Minggu, 11 Oktober 2026
23:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Kuntul china

Bagikan:

Kuntul cina atau Kuntul Swinhoe (Egretta eulophotes) adalah spesies kuntul yang terancam punah dari Asia Timur. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Robert Swinhoe pada tahun 1860.

Deskripsi

250px-Chinese_Egret.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuntul cina

Kuntul cina memiliki tinggi rata-rata 68 cm. Bulunya berwarna putih sepanjang hidup dan menyerupai kuntul kecil (Egretta garzetta). Di luar musim kawin, paruh berwarna kehitaman dengan bagian basal berwarna persik kecokelatan dan kaki berwarna kuning hijau, sedangkan iris mata berwarna kuning. Semua individu serupa di musim ini. Pada musim kawin, Kuntul dewasa mengembangkan bulu puncak kepala yang lebat yang kadang-kadang lebih dari 11 cm. Ia juga mengembangkan bulu lanset panjang di dada dan bulu punggung yang melampaui ekor, yang disebut aigrettes dan mirip dengan kuntul kecil. Bagian yang telanjang berubah juga, paruh menjadi cerah, hampir oranye, sementara lores menjadi biru cerah dan kaki hitam dengan jari berwarna kuning.[1]

Referensi

  1. ↑ Hancock, James, 1915-1983. (1984). The herons handbook. Kushlan, James. London: Croom Helm. ISBN 0-7099-3716-4. OCLC 59847789.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan