Rabu, 07 Oktober 2026
11:59 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Limit Roche

Limit Roche

Bagikan:
330px-Roche_limit_%28far_away_sphere%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jauh dari limit Roche, gravitasi mampu mempertahankan bentuk bulat sebuah massa fluida.
330px-Roche_limit_%28tidal_sphere%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Semakin dekat ke limit Roche, bentuk bulat massa fluida tersebut mulai terdeformasi akibat gaya pasang surut.
330px-Roche_limit_%28ripped_sphere%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Didalam limit Roche, gravitasi dari massa fluida sudah tidak mampu menahan gaya pasang surut dari objek induknya, menyebabkan terintegrasinya massa fluida tersebut.
330px-Roche_limit_%28top_view%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Material yang lebih dekat dengan objek induk bergerak lebih cepat daripada material yang lebih jauh dari massa fluida tersebut, sebagaimana ditunjukkan oleh panah-panah merah.
330px-Roche_limit_%28ring%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kecepatan orbit yang berbeda dari setiap material akhirnya mengubah massa fluida tersebut menjadi sebuah cincin

Dalam astronomi, limit Roche (Roche limit), disebut juga jari-jari Roche atau batas Roche, adalah jarak kritis sebuah benda langit yang masih dapat mempertahankan keberadaannya dari disintegrasi yang diakibatkan oleh gaya pasang surut dari benda induknya. Di dalam limit Roche, benda langit yang mengorbit benda induknya cenderung terdisintegrasi dan membentuk cincin yang mengitari planet induknya, sementara diluar limit ini material cenderung bergabung dan membentuk gumukan.

Terminologi ini berasal dari nama seorang astronom Perancis Édouard Roche yang pertama kali memperkenalkan konsep ini pada tahun 1848.[1]

Deskripsi

Terminologi limit Roche biasanya berlaku terhadap sebuah satelit alami yang terintegrasi akibat pengaruh gaya pasang surut dari benda induknya. Sisi satelit yang lebih dekat ke benda induknya mengalami pengaruh gravitasi yang lebih kuat daripada sisi satelit yang lebih jauh dari benda induknya; perbedaan efek gravitasi pada satu objek yang sama ini menyebabkan tarikan yang pada akhirnya mendeformasi satelit tersebut dan pada akhirnya dapat memecah satelit tersebut.

Beberapa satelit, baik satelit alami maupun satelit buatan dapat mengorbit di dalam limit Roche tanpa terdisintegrasi terlebih dahulu karena ada gaya lain yang menyebabkan satelit tersebut dapat tetap terintegrasi. Objek yang berada di permukaan satelit yang tidak terefek oleh limit Roche tidak akan terpengaruhi oleh efek gaya pasang surut akibat limit Roche. Satelit lemah, misalnya komet, dapat terintegrasi jika melewati limit Roche.

Contoh

Beberapa contoh satelit alami yang mengorbit dekat ke limit Roche planet induknya adalah Metis (satelit Jupiter) dan Pan (satelit Saturnus). Kedua satelit ini memiliki bentuk iregular akibat pengaruh dari gaya pasang-surut planet induknya.

Contoh lain adalah komet Shoemaker-Levy. Pada bulan Juli 1992, komet ini memasuki limit Roche dan mengalami disintegrasi dan pada akhirnya terpecah belah. Dua tahun kemudian pada tahun 1994, serpihan komet ini jatuh ke permukaan Jupiter pada tahun 1994.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ NASA. "What is the Roche limit?". NASA – JPL. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-23. Diakses tanggal September 5, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan