Selasa, 20 Oktober 2026
05:04 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Leksikostatistika

Bagikan:

Leksikostatistika adalah suatu metode perbandingan bahasa yang ditemukan oleh seorang ahli bahasa Maurice Swadesh, yang mempergunakan 'perbendaharaan kata-kata dasar universal' (basic vocabulary) sebagai objek analisisnya.[1] Kata-kata dasar yang universal pada setiap bahasa contohnya nama-nama anggota badan; berbagai banda alam seperti langit, bumi, hujan, awan, matahari, bulan; nama-nama bilangan, dan lain-lainnya. Jumlah kata-kata dasar ini ditentukan oleh Swadesh sebanyak kira-kira 200 kata, yang kemudian diringkas lagi menjadi 100 kata.

Swadesh kemudian menemukan pula bahwa apabila suatu bahasa terpisah menjadi dua, kedua anak bahaso itu masing-masing berubah dengan lambat, termasuk pada kata-kata dasarnya. Lama-kelamaan banyak dari kata-kata dasar itu yang menjadi berbeda, sedangkan kecepatan proses perubahan yang terjadi secara universal kira-kira sama untuk semua bahasa di dunia. Artinya bahaw setiap beberapa ribu tahun, sekian persen dari kata-kata dasar itu akan berubah. Oleh karenanya, ia memakai teknik statistik untuk mengembangkan rumus yang menghitung kapan waktu terpisahnya dua bahasa yang dulunya berasal dari satu induk,yaitu sbb:[2][3]

t = l o g ( C + C ( 1 − C ) 100 ) 2 l o g r {\displaystyle {\frac {log(C+{\frac {\scriptstyle {\sqrt {C(1-C)}}}{100}})}{2logr}}} {\displaystyle {\frac {log(C+{\frac {\scriptstyle {\sqrt {C(1-C)}}}{100}})}{2logr}}}

Di mana: t = waktu, C = jumlah kata yang sama, r = indeks retensi

Referensi

  1. ↑ Bernal, Martin (1987). Black Athena: The Linguistic Evidence. hlm. 44. ISBN 0813536553, 9780813536552.
  2. ↑ Badudu, Yus (2003). Kamus kata-kata serapan asing dalam bahasa Indonesia. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797090639, 9789797090630.
  3. ↑ Gudschinsky, Sarah C. The ABC's of Lexicostatistics (Glottochronology) (PDF). in Hymes, Dell (1964). "Language in Culture and Society: A Reader in Linguistics and Anthropology". New York: Harper & Row. hlm. 612-623. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2018-08-23.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan