Jumat, 09 Oktober 2026
14:26 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Lambertus van Kessel

Lambertus van Kessel

Bagikan:
Yang Mulia

Lambertus van Kessel

Uskup Emeritus Sintang
250px-Mgr._Lambertus_van_Kessel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanSintang
Penunjukan4 Juni 1948
(35 tahun, 270 hari)
Masa jabatan berakhir
25 Mei 1973
(60 tahun, 259 hari)
PenerusIsak Doera
Imamat
Tahbisan imam
12 Februari 1939[1]
(26 tahun, 157 hari)
Tahbisan uskup
15 Agustus 1961
(48 tahun, 341 hari)
oleh John Baptist Hubert Theunissen, S.M.M.
Informasi pribadi
Nama lahirLambertus van Kessel
Lahir8 September 1912
Vlijmen, Belanda
Meninggal7 November 1980(1980-11-07) (umur 68)
Belanda
KewarganegaraanBelanda
DenominasiKatolik Roma
SemboyanSoli Deo
Lambang250px-Coat_of_arms_Mgr._Lambertus_van_Kessel%2C_SMM.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lambertus van Kessel, S.M.M. (8 September 1912 – 7 November 1980) adalah Uskup Pertama di Sintang, sejak ditunjuk sebagai Prefek Apostolik tahun 1948 hingga mengundurkan diri pada 1973.

Karya

Pastor van Kessel hadir sebagai misionaris Montfortan asal Belanda tahap kedua pada 7 Maret 1940 bersama dengan R.P. Josef Wintraaecken, S.M.M., setelah pada tahap pertama tahun 1939, beberapa misionaris SMM telah terlebih dahulu tiba di Kalimantan.[2][3][4][5] Mereka sempat dibawa ke Kuching, Malaysia selama masa Perang Dunia II.

Saat Sintang dibentuk menjadi Prefektur Apostolik pada tahun 1948, ia ditunjuk menjadi Prefek Apostolik di sana pada 4 Juni 1948. Pada tahun 1961, Prefektur Apostolik Sintang ditingkatkan statusnya menjadi keuskupan. Mgr. van Kessel ditunjuk sebagai Administrator Apostolik sampai ditunjuk menjadi uskup pertama di sana pada 16 Mei 1961. Pada 15 Agustus 1961, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, ia ditahbiskan menjadi Uskup oleh Uskup Agung Blantyre, Malawi Mgr. John Baptist Hubert Theunissen, S.M.M., sementara Uskup Tituler Turuzi sekaligus Uskup Auksilier Port-au-Prince, Haïti, Mgr. Rémy Augustin, S.M.M. dan Uskup Tituler Paraetonium sekaligus Vikaris Apostolik Los Llanos de San Martín, Kolombia Mgr. Francisco José Bruls Canisius, S.M.M. menjadi Uskup Penahbis Pendamping.

Mgr. van Kessel memimpin Sintang selama 25 tahun dengan tekun dan penuh pengorbanan. Ia hadir sebagai Bapa Konsili Vatikan II (1962–1965) pada keempat sesi yang diadakan. Salah satu langkah penting yang diambilnya adalah didirikannya Sekolah Menengah Kateketik Atas (SMKA), yang kemudian berganti nama menjadi PGAK (Pendidikan Guru Agama Katolik). Ia mengundurkan diri pada tanggal 25 Mei 1973, dan tugasnya diambil alih sementara oleh Pastor L. van de Born, yang pada bulan Agustus diangkat menjadi Administrator Apostolik Sintang. Ia kemudian menghabiskan sisa waktu hidupnya di Belanda. Kepemimpinan Keuskupan Sintang kemudian dilanjutkan oleh Mgr. Isak Doera.

Referensi

Pranala luar

Jabatan Gereja Katolik
Jabatan baru Prefek Apostolik Sintang
4 Juni 1948 – 23 April 1956
Diteruskan oleh:
Isak Doera
Administrator Apostolik Sintang
23 April 1956 – 3 Januari 1961
Uskup Sintang
3 Januari 1961 – 25 Mei 1973


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan