Minggu, 01 November 2026
23:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Letusan Gunung Semeru 2021

Letusan Gunung Semeru 2021

erupsi vulkanik di Indonesia

Bagikan:
Letusan Gunung Semeru 2021
330px-Bentang_Alam_Gunung_Semeru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gunung apiGunung Semeru
Tanggal mulai4 Desember 2021
Tanggal selesai5 Desember 2021
LokasiJawa Timur, Indonesia
08°06′28″S 112°55′19″E / 8.10778°S 112.92194°E / -8.10778; 112.92194
VEI4[1]
Dampak57 tewas, 169 terluka, 22 hilang[2]
Peta
osm-intl,9,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Letusan_Gunung_Semeru_2021&revid=28601517&groups=_ca3aa950f54986706d6fe73fc1251e07d27a3503&parser=parsoid
Lokasi gunung Semeru
330px-Ratusan_rumah_tertimbun_abu_vulkanik_erupsi_gunung_Semeru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah desa terkubur di bawah abu vulkanik.

Letusan Gunung Semeru 2021 terjadi pada 4 Desember 2021 di Jawa Timur, Indonesia. Setidaknya 57 orang tewas,[3] dan 22 orang hilang.[2] 45 orang mengalami luka bakar karena letusan tersebut.[4][5] Jembatan Gladak Perak, jembatan penghubung jalur selatan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang terputus akibat diterjang lahar dingin letusan gunung Semeru.[6] Aliran piroklastik dan lahar merusak sedikitnya 5.205 rumah dan beberapa bangunan umum.[7][8]

Latar belakang

Gunung Semeru adalah salah satu dari lebih dari 100 gunung berapi aktif di Indonesia. Puncak Gunung Semeru disebut Mahameru, yang memiliki ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini membuat Gunung Semeru menyandang predikat puncak tertinggi di Pulau Jawa. Gunung Semeru berada dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung Semeru juga gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Gunung Kerinci (3805 mdpl) dan Rinjani (3726 mdpl). Gunung ini mempunyai 3 danau, yakni Ranu Kumbolo, Ranu Pani, dan Ranu Regulo. Dari ketiganya, yang paling terkenal adalah Ranu Kumbolo.[9] Gunung berapi ini merupakan bagian dari rangkaian pegunungan vulkanik yang membentang dari utara Sumatera hingga Kepulauan Sunda Kecil. Vulkanisme utama di Indonesia terhubung dengan lepas pantai subduksi dari Lempeng Australia di bawah Lempeng Sunda. Tercatat bahwa letusan tertua terjadi pada tahun 1818. Sejak saat itu, letusan besar telah terjadi pada tahun 1941, 1942, 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955–1957, 1958, 1959, 1960, 1977, dan 1978–1989.[10] Letusan kecil terjadi pada Januari 2021 terjadi dan dikabarkan tidak memakan korban. Letusan 4 Desember adalah yang terbaru dari serangkaian letusan eksplosif di gunung berapi sejak tahun 2014. Letusan baru-baru ini di gunung berapi telah disertai dengan aliran piroklastik, gumpalan debu vulkanik, dan tanah longsor.[9]

Peristiwa sebelumnya

Letusan paling mematikan Gunung Semeru terjadi pada 29 Agustus 1909 ketika aliran piroklastik dan lava menghancurkan 38 pemukiman dan 600-800 hektar lahan pertanian. Letusan itu merenggut 208 korban jiwa. Sejak saat itu, sebagian besar aktivitas letusan gunung berapi terbatas pada letusan strombolian kecil. Letusan pada tahun 1994 menyebabkan kematian tiga orang.[11]

Dampak dan letusan

250px-Ratusan_rumah_tertimbun_abu_vulkanik_erupsi_gunung_Semeru_%282%2C_cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah tertimbun abu vulkanik

Letusan diperkirakan dimulai ketika kubah lava di kawah puncak runtuh karena curah hujan yang tinggi. Seorang ahli vulkanologi di Institut Teknologi Bandung mengatakan aliran puing letusan merupakan akumulasi material dari letusan masa lalu. Hujan deras mengikis material vulkanik di puncak, membuat kubah lava tidak stabil. Kubah yang runtuh memicu serangkaian aliran piroklastik yang menuruni lereng gunung berapi. Menurut laporan dari departemen geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, semburan tingginya mungkin bisa mencapai 45 km, meski ada yang mengklaim tingginya hanya 11 km. Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan ketinggian asap. Antara tanggal 5 dan 9 Desember, delapan aliran piroklastik menempuh jarak 3 km atau lebih dari puncaknya. Arus mengalir ke arah tenggara.

Setidaknya 5.205 orang terdampak (hingga 5 Desember), dengan 2.004 penduduk di Kabupaten Lumajang mengungsi. Penduduk mengungsi di beberapa lokasi. Di Kecamatan Pronojiwo, sekitar 305 orang tinggal di sekolah dan balai desa. 409 orang mengungsi di Kecamatan Candipuro, dan 188 orang di Pasirian. Sebagian pengungsi kemudian pindah ke rumah atau bangunan lain. Operasional di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Bandar Udara Internasional Adisumarmo, dan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh tidak terpengaruh oleh letusan karena tidak ada abu vulkanik yang teramati. Pariwisata di Gunung Bromo di dekatnya juga tidak terpengaruh oleh letusan. Meskipun Semeru terletak di dalam kompleks taman nasional, pengunjung terus memasuki taman tersebut. Akses ke Semeru dibatasi sejak Juli 2021.[12]

250px-Aerial_view_of_buried_villages_near_Semeru_after_the_4th_of_December_eruption.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan udara desa-desa di Kabupaten Lumajang yang terkubur di dekat Gunung Semeru setelah letusan 4 Desember.

Menurut Badan Amil Zakat Nasional, letusan tersebut menyebabkan kerugian senilai 310 miliar Rupiah pada rumah, infrastruktur publik, bisnis lokal, dan layanan dasar. Hingga sore hari tanggal 7 Desember, jumlah orang yang mengungsi meningkat menjadi 3.697 orang. Sebagian besar warga yang mengungsi berasal dari Kabupaten Lumajang, sementara 24 orang berasal dari Kabupaten Malang. Jumlah orang yang mengungsi meningkat menjadi 4.250 orang pada malam hari.[13]

Petugas di posko tanggap darurat memperbarui jumlah rumah yang rusak menjadi 5.205.[14] Letusan tersebut berdampak pada total 17 permukiman di 10 kecamatan. Di desa Kampung Renteng, semua kecuali satu rumah rusak.[15]

Hingga 16 Desember, 10.655 orang di 121 lokasi telah mengungsi. Sebagian besar dari mereka yang terdampak, sedikitnya 2.331 orang, berasal dari Candipuro. Di Pasirian, total 1.307 orang mengungsi. Ratusan warga juga mengungsi di Pronojiwo, Tempeh, dan Sukodono. Sedikitnya 2.990 kambing, domba, sapi, dan hewan ternak lainnya juga mati. Sebanyak 31 infrastruktur publik rusak.[16]

Tanggapan

250px-Pastikan_penanganan_dampak_Semeru%2C_Khofifah_tinjau_lokasi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi terdampak letusan gunung Semeru.
250px-Joko_Widodo_visits_evacuees_of_the_2021_Mount_Semeru_eruption.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Joko Widodo memberikan makanan kepada para pengungsi.

Pemerintah setempat menghimbau warga untuk menjaga jarak setidaknya 5 km dari kawah puncak utama karena ada kekhawatiran aliran piroklastik yang besar. Masyarakat dilarang mendekati kawah sejauh 1 km atau lebih dekat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan tentang peningkatan aktivitas vulkanik dan keberadaan aliran piroklastik di gunung berapi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa hujan abu terjadi di beberapa desa dan menghimbau warga untuk mengungsi. Warga juga diminta untuk menjauh dari sungai yang berasal dari Semeru karena sungai tersebut mengangkut puing-puing vulkanik.[17]

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca dua hari pada tanggal 6 Desember yang memperingatkan warga akan hujan lebat yang dapat memicu lebih banyak lahar. Badan tersebut menambahkan bahwa Jawa Timur telah memasuki musim hujan di mana ancaman lahar lebih tinggi.

BNPB menyediakan makanan siap saji, selimut, kasur, masker, dan tenda pengungsian untuk membantu warga yang mengungsi. Persediaan medis, air, dan makanan instan juga disediakan. Diperkirakan 1,14 miliar rupiah Indonesia digunakan untuk memberikan bantuan. BNPB juga memberikan 500.000 rupiah selama enam bulan kepada penduduk yang mengungsi untuk membayar perumahan sementara, di mana pembangunan rumah baru bagi penduduk yang terkena dampak berlangsung.[18]

Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi Kabupaten Lumajang untuk memimpin BNPB dalam upaya pemulihan pasca-erupsi pada tanggal 5 Desember. Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, merelokasi kantornya ke Kabupaten Lumajang untuk membantu proses evakuasi penduduk di zona bahaya. Dalam upaya untuk mencegah korban lebih lanjut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghentikan semua operasi terkait pertambangan di zona bahaya langsung. BNPB mengatakan bahwa tanggapan terhadap bencana akan berlanjut hingga 3 Januari 2022.[19]

Kementerian Pertanian akan menyediakan benih dan kacang-kacangan bagi petani untuk lahan seluas 847 hektar. Bantuan juga diberikan berupa 174 ekor sapi dan kambing, pakan ternak, rumput, dan obat-obatan. Bantuan juga berupa traktor dan hand sprayer.[20]

Galeri

  • Sebuah truk yang terkubur oleh lahar
    Sebuah truk yang terkubur oleh lahar
  • Bantuan dan pencarian korban letusan gunung Semeru.
    Bantuan dan pencarian korban letusan gunung Semeru.
  • Sebuah desa di Kabupaten Lumajang yang terkubur abu vulkanik.
    Sebuah desa di Kabupaten Lumajang yang terkubur abu vulkanik.
  • Abu vulkanik menutupi di salah satu desa di Kabupaten Lumajang.
    Abu vulkanik menutupi di salah satu desa di Kabupaten Lumajang.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Semeru". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2020. Diakses tanggal 19 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 detikcom, Tim. "Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Tambah Jadi 34 Orang". detikcom. Diakses tanggal 2021-12-07.
  3. ↑ Latu Ratri Mubyarsah, ed. (2021). "Hari Terakhir Pencarian Korban Erupsi Semeru, 57 Orang Meninggal". Jawa Pos. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2021. Diakses tanggal 20 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Faizal, Achmad (2021-12-04). Khairina (ed.). "Erupsi Semeru, Dinkes Jatim Perkirakan Ada Warga Tertimbun Sulit Dievakuasi, 45 Korban Luka Bakar". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-12-05.
  5. ↑ Arifin, Danung (9 Desember 2021). "[Update] - Hari Kelima Paska Erupsi Semeru, Tim Gabungan Temukan Total 43 Korban Meninggal Dunia". Badan Nasional Penanggulangan Bencana - BNPB. Diakses tanggal 11 Desember 2021.
  6. ↑ "Jembatan Gladak Perak Putus Diterjang Lahar Dingin Semeru". Republika Online. 2021-12-04. Diakses tanggal 2021-12-05.
  7. ↑ Sari, Lukman Diah (08 Desember 2021). "Update 8 Desember, 4 Korban Semeru Ditemukan, Total 39 Tewas". Medcom.id. Diakses tanggal 11 Desember 2021.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ "Semeru Volcano Eruption Indonesia - Flash Update #2 (07 Dec 2021 1230 HRS UTC +7)". reliefweb (dalam bahasa Inggris). 7 Desember 2021. Diakses tanggal 11 Desember 2021.
  9. 1 2 Shalihah, Nur Fitriatus (5 Desember 2021). Nugroho, Rizal Setyo (ed.). "Lokasi Gunung Semeru yang Meletus 4 Desember 2021". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Desember 2021.
  10. ↑ Raharja Ucu, Karta (4 Desember 2021). "Sejarah Panjang Meletusnya Gunung Semeru Sejak 1818". Republika. Diakses tanggal 11 Desember 2021.
  11. ↑ "Gunung Semeru meletus: sejarah erupsinya dan jaminan kesuburan tanah untuk masa depan". The Conversation. 6 Desember 2021. Diakses tanggal 11 Desember 2021.
  12. ↑ "BPBD: 902 Residents Refuge Due to Semeru Eruption". Kompas.com. 5 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Desember 2021. Diakses tanggal 5 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Dzikry Subhanie (7 Desember 2021). "Update, 3.697 Orang Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru". SINDOnews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2021. Diakses tanggal 7 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Dian Kurniawan (9 Desember 2021). "Pengungsi Semeru Meningkat, 6.022 Orang Mengungsi di 115 Titik". Liputan 6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Desember 2021. Diakses tanggal 9 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Feri Heryanto (8 Desember 2021). "Rumah Ini Satu-Satunya Selamat saat Erupsi Gunung Semeru". Haluan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Desember 2021. Diakses tanggal 8 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Binti Mufarida (9 Desember 2021). "BNPB: Tersebar di 121 Titik Pengungsian, 6.542 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Semeru". SINDOnews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2022. Diakses tanggal 9 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Aditya Ramadhan (7 Desember 2021). "Mentan beri bantuan kepada petani terdampak erupsi Gunung Semeru". Antara. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2021. Diakses tanggal 7 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Agus Rahmat (5 Desember 2021). "Tim Cari 8 Orang yang Belum Ditemukan Usai Erupsi Gunung Semeru" [The team is looking for 8 people who have not been found after the eruption of Mount Semeru]. Viva.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Desember 2021. Diakses tanggal 5 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Leo Wisnu Susapto (8 Desember 2021). "Tim SAR Semeru Butuh Seminggu Cari Korban Hilang". Validnews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Desember 2021. Diakses tanggal 8 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Jokowi Siapkan Relokasi 2.000 Rumah Terdampak Erupsi Semeru". CNN Indonesia. 7 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2021. Diakses tanggal 7 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Bencana alam
Banjir dan longsor
Gempa bumi
Gunung meletus
Siklon tropis
Kecelakaan
Pesawat terbang
Kapal
Lain-lain
Terorisme
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan