Kamis, 24 September 2026
19:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Latrodectus

Latrodectus

genus laba-laba

Latrodectus
250px-Latrodectus_hesperus_Berkeley%2C_California.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina Latrodectus hesperus, atau janda hitam barat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Chelicerata
Kelas: Arachnida
Ordo: Araneae
Infraordo: Araneomorphae
Famili: Theridiidae
Genus: Latrodectus
Walckenaer, 1805[1]
Spesies tipe
L. tredecimguttatus
(Rossi, 1790)
Spesies

35, lihat teks

Sinonim[1]
  • Chacoca Badcock, 1932[2]
Artikel takson sembarang

Latrodectus adalah sebuah genus laba-laba yang tersebar luas, dengan beberapa spesies yang secara umum dikenal sebagai janda sejati. Kelompok ini terdiri dari anggota-anggota yang biasa dikenal sebagai laba-laba janda hitam, laba-laba janda cokelat, dan beberapa laba-laba lainnya yang serupa.[3][4][5][6] Namun, keanekaragaman didalam spesies ini jauh lebih besar. Sebuah anggota dari famili Theridiidae, genus ini mengandung 34 spesies, yang mencakup beberapa "janda hitam" Amerika Utara (laba-laba janda hitam selatan Latrodectus mactans, laba-laba janda hitam barat Latrodectus hesperus, dan laba-laba janda hitam utara Latrodectus variolus). Selain itu, di Amerika Utara juga dapat ditemukan laba-laba janda merah Latrodectus bishopi dan laba-laba janda cokelat Latrodectus geometricus, yang memiliki distribusi geografis yang lebih besar. Di daerah-daerah lain, juga dapat ditemukan laba-laba janda hitam Eropa (Latrodectus tredecimguttatus), laba-laba punggung merah (Latrodectus hasseltii) di Australia, dan katipō (Latrodectus katipo) dari Selandia Baru yang berkerabat dekat. Juga terdapat beberapa spesies berbeda di Afrika Selatan yang dapat disebut dengan nama laba-laba kancing, dan laba-laba janda hitam Amerika Selatan Latrodectus corallinus dan Latrodectus curacaviensis). Spesies-spesies pada genus ini memiliki ukuran yang sangat beragam. Biasanya, betina memiliki warna yang kegelapan, dan dapat diidentifikasi dengan pola kemerahan pada bagian bawah-tengah (ventral) abdomen mereka, yang biasanya berbentuk seperti jam pasir.

Laba-laba ini memiliki bisa yang ampuh, yang mengandung neurotoksin latrotoksin, yang dapat menyebabkan latrodektisme, keduanya dinamai bedasarkan genusnya. Laba-laba janda betina memiliki kantung bisa yang besar, dan gigitannya dapat menyakitkan pada vertebrata besar, termasuk manusia. Meski begitu, gigitan laba-laba janda jarang menyebabkan kematian atau menyebabkan komplikasi yang serius, dan hanya gigitan dari betina yang berbahaya bagi manusia.

Referensi

  1. 1 2
  2. Ushkaryov, Y. A. (2004). "The multiple actions of black widow spider toxins and their selective use in neurosecretion studies". Toxicon. 213 (5): 527–542. doi:10.1016/j.toxicon.2004.02.008. PMID 15066411.
  3. Sari, I. (2008). "Myocarditis after black widow spider envenomation". The American Journal of Emergency Medicine. 630 (5): e1–3. doi:10.1016/j.ajem.2007.09.012. PMID 18534303.
  4. Nentwig, N. (2017). "Impact of Non-native Animals and Plants on Human Health". Impact of Biological Invasions on Ecosystem Services. Springer. hlm. 277–293. doi:10.1007/978-3-319-45121-3_18. ISBN 978-3-319-45119-0.
  5. Müller, G. J. (1993). "Black and brown widow spider bites in South Africa". South African Medical Journal. 83.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan