lom Plai, Ritual Adat Syukur Wehea". ANTARA News Kalimantan Timur. Diakses tanggal 2023-02-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan