Senin, 12 Oktober 2026
07:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Neurotoksin

Bagikan:

Neurotoksin adalah sebuah toksin yang bekerja pada sel saraf —neuron— biasanya dengan berinteraksi pada protein membran.

Jenis

Neurotoksin yang terkait dengan makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama, di antaranya: senyawa logam dan organologam; racun laut dan air tawar yang berasal dari ganggang; dan bahan beracun yang sengaja ditambahkan atau dihasilkan pada kegiatan industri dan terakumulasi pada pangan, misalnya Poliklorinasi Bifenil (PCB).[1]

Beberapa spesies berbisa juga menghasilkan senyawa beracun yang merupakan neurotoksin kuat. Banyak bisa dan toksin lainnya yang digunakan organisme untuk bertahan melawan vertebrata adalah neurotoksin.[1]

Dampak

Efek umum yang terjadi adalah kelumpuhan, yang terjadi dengan cepat. Sengatan lebah, kalajengking, ikan lepu, laba-laba, dan ular dapat memiliki toksin yang berbeda. Dalam beberapa kasus, zat ini dapat digunakan dalam terapi kesehatan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Fernández-Sánchez, M.-T.; Ferrero, A.; Pérez-Gómez, A.; Novelli, A. (2005). TOXINS | Neurotoxins. Elsevier. hlm. 134–143.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan