Kamis, 29 Oktober 2026
03:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lokomotif Flying Scotsman

Lokomotif Flying Scotsman

Bagikan:
Flying Scotsman
330px-Kentford_-_60103_climbing_towards_Minehead.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Flying Scotsman di rel kereta api Somerset Barat pada on 11 September 2017.
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
PerancangSir Nigel Gresley
ProdusenDoncaster Works
Tanggal produksiFebruari 1923
Situs webwww.flyingscotsman.org.uk Sunting ini di Wikidata
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte4-6-2
Lebar sepur4 ft 8+1⁄2 in (1.435 mm) sepur standar
Diameter roda penggerak80 in (2.032 mm) diameter
Panjang70 ft (21,34 m)
Tinggi13 ft (3,96 m)
Berat lok9.625 ton panjang (9.779 t; 10.780 ton pendek)
Silinder3
Performansi
Gaya traksi
  • A1: 29.835 lbf (132,71 kN)
  • A3: 32.910 lbf (146,39 kN)
Karier
OperatorLondon and North Eastern Railway, British Railways
KelasA3
Nomor armada
  • 1472 (to February 1924)
  • 4472 (February 1924–January 1946)
  • 502 (January–May 1946)
  • 103 (May 1946–December 1948)
  • 60103 (December 1948 on)
Nama resmiFlying Scotsman
Dipensiunkan15 Januari 1963
Direstorasi1968, 1996, 2016
Pemilik sekarangMuseum Kereta Api Nasional Inggris
referensi isi tabel : "LNER Encyclopedia: The LNER A1 and A3 Gresley Pacifics". www.lner.info. Diakses tanggal 2019-12-31.

LNER Class A3 4472 Flying Scotsman atau lebih dikenal sebagai The Flying Scotsman 4472 adalah lokomotif yang terkenal sebagai lokomotif uap pertama yang mampu melaju dengan kecepatan 100 mil per jam. Mendapatkan namanya karena beroperasi pada rute London-Edinburgh, lokomotif ini beroperasi secara resmi hingga tahun 1963. Setelah dipensiunkan, lokomotif ini bepindah-pindah dari tangan kolektor hingga akhirnya kini dimiliki oleh museum kereta api nasional Inggris. Lokomotif ini kemudian mengalami berbagai perbaikan dan dioperasikan secara terbatas pada 2016. Lokomotif ini juga merupakan satu-satunya lokomotif jenis LNER A1-A3 yang masih tersisa. The Flying Scotsman dianggap banyak kalangan sebagai lokomotif uap paling terkenal di dunia.[1][2][3]

Sejarah produksi dan pengembangan

The Flying Scotsman diproduksi oleh Doncaster Works dari rancangan Nigel Gresley sebagai model A1 pada Februari 1923. Model lokomotif ini merupakan salah satu model lokomotif paling bertenaga pada masanya. Sama seperti seluruh lokomotif model A1 lainnya, lokomotif ini juga mengalami pembaharuan dan perbaikan menjadi model A3 untuk membuatnya lebih efisien. Pada mulanya lokomotif ini memiliki nomor seri 1472, setelah diperbaharui menjadi model A3, nomor serinya berganti menjadi 4472.[1][4]

Setelah dipensiunkan

Setelah dipensiunkan pada 15 Januari 1963, lokomotif ini sebenarnya akan dibongkar. Alan Pegler dibantu oleh Perdana Menteri Inggris saat itu Harold Wilson memutuskan untuk membeli lokomotif ini karena dinilai memiliki nilai sejarah. Alan Pegler kemudian merestorasi lokomotif ini agar menjadi semirip mungkin dengan versi awal produksinya. Setelah direstorasi, Alan Pegler mendapatkan izin untuk mengoperasikan lokomotif ini sebagai bagian dari kereta wisata dengan rute London-Edinburgh pada 1968. Selama beberapa tahun setelahnya lokomotif ini mengadakan tur wisata di Amerika dan Kanada yang berakhir pada 1971. Tur ini dari sisi finansial merupakan kegagalan dan membuat Pegler mengalami kebangkrutan hingga akhirnya lokomotif ini pun berpindah tangan.[1][4][5]

Dari tangan Alan Pegler, lokomotif ini berpindah ke William McAlpine. McAlpine kemudian membawa lokomotif ini kembali ke Inggris untuk diperbaiki sebelum diangkut lagi ke Australia untuk beroperasi kembali sebagai kereta wisata. The Flying Scotsman kemudian kembali ke Inggris pada 1990 dan beroperasi sebagai kereta wisata hingga izin beroperasinya habis pada tahun 1993.[1][4]

Ongkos perbaikan yang relatif besar membuat lokomotif ini kembali berpindah tangan, kali ini ke Tony Marchington pada tahun 1996. Di tangan Tony, lokomotif ini mengalami restorasi senilai 1 juta Poundsterling. Pada tahun 2002, Tony Marchington berencana untuk membangun suatu konsep desa kereta api di Edinburgh dengan The Flying Scotsman sebagai maskot utamanya. Namun, pemerintah kota menolak rencana tersebut setahun berselang. Tak lama setelah itu Tony Marchington mengalami kebangkrutan dan membuat lokomotif ini kembali berpindah tangan.[1]

Khawatir akan dibawa keluar Inggris, Museum Kereta Api Nasional Inggris dibantu donatur kemudian membeli lokomotif ini pada pelelangan dengan harga 2,3 juta Poundsterling pada tahun 2004. Setelahnya lokomotif ini mengalami perbaikan dan restorasi selama bertahun-tahun yang menelan biaya hingga 4,5 juta Poundsterling. Pada 2016 kereta ini akhirnya bisa kembali dioperasikan dan hingga kini masih melayani keperluan wisata.[1][2][3]


Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "LNER Gresley A1 and A3 Class steam locomotives - Sole Survivor". RailAdvent (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2018-06-15. Diakses tanggal 2019-12-31.
  2. 1 2 www.steamdreams.co.uk https://www.steamdreams.co.uk/tours.php?tourid=72227. Diakses tanggal 2019-12-31.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. 1 2 Carpani, Jessica (2019-12-29). "Flying Scotsman could be forced off main routes as a result of overcrowded rail lines, driver warns". The Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2019-12-31.
  4. 1 2 3 "About". Flying Scotsman (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-25. Diakses tanggal 2019-12-31.
  5. ↑ "LNER Gresley Steam Locomotive Classes A1 and A3 | Rail.co.uk". www.rail.co.uk. Diakses tanggal 2019-12-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan