Selasa, 13 Oktober 2026
18:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah

Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah

bandar udara di Indonesia

Bagikan:
Untuk Tokoh Melayu, lihat Raja Haji Fisabililah.
Pangkalan Udara Raja Haji Fisabilillah (Lanud RHF)
250px-Logo_LANUD_Lama.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Lanud
Dibentuk1 Juli 1958[1]
NegaraIndonesia Indonesia
Cabang40px-Lambang_TNI_AU.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Udara
Tipe unitTipe B[2]
Pangkalan Udara Militer
Bagian dariKomando Operasi Angkatan Udara I
JulukanLanud Rhf
MotoPrayatna Kerta Gegana
Situs webwww.lanud-tpi.mil.id
Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah

Raja Haji Fisabilillah International Airport
250px-Raja_Haji_Fisabillilah_International_Airport_Logo_New-removebg-preview.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Raja_Haji_Fisabilillah_International_Airport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi
JenisPublik / Militer
Pemilik/PengelolaInJourney
MelayaniPulau Bintan
LokasiKelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Ketinggian dpl16 mdpl
Koordinat00°55′21″N 104°31′56″E / 0.92250°N 104.53222°E / 0.92250; 104.53222
Situs webwww.rajahajifisabilillah-airport.co.id
Peta
TNJ/WIDN di Bintan
TNJ/WIDN
TNJ/WIDN
Lokasi di Bintan
Tampilkan peta Bintan
TNJ/WIDN di Kepulauan Riau
TNJ/WIDN
TNJ/WIDN
Lokasi di Kepulauan Riau
Tampilkan peta Kepulauan Riau
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
04/22 2.500 8.202 Aspal
Statistik (2024)
Penumpang263,680 (Kenaikan 14.17%)
Kargo (per ton)8,165.12 (Kenaikan 32.50%)
Pergerakan pesawat4,048 (Kenaikan 19.41%)
Sumber: DJSA[3][4]

Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (IATA: TNJ, ICAO: WIDN), sebelumnya Bandar Udara Kijang, adalah Bandar udara yang terletak di Kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau. Bandara ini dikelola PT Angkasa Pura II.

Statusnya dari dulu adalah internasional, tetapi karena Kepulauan Riau belum pisah dari Riau Daratan maka bandara ini jarang dipergunakan. Setelah tahun 2001 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia, maka terjadilah pembangunan yang pesat di kota Tanjung Pinang dan bandara ini diramaikan lagi oleh beberapa maskapai penerbangan yaitu Merpati pada tanggal 19 Desember 2007, Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008 dan Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005.[5]

Pada bulan Mei 2007 pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini. Proyek mulai berjalan pada bulan Juni. Pengembangan bandara meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu ditambah sekitar 400 meter dari awalnya yang hanya 1.856 meter menjadi 2.256 meter. Selain itu, gedung terminal bandara juga diperluas dari 2.118 meter persegi menjadi 8.348 meter persegi. Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang. Pada April 2008 bandara ini resmi berganti nama dari Bandar Udara Kijang menjadi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Nama bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah, pahlawan nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana. Perpanjangan landas pacu hingga 3.578 x 45 meter (11.739 ft × 148 ft), dan sejak September 2014 sudah dipergunakan.[6]

Fasilitas Terminal

Terminal penumpang baru dengan luas 8.300 m2 dan satu garbarata diresmikan pada Juni 2013. Memiliki kapasitas 1000.000 penumpang per tahun, 10 kali lebih besar dari terminal lama. Bandara ini dioperasikan dan dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

Kendaraan umum

Bus: Bus antar-jemput bandara melayani beberapa tujuan dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Mobil dan taksi: Berbagai layanan taksi dan antar-jemput disediakan oleh banyak penyedia layanan di luar ruang kedatangan.

Parkir Mobil: Ada banyak tempat parkir kendaraan dalam jarak berjalan kaki di luar terminal.

Spesifikasi teknis

Bandara ini berada pada ketinggian 16 m (52 kaki) di atas permukaan laut rata-rata. Ini memiliki satu landasan pacu yang ditunjuk 04/22 dengan permukaan aspal berukuran panjang 2.250 m (7.381 kaki).

Maskapai

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta–Soekarno–Hatta[7]
CitilinkJakarta–Soekarno–Hatta[8]
Susi AirDabo, Letung

Sejarah Singkat Lanud RHF

Pembuatan Lapangan Terbang Kijang dalam masa peralihan Pemerintahan Hindia Belanda ke Pemerintahan Republik Indonesia sekitar tahun 1950-1952, Garuda (GIA) masih meneruskan penerbangan KNILM dengan pesawat Catalina dimana agen Garuda ini sejak awal ditangani oleh Rachmat Kadir. Tentara Jepang pernah merintis untuk mencari lokasi pembuatan Lapangan Terbang Kijang (Bandara Raja Haji Fisabilillah) yang sekarang ada, tetapi maksud Jepang tersebut tidak jadi terlaksana secara sempurna karena keburu kalah perang.

Tahun 1951-1952 tim survei dari Jakarta tiba di Tanjungpinang, dimana survei ini segera dilanjutkan dengan pembangunan Lapangan Terbang oleh PU dan beberapa kontraktor terkemuka pada saat itu. Tahun 1953 Lapangan Terbang Kijang diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI Adnan Kapau Gani, dalam bentuk lapangan terbang yang sederhana dengan runway bouksit yang diperkeras serta fasilitas penerbangan lainnya yang masih sangat minim. Tercatat pesawat yang melakukan pendaratan pertama kali di Lapangan Terbang Kijang adalah pesawat Garuda (GIA) jenis Heron.

Dengan Surat Keputusan Kasau Nomor: 179 Tanggal 16 Juli 1958, terhitung 1 Juli 1958 Detasemen Angkatan Udara Tanjung Pinang dinyatakan resmi berdiri. Dalam rangka pembinaan tradisi dan memupuk "Sense of Bilongings" dari para anggota Detasemen Angkatan Udara Tanjung Pinang secara pasti dan otentik tanggal 1 Juli 1958 dapat dijadikan patokan sebagai "Hari Jadi Pangkalan Udara Tanjung Pinang (Lanud Rhf)" yang mulanya berstatus Detasemen Angkatan Udara Tanjung Pinang.[1]

Komandan Lanud RHF

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) dari masa ke masa:[9]

  1. Kapten Udara Kintarso (1964 — 1967)
  2. Kapten Pnb. Hendro Sunarto (1967 — 1972)
  3. Mayor Pnb. M. Isnain Mahmud (1972 — 1974)
  4. Kapten Pom. Ngadijo (1974 — 1977)
  5. Mayor Pnb. Daniel Boroh (1977 — 1979)
  6. Mayor Pnb. Gandhy NS (1979 — 1982)
  7. Mayor Pnb. Djaja Subagdja (1982 — 1984)
  8. Letkol Nav. Atmadji (1984 — 1987)
  9. Letkol Nav. Giantono BS (1987 — 1989)
  10. Letkol Pnb. Slamet Widodo (1989 — 1991)
  11. Letkol Pnb. Sodik Sukarno (1991 — 1993)
  12. Letkol Pnb. Haryantoyo (1993 — 1996)⭐⭐
  13. Letkol Pnb. Sukamto Haryono (1996 — 1998)
  14. Letkol Pnb. Ilyanus Sanusi (1998 — 2000)
  15. Letkol Pnb. Emir Panji Dermawan, S.Sos. (2000 — 2002)⭐⭐
  16. Letkol Pnb. Abdul Rasyid Jauhari (2002 — 2004)
  17. Letkol Pnb. Irawan Nurhadi (2004 — 2005)⭐⭐
  18. Letkol Pnb. Sugiharto (2005 — 2006)
  19. Letkol Sus. Muhammad Tawakal Syaeful Haq Sidik, S.E., M.Han. (2006 — 2008)⭐⭐
  20. Letkol Pnb. Ir. Nandang Sukarna, M.Si. (2008 — 2010)⭐
  21. Letkol Pnb. Andi Muhammad Amran Rasjid, M.M. (2010 — 2011)⭐
  22. Letkol Pnb. Muhammad Jusuf Hanafie (2011 — 2013)
  23. Letkol Pnb. Hendrayansyah, S.Sos. (2013 — 2014)⭐
  24. Letkol Pnb. I Ketut Sadewa Wahyu Wijaya, M.A. (2014 — 2015)⭐
  25. Letkol Pnb. Andy Ferdinand Picaulima, S.Sos. (2015 — 2016)[10]⭐
  26. Kolonel Pnb. Ignatius Wahyu Anggoro, S.E., M.M. (2016 — 2017)[2]⭐
  27. Kolonel Pnb. Mohammad Dadan Gunawan, S.T., M.M. (2017 — 2019)[11]⭐
  28. Kolonel Pnb. Elistar Silaen, S.T., M.Han. (2019)[12]⭐
  29. Kolonel Pnb. Andi Wijanarko, S.E., M.Han. (2019 — 2021)[13]
  30. Kolonel Pnb. Agustinus Donie Prihandono, S.E., M.Han. (2021 — 2022)[14]
  31. Kolonel Nav. Arief Budiman, S.T., PSC(J). (2022 — 2023)[15]⭐
  32. Kolonel Pnb. Andi Nur Abadi, S.T., M.M. (2023 — 2024)
  33. Kolonel Pnb. Rony Widodo, S.T., M.M., M.Han. (2024 — sekarang)

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 David (10 November 2013). "Sejarah Lanud Tanjungpinang". www.lanud-tpi.mil.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 14 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Dispenau (3 Februari 2016). "Sertijab Komandan Lanud Tanjungpinang". tni-au.mil.id. Diakses tanggal 14 Juli 2019.
  3. ↑ "Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah". Kementerian Perhubungan. Diakses tanggal 6 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Statistik Transportasi Udara 2024". Statistik Indonesia. 1 Desember 2025. Diakses tanggal 16 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ David (9 November 2013). "Sejarah Bandara RHF". www.lanud-tpi.mil.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 14 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ http://indonesiaairport.com/provinces/riau/raja_haji_fisabilillah_airport.htm
  7. ↑ "Batik Air ID6825". flyteam.jp. Diakses tanggal 10 Juli 2026.
  8. ↑ "Citilink QG975". flyteam.jp. Diakses tanggal 10 Juli 2026.
  9. ↑ David (10 Februari 2016). "Komandan Lanud Dari Masa ke Masa". www.lanud-tpi.mil.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 14 Juli 2019.
  10. ↑ - (29 Oktober 2015). - (ed.). "Andy Ferdinand Gantikan I Ketut Wahyu Wijaya Jabat Danlanud Tanjungpinang". Tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Juli 2019.{{cite news}}: |last= memiliki nama numerik
  11. ↑ Dedy, Suwadha (29 November 2017). Aldo (ed.). "Kolonel Pnb Dadan Gunawan Resmi Menjabat Danlanud Raja Haji Fisabilillah". www.wartakepri.co.id. Diakses tanggal 14 Juli 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Pen Lanud Rhf (11 Januari 2019). Dispenau (ed.). "Kolonel Pnb Elistar Silaen Dilantik menjadi Danlanud Rhf Tanjungpinang". tni-au.mil.id. Diakses tanggal 14 Juli 2019.
  13. ↑ -, Pen Lanud Rhf (16 Juli 2021). "Serah Terima Jabatan Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah". tni-au.mil.id. Diakses tanggal 23 Juli 2021.{{cite web}}: |last= memiliki nama numerik
  14. ↑ Nazar, Yusnadi (20 Juli 2021). -, Tunggul (ed.). "Kolonel A Donie Jabat Danlanud RHF". batampos.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-23. Diakses tanggal 23 Juli 2021.{{cite news}}: |editor-last= memiliki nama numerik
  15. ↑ "Kolonel Pnb A. Donie Pindah Tugas, Jabatan Danlanud RHF di Pimpin Kolonel Nav Arief Budiman". tni.harianmemokepri.com. 2 September 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-30. Diakses tanggal 30 Oktober 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Sumatra
Bandara internasional
Bandara domestik
Jawa
Bandara internasional
Bandara domestik
Nusa Tenggara
Bandara internasional
Bandara domestik
Kalimantan
Bandara internasional
Bandara domestik
Sulawesi
Bandara internasional
Bandara domestik
Maluku dan Papua
Bandara internasional
Bandara domestik
  • Bandar udara domestik melayani penerbangan domestik, pribadi, dan carteran.
  • Nama bandar udara yang diberi tanda * bisa mengeluarkan Visa on Arrival (VoA)
Bandar udara di pulau Sumatera
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Kepulauan Bangka Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Lihat juga: Daftar bandar udara di Indonesia *):Bandara Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan