Minggu, 18 Oktober 2026
16:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Like

Bagikan:
Untuk aplikasi video daring, lihat Likee (aplikasi).

Likee atau Meudikee adalah adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh, likee berasal berasal dari kata "zikir" dalam bahasa Arab, likee berisi pujian-pujian kepada Allah dan solawat kepada Rasulullah, yang dipertunjukkan pada acara Maulid Nabi Muhammad. Selain berisi pujian, berisikan juga sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam dan kisah-kisah yang bertemakan pendidikan dan tamsilan-tamsilan yang bermanfaat bagi kehidupan.[1]

Dalam praktiknya, likee dilantunkan oleh sekelompok laki-laki yang sudah dewasa dan juga anak-anak, biasanya terdiri dari 20 sampai 30 anak laki-laki. Mereka dipimpin oleh dua sampai empat orang dewasa sebagai syeh. Dulunya, syair-syair likee disampaikan menggunakan bahasa Arab, tetapi belakangan ini syair-syair likee disampaikan juga dalam bahasa Aceh, pada syair pengantar dan penutup syeh likee harus membangkitkan radat (irama) dalam melantunkan syair-syair likee.

Dibagi dalam tiga babak

Pada babak pertama, pemain likee duduk bersila di lantai meunasah (surau) tempat maulid diadakan. Pada babak kedua, para pemain yang duduk bersila tadi kemudian berdiri saling berpegangan tangan. Gerakan babak ketiga serupa dengan babak pertama tapi lebih lembut. Biasanya satu pergelaran likee menghabiskan waktu tiga sampai empat jam. like tidak ditampilkan ditempat terbuka, hal tersebut berkaitan dengan makna likee itu sendiri yang bermakna zikir, dan hanya dimainkan pada bulan Maulid.

lokasi persebaran : Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar

Referensi

  1. ↑ Dwiari Ratnawati, Lien. Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan