Selasa, 29 September 2026
06:08 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Livonia

Livonia

wilayah historis di sepanjang pesisir timur Laut Baltik

250px-Livonia_in_1534_%28English%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Livonia pada tahun 1534
250px-Sw_BalticProv_en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Livonia Swedia, di antara Estonia Swedia dan Courland (1600an)
250px-Governorate_of_Livonia_1820.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Livonia pada tahun 1820

Livonia[a] atau dalam catatan awal Livland,[1] adalah wilayah historis di pantai timur Laut Baltik. Tempat ini dinamai dari orang Livonia, yang tinggal di pantai Latvia saat ini.

Pada akhir abad ke-13, namanya meluas kepada sebagian besar Estonia dan Latvia saat ini, ditaklukan oleh Saudara Pedang Livonia selama Perang Salib Livonia (1193–1290). Livonia abad pertengahan, atau Terra Mariana, mencapai titik terluas setelah Pemberontakan Malam Saint George tahun 1343-1345, yang memaksa Denmark menjual Kadipaten Estonia (Estonia utara ditaklukan oleh Denmark pada abad ke-13) kepada Negara Ordo Teutonik pada tahun 1346. Livonia, seperti yang dipahami setelah mundurnya Denmark pada tahun 1346, berbatasan dengan Teluk Finlandia di utara, Danau Peipus dan Rusia di timur, dan Lithuania di selatan.

Akibat dari Perang Livonia tahun 1558–1583, wilayah Livonia mengecil menjadi bagian selatan Estonia dan bagian utara Latvia.

Penduduk asli di Livonia adalah beragam suku-suku Finnik di utara dan suku-suku Baltik di selatan. Keturunan tentara salib merupakan inti dari kelus penguasa baru Livonia setelah Perang Salib Livonia, dan akhirnya dikenal sebagai orang Jerman Baltik.

Catatan

  1. ↑ bahasa Livonia: Līvõmō, bahasa Estonia: Liivimaa, Jerman dan bahasa-bahasa Scandinavia: Livland, Jerman arkais: Liefland, bahasa Belanda: Lijfland, Latvia dan bahasa Lituania: Livonija, bahasa Polandia: Inflanty, Liwlandia; bahasa Rusia: Лифляндия

Rujukan

  1. ↑  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Livonia" . Encyclopædia Britannica. Vol. 16 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 816–817.

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri livonia di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan