Minggu, 18 Oktober 2026
09:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kupelasi

Kupelasi

Bagikan:
250px-Panier_%C3%A0_godets_et_cornets_d%27or.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kupelasi keranjang dengan cangkir dan kerucut emas

Kupelasi atau Cupellation adalah proses pemurnian dalam metalurgi di mana bijih atau logam paduan diolah di bawah suhu yang sangat tinggi dan dilakukan operasi terkontrol untuk memisahkan logam mulia, seperti emas dan perak, dari logam dasar, seperti timbal, tembaga, seng, arsenik, antimon, atau bismut, hadir dalam bijih. Proses ini didasarkan pada prinsip bahwa logam mulia biasanya teroksidasi atau bereaksi secara kimia pada suhu yang jauh lebih tinggi daripada logam dasar. Ketika dipanaskan pada suhu tinggi, logam mulia tetap terpisah, dan logam lainnya bereaksi membentuk terak atau senyawa lainnya.[1][2]

Sejak Zaman Perunggu Awal, proses ini digunakan untuk memperoleh perak dari bijih timah yang dilebur. Pada Abad Pertengahan dan Renaisans, kupelasi adalah salah satu proses paling umum untuk pemurnian logam mulia. Pada saat itu, pengujian api digunakan untuk menguji mineral: menguji logam segar seperti timbal dan logam daur ulang untuk menentukan kemurniannya untuk pembuatan perhiasan dan koin . Cupellation masih digunakan sampai sekarang.

Referensi

  1. ↑ Rehren, Th., Eckstein, K. 2002
  2. ↑ Wood, J.R.; Hsu, Y-T.; Bell, C. (2021). "Sending Laurion Back to the Future: Bronze Age Silver and the Source of Confusion". Internet Archaeology. 56 (9). doi:10.11141/ia.56.9. S2CID 236973111.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan