Senin, 26 Oktober 2026
22:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Leksikostatistika

Bagikan:

Leksikostatistika adalah suatu metode perbandingan bahasa yang ditemukan oleh seorang ahli bahasa Maurice Swadesh, yang mempergunakan 'perbendaharaan kata-kata dasar universal' (basic vocabulary) sebagai objek analisisnya.[1] Kata-kata dasar yang universal pada setiap bahasa contohnya nama-nama anggota badan; berbagai banda alam seperti langit, bumi, hujan, awan, matahari, bulan; nama-nama bilangan, dan lain-lainnya. Jumlah kata-kata dasar ini ditentukan oleh Swadesh sebanyak kira-kira 200 kata, yang kemudian diringkas lagi menjadi 100 kata.

Swadesh kemudian menemukan pula bahwa apabila suatu bahasa terpisah menjadi dua, kedua anak bahaso itu masing-masing berubah dengan lambat, termasuk pada kata-kata dasarnya. Lama-kelamaan banyak dari kata-kata dasar itu yang menjadi berbeda, sedangkan kecepatan proses perubahan yang terjadi secara universal kira-kira sama untuk semua bahasa di dunia. Artinya bahaw setiap beberapa ribu tahun, sekian persen dari kata-kata dasar itu akan berubah. Oleh karenanya, ia memakai teknik statistik untuk mengembangkan rumus yang menghitung kapan waktu terpisahnya dua bahasa yang dulunya berasal dari satu induk,yaitu sbb:[2][3]

t = l o g ( C + C ( 1 − C ) 100 ) 2 l o g r {\displaystyle {\frac {log(C+{\frac {\scriptstyle {\sqrt {C(1-C)}}}{100}})}{2logr}}} {\displaystyle {\frac {log(C+{\frac {\scriptstyle {\sqrt {C(1-C)}}}{100}})}{2logr}}}

Di mana: t = waktu, C = jumlah kata yang sama, r = indeks retensi

Referensi

  1. ↑ Bernal, Martin (1987). Black Athena: The Linguistic Evidence. hlm. 44. ISBN 0813536553, 9780813536552.
  2. ↑ Badudu, Yus (2003). Kamus kata-kata serapan asing dalam bahasa Indonesia. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797090639, 9789797090630.
  3. ↑ Gudschinsky, Sarah C. The ABC's of Lexicostatistics (Glottochronology) (PDF). in Hymes, Dell (1964). "Language in Culture and Society: A Reader in Linguistics and Anthropology". New York: Harper & Row. hlm. 612-623. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2018-08-23.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan