Sabtu, 17 Oktober 2026
12:29 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme

lembaga adat masyarakat Amungme

Bagikan:

Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, atau disingkat sebagai LEMASA, adalah sebuah lembaga adat yang berpusat di Timika, Papua Tengah. LEMASA didirikan pada tahun 1994, berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Jan Pieter Matondang, yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Kabupaten Fakfak.

Sejarah

Pendiri-pendiri lembaga ini adalah para kaum perempuan dan remaja yang pada saat itu mayoritas tidak bersekolah. Lembaga ini dianggap sebagai bagian dari perjuangan masyarakat Amungme untuk keluar dari penindasan dan diskriminasi yang sangat kental pada masa itu. Terutama oleh tindakan-tindakan diskriminatif dari ABRI. Setelah lembaga ini berdiri, ini telah sedikit mematahkan kekuatan militer Indonesia yang paling ditakuti oleh masyarakat Papua. Pada saat itu, Papua dikenal sebagai salah satu Daerah Operasi Militer.

Di Indonesia, sebelum mahasiswa menyatakan reformasi, masyarakat Papua sudah mereformasi melalui LEMASA, dengan mengusut beberapa kasus pelanggaran HAM di Timika dan menghentikan kekerasan militer di Timika dan beberapa wilayah di Papua lainnya.

Tujuan mendirikan lembaga adat ini utamanya untuk memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Amungme. Pergantian pemimpin LEMASA dilakukan 4 kali. Terakhir pemilihan direktur LEMASA pada awal tahun 2007, dan Yan Onawame terpilih sebagai direktur LEMASA, pemilihan ini melalui Musyawarah Luar Biasa LEMASA. Dalam musyawarah tersebut, menghasilkan 48 resolusi yang akan dan sedang diperjuangkan oleh direktur terpilih yang baru.

Referensi


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan